L

Cara Agar Air PDAM Siap Minum Langsung dari Kran


Bismillahirrohmanirrohim


Whole House Water Filtering: Cartridge

Alhamdulillah saya sudah punya kesempatan nulis artikel baru lagi 😀

Setelah resmi/sah menikah, saya sudah agak jarang nyentuh Laptop, bergaul dengan istri saya lebih menyenangkan daripada internetan, maklum penganten baru, hahaha 😀

Saya coba luangkan waktu untuk menulis, ya meski waktu luang itu ada di tengah malam saat artikel ini saya tulis, istri tidur duluan soalnya, jam tidur kami beda, tapi kalo saya dikelonin istri saya sih ba’da Isya juga bisa tidur 😀

Kali ini saya mau share tentang pertanyaan yang sering ditanyakan, yakni gimana caranya seperti di luar negri sana, yakni air kran bisa langsung siap minum ?

Kan banyak tuh di film/TV Series pas adegan nuang air minum langsung di kran cuci piring gitu, ada yang bilang itu pakai RO (Reverse Osmosis) tapi beda sob krannya, beberapa kali saya lihat di adegan itu bener-bener di kran air biasa atau istilahnya Tap Water !

 

Beberapa Jenis Sterilisasi Air

Pertama-tama kita bahas dulu apa saja sih metode atau cara sterilisasi air yang populer saat ini ?

Nah perlu diketahui bahwa metode sterilisasi air yang saat ini umum digunakan setidaknya ada 4 cara, yakni:

  1. Klorinisasi.
  2. UV (Ultra Violet).
  3. Ozone.
  4. RO (Reverse Osmosis).

Klorinisasi

Ini adalah metode paling umum dan paling efektif dan efisien untuk skala kecil maupun besar. Alatnya disebut “Chlorinator“, umum digunakan pada kolam renang.

Di seluruh dunia, air baku/permukaan diolah sedemikain rupa agar bebas dari kontaminan dengan cara sedimentasi, lalu tahap akhirnya adalah sterilisasi menggunakan kaporit/klorin.

Tau PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) ?, atau selama ini menjadi pelanggannya ?

Sudah pasti familiar dong dengan bau dan rasa kaporit pada air PDAM ?

Nah itu terjadi karena PDAM menggunakan metode klorinisasi untuk mensterilkan air sebelum didistribusikan ke jaringannya hingga sampai ke rumah-rumah pelanggannya.

Kalau pada PDAM, klorinisasi dilakukan jika sumber airnya adalah air permukaan (RAW Water) alias air baku. Berbeda jika sumber air dari sumur dalam atau mata air maka PDAM setau saya tidak melakukan treatment apa pun termasuk klorinisasi ini, kecuali terdapat kandungan zat besi yang tinggi maka akan dilakukan filtrasi lagi.

Dalam skala kecil, ada juga dong 😀

Tau Pureit dari Unilever ?, atau Anda adalah penggunanya ?

Perlu diketahui  bahwa Pureit juga menggunakan metode klorinisasi dalam tahap sterilisasinya !

Tapi kenapa kok air yang dihasilkan oleh Pureit tidak ada rasa kaporit ?

Nah itu ada pada tahap akhirnya yang dilakukan penyaringan menggunakan Activated Carbon (Karbon Aktif) untuk menghilangkan rasa dan aroma kaporit tersebut.

Dari situ, sudah ada gambaran dong yah jika implementasinya dilakukan pada air berkaporit dari PDAM ?

Kelamahan klorinisasi ya kandungan zat kimia yang mempengaruhi bau dan rasa pada air, tapi ini bisa diatasi kok, baca terus artikel ini 😀

 

UV (Ultra Violet)

Bagi Anda pelanggan air galon isi ulang, maka sudah familiar dengan UV ini, bahkan secara visual pun pada alat water treatment di depot pengisian galon isi ulang sering kita lihat lampu neon dengan warna ungu itu, yang merupakan lampu UV.

Jadi, UV ini memang populer digunakan pada depot pengisian ulang galon.

Metode ini akan tidak efektif jika tabung kaca yang melindungi lampu UV dari air tidak dibersihkan secara berkala, sehingga mengurangi efektivitas sinar UV dalam mengenai air.

Laju aliran air pun sangat berpengaruh disini.

UV dipilih karena biaya operasionalnya lebih terjangkau untuk skala bisnis.

Kalau rajin, maintenance cuma bersihin tabung kacanya aja, dan kalo lampu UV-nya rusak ya diganti.

Kekurangan UV ini kalau aliran airnya cepat, maka sterilisasi menjadi kurang efektif.

 

Ozone

Ini sering digunakan oleh perusahaan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), lebih efektif daripada UV untuk skala besar, gimana-gimanya saya tidak akan bahas karena kurang populer juga digunakan orang-orang 😀

 

RO (Reverse Osmosis)

Ini kalau dalam skala besar, digunakan oleh negara-negara yang memanfaatkan air laut untuk dijadikan air tawar untuk konsumsi dan kebutuhan lainnya.

Dalam skala kecil, ini digunakan untuk mengolah air mineral menjadi air demineral, sekaligus untuk sterilisasi air.

Karena RO bisa menghilangkan kandungan mineral dalam air, maka RO digunakan juga oleh perusahaan AMDK Demineral/Deionized, namun perusahaan AMDK Demineral juga masih menerapkan sterilisasi menggunakan Ozone meski sudah meggunakan RO.

RO ini agak kontroversial, Air Mineral VS Air Demineral, saya tidak bahas itu disini 😀

 

Cara Menghilangkan Kaporit pada Air PDAM

Ini adalah inti dari artikel ini 😀

Jadi sob, untuk urusan treatment dan sterilisasi sudah dilakukan PDAM, jadi PDAM itu tidak cuma distribusi airnya saja yang harus kita bayar, tapi juga proses treatmentnya.

Finalnya, air bersih dan steril kita dapatkan untuk konsumsi dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Hanya saja untuk konsumsi, itu rada meragukan yah ?

Yupz, karena kandungan klorinnya itu tadi, meskipun direbus, banyak yang mengeluh bahwa rasa dan bau kaporitnya masih terasa.

Meskipun kandungan kaporit itu dinyatakan aman, tapi akan jauh lebih aman jika dihilangkan sama sekali !

Caranya ?

Untuk menghilangkan kandungan kaporit dalam air, yang paling populer adalah menggunakan Karbon Aktif (Activated Carbon).

Itu adalah Media Filternya.

Sedangkkan untuk alat filternya sendiri kita cukup menggunakan Housing Filter ukuran 10 Inch atau 20 Inch.

Whole House Water Filtering: Housing

Ada sih yang untuk skala besar dan masa pakai lebih lama yakni menggunakan tabung dengan kapasitas media filter bisa sampai 1 Zak/25 Kg.

Tapi jangan khawatir, menggunakan Housing Filter 10 Inch pun sudah efektif dan masa pakainya bisa sampai 5500 Gallon atau 20.000 Liter.

Kalau khusus digunakan untuk air konsumsi, maka masa pakainya bisa sangat lama !

Saya pribadi sih menggunakannya untuk seluruh rumah atau istilahnya Whole House Water Filtering.

Biasanya, Karbon Aktif ukuran 10 Inch bisa saya gunakan selama 6 Bulan untuk pemakaian normal.

Untuk Instalasinya bisa Anda cari sendiri, disini cuma sosialisasi atau pengenalan saja 😀

 

Masalahnya, kita tidak terbiasa minum langsung dari kran, maka dari itu, kadang meskipun sudah menerapkan sistem ini, masih saja airnya direbus lagi atau beli air galon 😀

Sebenarnya ada satu faktor lain yang agak susah dan mahal penerapannya, yakni menggunakan pipa berbahan tembaga, yupz di luar negri sana untuk sistem pipa air rumahan yang baik adalah menggunakan pipa tembaga, karena sifat tembaga yang juga sebagai anti-bakteri.

Jadi ada baiknya jika membuat line pipa khusus menggunakan pipa tembaga setelah kandungan kaporit dihilangkan oleh karbon aktif.

Mengenai jenis Karbon Aktif sudah saya bahas lengkap disini.

 

Akhir Kata

Filtering menggunakan karbon aktif ini sejatinya adalah tahapan akhir dari penggunaan water treated dalam hal ini air PDAM, yakni untuk menghilangkan kandungan kaporit dalam air yang seringkkali dikeluhkan pelanggan PDAM.

Menggunakan kaporit itu sudah standar dunia sob, kalau tidak diterapkan maka Anda akan terinfeksi bakteri, virus, dan parasit, serta jamur patogen, kalau dipakai mandi maka kulit akan gatal-gatal.

Ironisnya, penggunaan kaporit dalam air untuk kebutuhan mandi juga bisa bikin masalah rambut dan kulit, yakni kulit jadi kering.

Sebenarnya, kaporit dalam air PDAM akan signifikan menguap ketika air itu direbus, tapi masih tersisa.

Tapi tetap saja, air PDAM berkaporit sama sekali tidak aman untuk langsung diminum, mesksipun sudah steril dari bakteri, virus, dan parasit, karena kandungan kaporit yang masih tinggi itu tadi.

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified