L

Cara Pasang Tensioner Racing di Vario 125 yang Tidak PnP


Bismillahirrohmanirrohim


Tensioner Racing: Teardown

Dulu, saya pernah pakai Tensioner Racing seperti ini yang sudah dibranding H*M Racing, saat itu masih versi lama (Saat ini merek itu juga sudah pakai versi baru ini), tapi sudah PnP (Plug and Play) alias sudah bisa langsung dipasang tanpa perlu ubahan sedikit pun. Saya sudah tidak bisa melakukan perbandingan gimana sih Tensioner Racing yg PnP itu jika dibandingkan dengan yang baru ini, karena sudah saya buang, yang saya ingat cuma pada bagian sampingnya tidak ada ring kawat-nya.

Harganya cukup relatif mahal saat itu, sekitar Rp 150.000 😀

Kenapa saya beli lagi yang baru ?

Well, singkat cerita, Tensioner Racing dari H*M Racing itu cuma saya pakai sebentar saja karena pemasangan yang kurang tepat sehingga baut L penutupnya sangat sulit untuk saya buka, dan karena saya paksakan, akhirnya lubang bautnya slek, kunci L pun sudah tidak bisa membukanya lagi, padahal mustahil tensioner jenis ini dipasang kalau per di dalamnya tidak dikeluarkan dulu, bahkan tensioner standard pun harus ditahan pada posisi stut paling pendek sebelum dipasang.

Oke bukan cuma itu saja, saya pun mengutak atiknya lagi yang entah gimana caranya (Saya lupa persisnya), bagian pengunci stunt-nya rontok, karena bagian aluminium dimana as-nya terpasang pecah, ya udah, wasallam 😀

Karena harganya saat itu relatif mahal, saya pun tidak beli lagi, dan menggunakan opsi lain yakni menggunakan tensioner standard/OEM yang bagian pita pegas-nya saya ganti pakai punya tensioner KW, saat itu saya pakai punya tensioner KW untuk vario, jadi asal pakai pita pegas dari tensioner KW, itu sama saja. Opsi ini saya temukan dari blogger-blogger otomotif kondang yang berbaik hati membagikan trik ini, dan trik itu ditujukan khusus buat Vario 125 yang saat itu mengalami masalah cukup masal terkait LAT (Lifter Assy Tensioner) yang lemah dan beresiko patah. Cirinya ?, ada bunyi khas seperti bunyi ngelitik ketika stasioner.

Cukup lama saya pakai tensioner standard yang sudah dimodif itu, tidak ada masalah, tapi saya selalu dihantui perasaan was-was karena pakai pita pegas KW, maka kualitas-nya pun tidak terjamin, saya khawatir tiba-tiba pita pegasnya patah tanpa gejala apa pun dan saat saya memacu motor saya dalam kecepatan tinggi, maka dampaknya sangat fatal !

Saya kemudian melihat di salah satu postingan teman saya di Facebook yang memposting Tensioner Racing ini tapi saya melihat ada perbedaan, yakni tidak ada sticker/label branding H*M Racing (Dulu saya kira tensioner ini eksklusif adalah produk buatan mereka saja), juga saya melihat ada perbedaan secara fisik yakni sekarang ada ring kawat yang melingkari body tensioner, dan yang paling bikin saya kaget adalah harganya jauh lebih murah, karena tidak re-branding, alias tanpa merek. Awalnya saya mengira harganya lebih murah karena untuk motor bebek, ketika saya cari di Online Market Place, ternyata yang untuk bebek itu juga bisa untuk motor matic saya, soalnya satu merek pabrikan.

Saya beli Tensioner Racing ini cuma Rp 65.000, belum termasuk ongkos kirim, Rp 20.000, jadi totalnya adalah Rp 85.000, ya lumayan lah, meski merek H*M Racing saat saya beli ini sudah discount jadi Rp 125.000 tapi itu belum termasuk ongkos kirim juga 😀

Tips: Kalau nyari di BukaLapak, Tokopedia, dll, ada fitur Sort/Urutkan, dan pilihlah urutkan berdasarkan harga termurah.

Saya pun bikin wishlist untuk beli part ini, karena saya pengen bisa dapetin sensasi pakai tensioner jenis ini lagi, enak bro, meski masih kontroversial mengenai efek jangka panjangnya, soalnya secara mekanisme stut-nya tidak bisa naik lagi kalau sudah turun, seperti cable ties.

Tapi menurut saya, tensioner standard pun juga begitu, dan saya perhatikan bagian stut tensioner racing ini tidak satu arah saya, jadi pada tekanan tertentu dia masih bisa naik, tentu tidak akan bisa disimulasikan kalau cuma ditekan pakai tangan.

Sayang sekali, tensioner racing ditempat saya beli ini tidak PnP untuk motor saya, Vario 125.

Tapi saya perhatikan, merek H*M Racing yang versi baru ini juga secara fisik sama persis, artinya juga tidak PnP lagi, anehnya ketika saya tanya via chat, mereka bilang PnP, tapi saya gk percaya, soalnya seller lain (Tanpa branding, tempat saya beli) bilang untuk Vario 125 tidak PnP, harus dikecilin dulu diameter bawahnya. Mana yang benar masih misteri tapi saya lebih condong percaya apa kata H*M Racing meski saya tidak beli disana. Sampai pada akhirnya tensioner ini sudah sampai di tangan saya dan kemudian coba saya pasang, dan yang benar ternyata memang tidak PnP.

Sebenarnya saya sudah keburu order dan bayar di BukaLapak sebelum saya tau ternyata versi baru ini tidak PnP untuk motor saya, agak sedikit kecewa karena di judul iklannya tertulis untuk Karisma, Vario, dll. Tapi penjualnya sudah kasih petujuk apa yang harus saya lakukan yakni mengecilkan diameter bawahnya, meski penjual sudah menawarkan refund, saya memutuskan untuk tetap order, karena cara mengecilkan diameternya sudah ada di otak saya gimana caranya, yakni pakai amplas kasar atau pakai gerinda 😀



Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified