L

Minum Yakult Kok Pakai Sedotan ?, Itu Sedotan Punya Produk Lain Loh !


Bismillahirrohmanirrohim


Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Sekarang ini saya sudah memulai usaha depot isi ulang air minum yang sekaligus toko kelontong, yang pastinya menjual produk Yakult.

Nah, selama saya berjualan Yakult, saya heran kenapa sedotan kecil yang notabene punya produk lain itu selalu habis, padahal produk yang ngasih sedotan itu di paket penjualan masih banyak stocknya di kulkas/showcase.

Produk yang menyertakan sedotan kecil yang tajam itu adalah produk-produk minuman kemasan gelas plastik ukuran 200’an mL.

Setelah saya amati, ternyata konsumen atau pelanggan Yakult di toko saya mengkonsumsi Yakult menggunakan sedotan punya produk lain itu.

Memang sedotan-sedotan itu saya sediakan dalam wadah khusus yang mana pelanggan bebas mengambilnya.

Sebenarnya sedotan yang salah satu ujungnya dipotong runcing/tajam itu sering gagal juga ditusukkan ke kemasan minumannya, jadi pelanggan seringkali mengambil sedotan baru, tapi persentasenya cukup kecil, sehingga jumlah sedotan yang disertakan produsen produk bersangkutan Insya Allah cukup.

Gagal itu karena salah teknik saja, mestinya kemasannya agak diremas (tapi jangan berlebihan), barulah sedotan itu ditusukkan, jika gagal, bagian tajamnya patah, tidak masalah, cukup tusukkan saja bagian yang tidak tajam dari sedotan tersebut.

Ini memang lucu, justru sedotan model begitu lebih baik ditusukkan menggunakan bagian yang tidak dipotong runcing/tajam, karena bagian yang runcing itu justru menjadikan ujung sedotan menjadi lemah.

Menjadi tidak cukup alias habis, justru ketika pelanggan/konsumen Yakult yang menggunakan sedotan punya produk lain itu.

Saya miris, karena pelanggan/konsumen Yakult itu sama saja atau bisa saja disebut mengambil hak orang/konsumen lain !, yakni konsumen produk lain yang jelas-jelas produk tersebut menyertakan sedotan-sedotan itu dalam paket penjualan.

 

Cara Minum Yakult

Alasan kenapa Yakult dikemas dalam kemasan kecil dan ditutup menggunakan aluminium foil, itu karena Yakult merupakan produk minuman sekali minum !

Diharapkan konsumen langsung meminum habis Yakult setelah tutup aluminium foilnya dibuka, agar meminimalisir kemungkinan rusaknya produk Yakult karena Yakult harus disimpan di suhu yang dingin agar bisa awet.

Cara minum Yakult yang benar adalah dengan mengoyak tutup kemasannya yang berbahan aluminium foil tersebut, lalu langsung minum sampai habis, bisa saja tidak langsung habis tapi sedikit-sedikit sampai habis, agar bisa menikmati rasa dari Yakult lebih seksama, tapi harus cepat habis yah 😀

Jadi sama sekali tidak dibutuhkan yang namanya sedotan !

Bahkan, tutup kemasan Yakult bisa dikoyak cukup dengan ujung jari kita saja, tapi itu tidak direkomendasikan karena tidak higienis.

Bandingkan dengan kemasan plastik dari minuman yang memang dirancang untuk diminum menggunakan sedotan ?, kita tusuk pakai ujung jari juga sulit tembus, kecuali pakai tenaga besar, dan itu akan menyebabkan isi minumannya tumpah kemana-mana.

Saya jadi ingat kalau lagi di acara hajatan, lalu minuman air mineral gelas plastik itu kehabisan sedotan, kami yang tidak kebagian sedotan, cuma kebagian minumannya saja, itu sampai-sampai menusuk tutup kemasannya menggunakan kunci motor !, tentu saja cara-cara seperti itu tidak disarankan, karena tidak higienis.

Tapi dalam hal ini saya sebagai penjual, tentu malu dan merasa tidak enak hati jika pelanggan saya yang membeli produk minuman dalam kemasan gelas justru malah kehabisan sedotan yang merupakan hak dia sebagai pembeli/konsumen produk itu yang jelas-jelas menyertakan sedotan dalam paket penjualan.

Bisa-bisa toko saya ditinggalkan pelanggan !

 

Kenapa Orang Minum Yakult Pakai Sedotan ?

Menurut pengamatan saya, konsumen Yakult yang meminum Yakult menggunakan sedotan itu kebanyakannya adalah anak kecil.

Sebenarnya anak kecil itu beli ke warung/toko juga ditemani orang tuanya, nah orang tuanya yang mengambil sedotan punya produk lain untuk digunakan pada Yakult yang dikonsumsi oleh anaknya.

Alasannya ?

Menurut beberapa konsumen yang melakukan praktek seperti itu, alasannya adalah karena kemasan Yakult yang bagi orang dewasa adalah berukuran kecil, tapi bagi anak kecil itu ukurannya sedang, satu tingkat dibawah produk susu dalam kemasan kotak ukuran kecil yang diminum menggunakan sedotan yang disertakan dalam penjualan produk susu dalam kemasan kotak tersebut.

Maka kebiasaan itu tetap dilakukan, meski produk susu yang dikonsumsi adalah Yakult.

Agar anak kecil yang mengkonsumsi Yakult itu dapat meminum Yakult secara perlahan, agar tidak boros, tidak cepat habis yang mana anak kecil itu bisa nagih lagi untuk dibelikan Yakult lagi.

Biasanya orang tua seperti itu membeli Yakult per botol saja, bisa satu atau dua botol saja, tidak satu pack isi 5 botol.

Tapi tak jarang juga saya mendapati orang dewasa yang meminum Yakult menggunakan sedotan, alasannya sama saja, agar bisa meminum Yakult secara perlahan.

 

Yakult Naik Harga

Sejak Yakult naik harga per Januari 2019, profit kecil saya berjualan Yakult jadi makin kecil, karena saya merasa tidak mungkin menaikkan harga jual Yakult per botol di atas Rp 2000. Kalau untuk harga jual Yakult per pack isi 5 botol masih bisa saya jual lebih mahal sedikit yakni Rp 9500 (sebelumnya Rp 9000).

Karena itu, saya merasa tidak mungkin jika harus menyediakan sedotan khusus untuk Yakult, yang saya beli sendiri.

Lagipula, saya juga kesulitan menemukan sedotan kecil dan tajam itu di pasaran, yang ada cuma sedotan panjang yang biasa untuk minuman kemasan kaleng dan botol plastik besar.

 

Harapan Saya

Sebagai penjual, saya berharap melalui artikel ini dapat mengedukasi konsumen/pelanggan Yakult di seluruh dunia, khususnya Indonesia bahwa cara minum Yakult itu tidak pakai sedotan !

Saya juga berharap agar Yakult menyediakan sedotan dalam paket penjualan.

Apa sulitnya sih ?, kemasan Yakult itu pendek dan kecil, maka satu sedotan untuk minuman gelas plastik ukuran 200’an mL bisa dipotong jadi 2 untuk Yakult.

Dan dalam satu pack Yakult isinya cuma 5 botol, jadi dengan menyediakan satu sedotan per botol itu tidak masalah.

Saya jadi ingat produk minuman air kelapa muda dalam kemasan yang umum di pasaran Indonesia, kemasannya kertas, tutup kemasannya berbahan aluminium foil juga, yang cara bukanya juga dikoyak.

Tapi produk itu menyediakan sedotan dalam paket penjualan !

 

Malah Jadi Dilema

Saya sebenarnya jadi tidak enak hati ketika menegur pelanggan saya.

Tapi apa boleh buat ?, saya harus mensosialisasikan hal ini, termasuk di blog ini.

Saya sering ditanya “Ada sedotannya ?” atau langsung minta “Tolong minta sedotan”, ketika pelanggan membeli Yakult.

Tentu saja saya jawab “Tidak ada, Yakult tidak dapat sedotan, itu sedotan punya produk lain, saya sering kehabisan sedotan cuma karena Yakult, produk lain itu masih banyak, sedotannya sudah habis”.

Pastinya konsumen kecewa, dan saya seperti dianggap pelit dan kasar kepadanya !

Itulah resiko orang jujur dan apa adanya 😀

 

Karena masalah ini, saya juga sekarang ini menyembunyikan wadah berisi sedotan-sedotan dari semua produk minuman di toko saya.

Saya akan kasih sedotan cukup satu saja per botol minuman yang dibeli konsumen, jika gagal itu salah sendiri !

Biasanya ketika gagal, dia akan coba berbagai cara agar satu sedotan itu bisa tembus 😀

Bahkan tidak sungkan untuk minta tolong saya untuk menancapkan sedotan itu untuknya (biasanya sih anak kecil).

Tapi jika wadah berisi sedotan-sedotan itu saya letakkan bebas begitu saja, konsumen itu akan terus mengambil sedotan yang baru, bahkan ada sampai lima sedotan dia patahkan lalu dia buang, cuma untuk satu botol minuman kemasan gelas kecil yang harganya seribuan itu !

 

Sedotan macam itu memang bikin emosi, karena seringkali gagal !

Coba bayangkan, berapa sampah sedotan plastik yang terbuang percuma, hanya karena gagal ditancapkan !

 

Saya sampai sosialisasikan kepada semua orang bahwa “Tusuklah menggunakan bagian yang tumpul atau rata dari sedotan itu, jangan pakai yang tajamnya !”, karena faktanya memang demikian.

Percuma dibikin tajam dengan cara memotongnya runcing, tapi itu justru bikin sedotan itu punya titik lemah di ujung yang runcing itu.

 

Akhir kata,

Semoga artikel ini bermanfaat, dan ingat bahwa ketika Anda membeli Yakult lalu mengambil sedotan, itu berarti Anda mengambil hak orang lain yakni konsumen produk yang menyertakan sedotan itu dalam paket penjualan.

Sadarlah !, apalagi jika Anda membelikan Yakult itu untuk anak Anda !

Yakult adalah produk dengan profit penjualan kecil, dengan perlakuan khusus yakni disimpan dalam lemari pendingin yang notabene perlu biaya listrik, itu pun jualannya harus cepat karena produk cepat expired/kadaluarsa (akan ditukar dengan yang baru oleh distributor Yakult), maka mohon maaf jika dari sisi penjual tidak bisa menyediakan sedotan untuk Yakult.

Saya sebagai penjual, hanya menyediakan varian minuman kesehatan untuk masyarakat disekitar toko saya, bahkan saya sekeluarga pun mengkonsumsinya secara teratur, jadi saya tidak mementingkan profit penjualan Yakult.

Saya disini cuma miris, ketika konsumen Yakult mengambil hak konsumen produk lain, cuma karena urusan sedotan saja !


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



SSL Verified