L

Alasan Saya Menggunakan Email dan DNS Service Terpisah


Bismillahirrohmanirrohim


Ilustrasi Cloud Data Center

Sebelumnya saya sudah membahas mengenai penggunaan Mail Service External, yakni Email Hosting diluar Web Hosting. Tidak hanya Mailbox saja, namun juga SMTP untuk kebuthan Send Mail (Mengirimkan Email). Bahkan juga menggunakan DNS Server External untuk menjamin uptime keduanya.

Di artikel itu saya menjelaskan alasan lebih kepada alasan umum saja, yakni kelebihan atau manfaat yang saya dapatkan ketika menerapkannya, nah di artikel ini saya akan menjelaskan alasan yang ditinjau dari sudut pandang lain, yakni dari sisi penyedia web hosting lama yang membuat saya kecewa pada awalnya, namun saya menemukan solusinya saat itu juga yakni dengan menggunakan Email Hosting yang khusus untuk Email, dan DNS Service yang khusus untuk DNS.

Daripada kecewa tanpa manfaat, saya lebih memilih untuk memikirikan solusinya, ada hikmahnya juga ya 🙂

Tolong, baca artikel ini denga intonasi yang tenang, pikiran yang positif, dan khusnudzon (Berprasangka baik) 🙂

 

Alasan Menggunakan External Mail Service

Alasan saya melakukan itu karena penyedia web hosting bersangkutan itu sering melakukan “Emergency Reboot”, saat artikel ini saya tulis pun masih saja melakukan itu dengan alasan Maintenance.

Berikut saya kutip isi email-nya yang terbaru:

Diinformasikan kepada seluruh pengguna layanan <Nama Provider>, kami akan melakukan emergency reboot pada server SG1 cPanel (Cloud Hosting) untuk update sistem dan mengaplikasikan perbaikan pada salah satu permasalahan pada server. Untuk jadwal emergency reboot tersebut akan dilakukan pada:

Tanggal: 29 Agustus 2017
Waktu: 00:50 – 00:55 WIB / 01:50 – 01:55 WITA
ETA: 5 Menit

Efek dari Emergency Reboot tersebut akan membuat website yang berada di server SG1 cPanel akan tidak dapat diakses selama proses reboot berlangsung.

Hormat kami,
Tim <Nama Provider>

Sepele memang, berapa lama sih downtime selama proses reboot berlangsung ?, 5 – 10 menit, tidak akan lama sob !, tapi tetap saja terjadi downtime !

Karena selalu ada notifikasi sebelum dieksekusi, saya bisa melakukan langkah-langkah antisipasi sendiri, tapi saya lama-lama kan jadi merasa tidak tenang karena sering banget sengaja melakukan reboot. Bahkan pernah saya mengalami website saya down lebih dari 5 Jam karena hoster tersebut melakukan upgrade system ternyata menyebabkan crash sehingga tidak bisa booting, begitu penjelasan yang saya dapatkan. Sebenarnya sepenting apa sih upgrade yang dilakukan ?, saya pun memberikan masukan agar lihat dulu dong changelog dari update yg akan diterapkan, lalu nilai urgensinya dan resikonya.

 

Klarifikasi dengan Hosting Provider Bersangkutan

Perlu diketahui bahwa artikel saya ini sudah dibaca oleh pihak provider bersangkutan, dan menerima kritik dan saran saya dengan sangat humble dan open minded. Sebelum saya tulis disini pun sudah saya sampaikan kepada mereka setelah terjadi downtime selama 5 jam itu. Saya kritik agar kedepannya dipertimbangkan dulu changelog dan urgensi terkait upgrade tersebut, apakah worth it untuk dieksekusi ?

Jadi, “Emergency Reboot” tersebut dilakukan karena dilakukannya upgrade kernel dan troubleshooting lainnya yang dengan keterbatasan pengalaman sysAdmin mereka memang proses reload/apply/restart, dsb terkait troubleshooting/ubahan dsb tersebut ya dengan melakukan reboot. Pihak provider bersangkutan berterimakasih karena sudah diingatkan, dan kedepannya akan belajar lebih baik lagi dalam hal apa pun terkait meminimalisir downtime.

Bukan berarti saya lebih jago ya, skill dan knowledge saya masih cetek jika dibandingkan beliau, namanya juga kritik dan saran 🙂

Saya pun memberikan masukan agar sebelum melakukan tindakan upgrade yang nantinya dibutuhkan reboot agar dinilai dulu urgensinya melalui changelog yang dirilis oleh pengembang. Memang tujuannya baik agar selalu Latest Version, tapi yang terpenting pada layanan web hosting adalah uptime tanpa mengorbankan security patch. Jangan seperti provider yang terinfeksi Ransomware yang sempat viral itu yang terlalu mengutamakan uptime tapi mengabaikan security patch 😀

Apalagi dengan mengusung istilah “Cloud Hosting”, maka perihal uptime menjadi perhatian lebih, mengingat tidak banyak pelanggan awam yang tau kalau Failover/Auto Healing itu ada batasannya.

Banyak pengguna awam yang mengira ketika server ingin melakukan reboot maka dialihkan dulu ke server lain selama proses reboot itu berlangsung, hahaha ada-ada saja, reboot ya artinya terjadi downtime 😀

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments

  • Boncel

    kalau menggunakan dns only sja gmna bro ? sama seperti blog ini ?

    • Maksudnya “DNS Only” ?

      Jika ingin menggunakan DNS Server dari CloudFlare, maka kita perlu pakai Name Server dari CloudFlare.

      • Boncel

        iya tapi hosted by: Cloudflare. kalau misal hosted by ovh sas/digytalfyre gmna bro, sama seperti ini: http : // www . whoishostingthis . com / ? q = lukmanulhakim.id

        • Itu nama provider-nya salah bro, tools itu dia ngedetect ASN IP Address dan itu bisa tidak up to date, tidak akurat.

          Hasilnya bukan Hosted by CloudFlare karena lukmanulhakim.id mengarah ke provider hosting langsung, tidak melalui CloudFlare, sedangkan https://www.lukmanulhakim.id (Pakai WWW) yang mengarah ke CloudFlare.

          Tools itu punya keterbatasan yakni ketika kita coba test pakai www, dia akan menghilangkan www-nya.

          Jadi, pada DNS Manager di CloudFlare, hilangkan tanda awan berwarna orange pada A Record Domain Utama, hanya aktifkan pada www saja (CNAME).

          • Boncel

            Owh gitu, terimakasih infonya bro, setting sslnya di cloudflare itu enaknya flexibel atau full ?

          • Kalau SSL di CloudFlare lebih baik Full (Strict).



×
SSL Verified