L

Pengalaman Merevisi Akta Kelahiran Sesuai Ijazah


Bismillahirrohmanirrohim


Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Di beberapa artikel di Blog saya ini, sempat beberapa kali saya ulas mengenai kegalauan saya mengenai nama saya, pakai “K” atau “Q” ?, sampai-sampai saya kalau bikin Domain, Sub-domain, Eamil Address menggunakan nama depan saya, maka selalu saja membuat keduanya, ya Blog ini juga punya banyak domain lain, salah satunya luqmanulhakim.id yang merupakan versi lain penulisan nama saya selain lukmanulhakim.id yang sedang Anda akses ini.

Bahkan tidak cuma soal huruf “K” dan “Q” saja, saya juga seringkali menuliskan nama saja menjadi Lukman AL-Hakim 😀

Alasannya juga sudah pernah saya tulis, yakni akhiran “UL” pada nama depan saya itu milik “Hakim” yakni “AL”-nya yang menjadi “UL” karena pelafalan yang disambung, yang bisa baca AL-Qur’an pasti paham, nama saya kalau dalam tulisan Arab (Hijayah) adalah لقمان الحكيم. Mestinya nama saya ditulis tanpa spasi yakni “Lukmanulhakim”, makanya domain blog saya ini, yakni lukmanulhakim.id itu benar secara penulisan, kebetulan penulisan nama domain yang mengandung dua atau lebih kata memang tidak disarankan menggunakan simbol penghubung berupa garis atau istilahnya hyphen (“-“).

Nama saya terdiri dari dua kata yakni “Lukman” dan “AL-Hakim”, maka jika dipisah mestinya jadi “Lukman AL-Hakim”, tapi tidak bisa seenaknya gitu, mesti benar, karena identitas itu resmi, kecuali memang di ranah tidak resmi, bebas saja.

Kerancuan penulisan nama saya itu karena antara di Akta Kelahiran dan Ijazah, itu berbeda !

Di Ijazah menggunakan “K” yakni “Lukmanul Hakim”, sedangkan di Akta Kelahiran menggunakan “Q” yakni “Luqmanul Hakim”.

Bahkan tidak cuma nama, tanggal lahir pun berbeda, di Ijazah tanggal 23 November 1993, sedangkan di Akta Kelahiran tanggal 22 November 1993.

Mana yang benar ?, ya jelas di Akata Kelahiran !

Hanya saja masalahnya Ijazah tidak bisa direvisi, hanya bisa diberikan surat keterangan yang dilampirkan beserta Ijazah, dan itu ribet, bahkan saya sudah pernah coba ngurus/usahain, gagal juga sob, tidak jelas juga aturannya. Sedangkan Akta Kelahiran bisa direvisi, makanya saat saya ngurus surat keterangan kesalahan penulisan di Ijazah, saya justru direkomendasikan untuk revisi Akta Kelahiran saja.

Masalahnya, untuk merevisi Ijazah, itu diperlukan Sidang !, jika diproses sesuai birokrasi atau secara normal.

Tapi Alhamdulillah di Desa saya ada “Pemutihan” yakni program pemerintah dimana masyarakan dimudahkan dalam mengurus urusan kependudukan seperti KTP, KK, dan Akta Kelahiran. Langsung jadi, dan urusannya dipermudah.

Saya dan beberapa masyarakat yang saat itu ngobrol sambil nunggu dokumen diproses saja sampai bilang: “Tuh kan sebenernya urusan itu mudah, hanya saja dipersulit birokrasi”.

 

Dokumen yang Diperlukan

Saat itu, saya hanya diminta melengkapi lampiran Kartu Keluarga (KK), Ijazah, dan Buku Nikah orang tua saya, semuanya fotocopy saja.

Untungnya Buku Nikah ibu saya dengan almarhum ayah saya masih ada sob, meskipun cuma fotocopy-nya saja, kalau saja tidak ada, maka gagal deh urusan revisi Akta Kelahiran saya ini, mengingat ayah saya meninggal dunia sudah sangat lama sejak saya kecil, ibu saya sudah menikah lagi saat saya masih kecil juga yang mana ayah tiri saya sudah seperti ayah kandung saya saja, hubungan kami sangat dekat dan baik. Dokumen-dokumen lama sudah sebagian hilang, termasuk Buku Nikah asli ibu saya dengan ayah kandung saya, bahkan surat catatan kelahiran saya saja sudah hilang entah kemana 😀

Nah karena di KK dan KTP harus diubah, maka KK harus direvisi juga, karena selama ini nama saya di KK dan KTP sudah direvisi sejak lama menggunakan huruf “K” yakni “Lukmanul Hakim”, maka hanya tinggal merevisi tanggal lahir saja menjadi tanggal 23.

Jadi saat itu KK juga direvisi dan langsung jadi juga, hanya saja untuk KTP harus nunggu 1 minggu karena waktu pelayanan sudah habis, dan besoknya sudah tidak ada lagi. Salah saya juga sih ya karena saya mengajukan revisi KTP saat waktu pelauyanan sudah hampir habis, tidak sekalian saja ketika proses revisi Akta Kelahiran dan KK. Soalnya saya saat itu tidak kepikiran sampai kesitu, saya pikir nanti saja ngurus KTP, saya fokus ngurus Akta Kelahiran saja, soalnya bikin deg-degan juga sih ngurus Akta Kelahiran, itu kesempatan langka, ngurusnya secara normal ya sidang segalam macem. Toh nanti saya juga bakalan bikin KK sendiri dengan istri saya, karena saya sudah menikah, dimana KTP juga direvisi status perkawinannya. Saya saat itu belum tau kalau normalnya, tanggal lahir tidak bisa direvisi !

Apakah NIK Juga Direvisi ?

NIK di KTP dan di KK tidak direvisi, karena itu sudah Fix, kecuali bikin baru, tapi sepertinya tidak ada opsi itu, karena KTP itu bersifat permanent, masa aktifnya saja seumur hidup, apalagi NIK juga digunakan untuk kebutuhan aktivasi/registrasi Kartu Perdana Selular (SIM Card).

Kan di NIK itu memuat tanggal lahir kita yah, lucu saja ketika di NIK 22 tapi di keterangan tanggal lahir malah 23 😀

Tidak masalah, dulu SIM saya juga begitu, sampai ketika saya memperpanjang SIM ternyata Nomor SIM sudah tidak memuat tanggal lahir lagi.

Tapi saya tidak tau ya ketika KTP saya sudah selesai nanti apakah NIK-nya berubah atau tidak, soalnya KTP saya bisa dikatakan diproses secara normal, tidak instant. Tapi rasanya tidak mungkin berubah, karena KK sudah jadi dan tidak mungkin berbeda.

 

Untuk saat ini saya fokus ngurusin Akta Kelahiran saya dulu, sehingga saya masih ngikut KK orang tua saya dan KTP masih berstatus Belum Kawin 😀

Siapa tau, ketika saya mengurus KK saya sendiri, maka NIK bisa diusahakan untuk direvisi juga sesuai tanggal lahir baru saya, karena otomatis KK saya nanti baru, semoga saja NIK bisa diubah, meski saya pesimis soal itu 😀

Tapi itu tidak terlalu penting juga sih ya, justru jika NIK berubah, urusan kedepannya nanti bakalan ribet juga, karena KTP lama saya itu sudah dilampirkan di pendaftaran macam-macam selama hidup saya.

NIK itu ibarat Primary Key kalo di Database, jadi kemungkinan besar tidak bisa direvisi, dan jika berubah, maka saya mesti merevisi apa pun yang terkait NIK saya, seperti data di rekening bank, dsb

 

Sebenarnya, yang saya lakukan ini menurut sebagian orang bisa dikatakan tidak benar, karena Akta Kelahiran itu sakral, karena memuat informasi yang akurat dan benar terkahir kelahiran, tapi mau gimana lagi ?, Ijazah bersifat fix tidak bisa direvisi, lucu kan ?, Ijzah lebih kuat statusnya 😀

Buku Nikah saya saja mengikuti Ijazah untuk penulisan nama saya, nama ayah saya (Bin), dan tanggal lahir, ya karena pihak KUA sudah kasih saya saran dan gambaran kalau Akta Kelahiran bisa direvisi.

Nama ayah kandung saya (ALM) saja beda penulisan loh sob di Akta Kelahiran lama dengan di KK dan Ijazah, nama depan beliau disingkat !, padahal di Buku Nikah orang tua saya itu nama depan beliau tidak disingkat, alhasil di Akta Kelahiran yang baru pun nama depan ayah kandung saya disingkat (Inisial). Kata ibu saya, di Ijazah, dsb milik ayah kandung saya juga nama depan beliau disingkat, tau sendiri kan di sekolah itu biangnya masalah penulisan nama ?, ada yang disingkat lah jadi inisial, biasanya nama depan dan nama tengah, bahkan ada yang kalau nama murid itu sama, maka dikasih inisial nama orang tuan dibelakang nama murid dan itu kalau tidak diperhatikan, bisa jadi permanent sampai penulisan nama di Ijazah !, soalnya di sekolah, umumnya nama adalah Primary Key, beda dengan di Kuliahan yang mana kita punya NIM (Nomor Induk Mahasiswa) yang jadi Primary Key, jadi kalau ada kesamaan nama, tidak masalah di sistem komputer, lucunya, sekolah setinggkat TK, SD, SLTP, SLTA dulu itu tidak menggunakan sistem komputer untuk database murid, tidak tau kalau sekarang yah 😀

 

Akhir Kata

Sekarang, saya sudah bisa lega dan jelas mengenai kepastian nama dan tanggal lahir saya secara resmi, yakni Lukmanul Hakim, 23 November 1993, sama seperti di Ijazah, KK, dan Buku Nikah. Juga nama ayah kandung saya pun sudah sama di semua dokumen tersebut.

Soalnya menurut informasi yang saya dapatkan, untuk urusan Paspor, Visa misalnya untuk kebutuhan Umroh/Haji, itu Buku Nikah dan Akta Kelahiran menjadi dokumen yang sangat penting dan harus sama datanya !

Tapi untuk ranah tidak resmi, saya kadang tetap bisa saja menggunakan nama saya yang menggunakan huruf “Q”, misalnya untuk username, dsb yang limited dan unik itu, palingan nanti kedepannya saya akan menggunakan nama belakang saya yang bebas masalah untuk urusan username, dsb, atau saya mengikuti cara orang lain yang menggunakan nama samaran, tapi itu bukan gaya saya 😀

Ada masalah nih sob untuk kedepannya, karena saya untuk urusan nama sejak awal memang selalu menuliskan nama saya yang menggunakan huruf “K”, tapi untuk tanggal lahir saya sejak awal selalu mempertahankannya sesuai Akta Kelahiran saya, karena menurut saya tanggal lahir itu selisih satu hari pun ya tetap beda, kalau nama sih mau pakai huruf “K” atau “Q” pun secara pelafalan sama saja, tidak ada bedanya “Lukman” dengan “Luqman” kan ?

Apalagi dulu saat saya masih kecil, saya sempat pakai huruf “Q” dan orang yang menuliskan nama saya ketika saya menyebutkan nama saya selalu menuliskannya menggunakan huruf “K”, jadi saya harus tekankan “Pakai Q yah !”, atau saya tulis sendiri.

Ya, “Lukman” itu lebih umum ketimbang “Luqman”, bisa dikatakan “Lukman” itu nama yang sudah diIndonesiakan, sedangkan “Luqman” itu masih original nama arabnya, soalnya nama saya ini pakai huruf “ق” bukan “ك”.

Bahkan kalau mau sesuai hukum tajwid, nama saya kalau dilafalkan jadi “Luqoman” 😀

Nah karena sejak awal saya selalu menulis tanggal 22 November 1993 ketika mengisi kolom/form tanggal lahir, maka jika diperlukan saya harus merevisi/update informasi data tanggal lahir saya menjadi tanggal 23 November 1993.

Padahal tanggal 22 November itu cantik loh sob, kalau bulan ditulis secara angka, saya cukup tulis 22-11 (Tanggal-Bulan) atau 11-22 (Bulan-Tanggal) 😀

Tapi sepetinya mengenai tanggal lahir tidak sekrusial nama yah sob, yang sudah terlanjur itu tidak direvisi pun sepertinya tidak masalah, jadi untuk kedepannya ketika mengisi form tanggal lahir ya saya isi tanggal 23 November 1993 atau 23-11-1993.

Coba kalo sejak awal saya bisa terima soal tanggal lahir yang berbeda dengan Akta Kelahiran, maka setelah Akta Kelahiran direvisi, tidak ada yang perlu saya khawatirkan lagi.

Soalnya dulu itu saya masih ngikut orang kebanyakan yang menerima budaya ulang tahun, hingga sejak saya paham Agama, saya sudah tidak lagi memperdulikan ulang tahun, saya mengikuti Rasulullah yang selalu ulang hari lahir dengan cara puasa sunnah di hari senin (Hari lahir beliau), Alhamdulillah hari lahir saya sama dengan Rasulullah yakni hari senin.

Sejak saat itu, saya tidak peduli lagi dengan tanggal lahir, bahkan saya tidak peduli dengan ulang tahun orang lain, karena jika saya tidak demikian, saya masih menspesialkan ulang tahun orang lain, maka sama saja saya mengamalkan budaya non-Muslim tersebut, yah sempat jadi masalah juga sama istri saya yang dulu masih belum jadi istri saya, apalagi itu sob, belum jadi istri, bisa-bisa dianggap tidak sayang karena selalu tidak menspesialkan hari ulang tahun si dia 😀

Lah saya ngasih hadiah, do’a, dan kasih sayang setiap hari, justru tidak berarti ketika saya saat hari ulang tahunnya lupa memberikan itu semua, tapi dia sudah paham kok dengan prinsip saya itu dan Alhamdulillajh sekarang sudah sah jadi istri saya, dia bisa lebih merasakan semua itu setiap saat.

Saya katakan kepada istri saya “Kamu mau apa pun saya berikan jika saya mampu memberikannya, tidak perlu nunggu ulang tahun”, pilih mana, sekarang atau nunggu ulang tahun sekali dalam setahun ?

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified