L

Cara Ampuh Mengatasi Masalah Power Amplifier AXL Audion Mati Sediri


Bismillahirrohmanirrohim


AXL Audion: A3

Ya, secara harfiah memang AXL Audion ini Mati Sendiri, jadi meski Switch masih dalam posisi On, tapi Power Amplifier ini akan Off dengan sendirinya.

Masalah ini saya alami pada AXL Audion A3 dan A6, sedangkan pada A12 (Sub-woofer) tidak terjadi. Perlu diketahui saat artikel ini saya buat, saya memang baru punya tipe A3, A6 dan A12 saja.

Saya sudah bertanya ke forum-forum dan group-group yang relevant, dan hasilnya sama, masalah ini adalah masalah umum atau penyakit bawaan AXL Audion.

 

Penyebab Mati Sendiri

Ketika saya lakukan analisa, penyebab mati sendiri ini adalah Thermistor yang Overheat (Kepanasan).

Thermistor di Rangkaian Soft Start

Ya, AXL Audion menggunakan Soft Start dengan Thermistor, bukan Resistor Batu.

Tujuan dari penggunaan Thermistor ini adalah menghindari PCB Gosong bahkan Kebakaraan (Kemungkinan Terburuk) akibat Resistor Batu Putih yang Overheat.

Pada Thermistor, ketika dia panas, maka Power Amplifier akan Shut Down/Off/Mati karena karakteristik dari Thermistor yang digunakan.

Dari sini kita sudah bisa tau bahwa jenis Thermistor yang digunakan adalah PTC (Positive Temperature Coefficient) yang jika suhunya semakin panas, maka nilai tahanan/resistensinya akan naik juga sehingga berfungsi sebagai Sikring/Fuse yang bisa direset (Akan berfungsi lagi ketika dingin alias Resettable Fuse).

Ini aneh menurut saya, seharusnya rangkaian Soft Start itu menggunakan Thermistor jenis NTC (Negative Temperature Coefficient) yang jika suhunya semakin panas, maka nilai tahanan/resistensinya akan turun, sehingga seluruh aliran listrik mengalir tanpa dikurangi oleh resistensi dari thermistor tersebut.

Pada Resistor Batu, ketika dia panas, maka akan terus panas sampai PCB gosong, resistornya pun pecah.

 

Lantas Apa Penyebab Overheat Tersebut ?

AXL Audion: Soft Start

Penyebabnya adalah karena Relay Kodok alias Relay SLA tidak berfungsi !

Ketika saya ukur, tidak ada tegangan 24V pada kaki Coil Relay yang berfungsi untuk mengaktifkan Relay, juga tidak ada tegangan di Elco yang posisi jalurnya sebelum Coil Relay.

Sebelumnya saya sampai beli Relay SLA baru loh, saya keliru saat itu, saya tidak melakukan test dulu pakai AVO Meter pada bagian kaki Coil Relay apakah ada tegangan atau tidak, tapi saya malah main order Relay SLA baru aja 😀

Fungsi dari Relay adalah untuk menonaktifkan Soft Start (Thermistor), sehingga Thermistor menjadi dingin lagi, karena seluruh arus listrik mengalir tanpa melewati Thermistor atau sebagian saja yang melewati Thermistor.

Dengan kata lain, fungsi Relay SLA itu adalah untuk menshort-kan Thermistor PTC agar Power Amplifier tidak Mati/Off.

Ketika Relay SLA tidak berfungsi, dan Thermistor yang digunakan adalah jenis PTC, ya jelas saja resistensi pada Thermistor menjadi sangat tinggi sehingga Power Amplifier menjadi Off karena tidak ada arus yang bisa melewati Thermistor.

Thermistor memang bisa menjadi Protector terhadap Over Current, nah Over Current pada Thermistor disini terjadi karena Relay SLA tidak berfungsi.

Jika Thermistor yang digunakan adalah jenis NTC dan Relay SLA tidak befungsi, maka Power Amplifier akan tetap On, hanya saja Thermistor akan menjadi sangat panas, dan sangat panas, dampaknya sama seperti penggunaan Resistor Batu.

 

Penyebab Relay SLA Tidak Berfungsi

Peneybabnya ada banyak sekali kemungkinan, dan jujur saja, saya sendiri enggan untuk menelusuri jalur rangkaian untuk menentukan komponen mana yang rusak karena keterbatasan waktu dan berbagai pertimbangan lainnya.

Tapi ada satu komponen yang disinyalir penyebab Relay SLA tidak berfungsi, yakni Kapasitor MKP (Metallized Polypropylene) X2. Tersangka ini adalah menurut kawan-kawan di forum/group.

Spesifikasinya adalah: MKP X2 0.56 uF 280V.

Hanya saja saya tidak melakukan penggantian Kapasitor MKP X2 tersebut, jadi saya tidak bisa membuktikan bahwa penyebabnya adalah itu.

Saya hanya merasa tidak masuk akal saja jika penyebabnya adalah Kapasitor MKP X2 itu, karena fungsi dari komponen tersebut adalah agar Switch On/Off pada panel Power Amplifier tidak menghasilkan Spark/Percikan Api ketika Switch On dan dialiri aurs besar, sehingga usia pakainya jadi lebih lama/awet.

Lagipula Kapasitor MKP X2 dengan spesifikasi 0.56 uF atau 560 nF 250 – 280V itu tidak bisa saya temukan di pasaran, baik Offline maupun Online.  Bisa sih main paralel dua buah Kapasitor MKP X2 dengan nilai berbeda, tapi secara teori saya tidak setuju, maka tidak saya lakukan, trial error yang ujung-ujungnya buang-buang duit gitu saya tidak suka 😀

 

Tindakan yang Saya Lakukan

Karena saya terlalu enggan untuk menelusuri penyebab sebenarnya kenapa Relay SLA tidak berfungsi maka saya mengambil tindakan lain.

Alasan kenapa saya enggan, karena:

  1. Komponen pada Power Amplifier ini ada beberapa diantaranya yang tidak dijual di Indonesia, karena ini Build Up China, saya harus order online langsung ke China sana.
  2. Power Amplifier ini sering dipakai karena untuk jasa penyewaan Sound System, jadi saya harus berfikir cepat dan bertindak cepat, serta menggunakan solusi permanent, bukan sementara.
  3. Saya tidak ingin melakukan trial and error.
  4. Domisili saya di Desa, untuk beli komponen harus ke kota yang jaraknya lumayan jauh, itu pun belum tentu ada, dan di area penjualannya banyak makelar/calo, jadi males nolakin mereka ketika nawarin “Nyari apa ?”, dan kalau sudah mereka yang carikan, harga komponen Rp 2500 jadi Rp 25000, dan biasanya salah spesifikasi juga tapi entah ada ilmu hipnotis atau apa jadi nerima aja meski tidak terpakai, sudah mahal, tidak terpakai pula (Pengalaman pribadi).
  5. Beli Online pun berat di ongkos kirim, dan kembali ke Point No. 1, bahkan di Online Marketplace Indonesia pun ada beberapa komponen yang tidak tersedia.

Lantas tindakan yang saya lakukan adalah menjampernya, alias me-loss-kan Thermistor.

Maksudnya Thermistor saya lepas dari PCB, lalu saya gantikan dengan kawat tembaga biasa.

Thermistor

Saya rasa foto jalur Thermistor di PCB yang saya jamper tidak perlu saya kasih yah, hehe aslinya sih karena lupa capture fotonya 😀

Intinya sih pada bagian ini:

Thermistor di Rangkaian Soft Start

Lepas semua Thermistor-nya, lalu gantikan dengan seutas kawat tembaga atau aluminium yang ukuran diameter-nya muat.

Cukup jamper satu lubang Thermistor sajam tidak perlu ketiganya, karena dia sejalur di PCB.

Tujuan penjamperan ini adalah mensimulasikan Relay SLA ketika menshort Thermistor.

Saya tidak menganjurkan penjamperan pada kaki-kaki jalur Relay SLA, karena fungsi Switch On/Off akan hilang (Tidak berfungsi), jadi ketika Anda pasang colokan listrik Power Amplifier, maka Power Amplifier akan langsung hidup, disertai percikan api di colokan listriknya, meskipun Switch On/Off dalam posisi Off.

Ketika kita jamper Thermistor, maka ketika Switch kita posisikan ke On, jalur pada Relay SLA akan terhubung ke jalur Thermistor, sehingga meskipun Relay SLA tidak berfungsi, tidak masalah.

 

Dengan menjamper jalur Thermistor ini, maka tentu saja fungsi Soft Start pada Power Amplifier menjadi tidak berfungsi lagi alias Disabled.

Soalnya saya sudah tidak ingin menggunakan Soft Start jenis ini lagi, yakni Soft Start yang menggunakan Thermistor, karena rentan mengalami masalah seperti ini, dan menurut referensi yang saya dapatkan di forum, Soft Start yang menggunakan Thermistor ini bikin Power Amplifier mudah mengalami Distorsi/Clipping.

 

Saya memilih opsi solusi ini karena saya ingin solusi permanent, sehingga saya bisa mengalihkan fungsi soft start itu menjadi external, bukan internal lagi.

Sebenarnya bisa saja sih beli Kit Soft Start (Internal) baru yang menggunakan Resistor Batu, tapi kalau ada apa-apa lagi, saya jadi ribet bongkar pasang lagi, lumayan berat loh nih Power Amplifier, dan ribet juga mengeluarkannya dari rack 😀

Artinya saya menggunakan Soft Start dari Stavolt yang saya gunakan saja secara external 😀

Atau kedepannya saya akan menggunakan perangkat khusus Soft Start yang Standalone, maksudnya Soft Start External yang berdiri sendiri seperti sebuah Stavolt.

Tapi untuk memilih perangkat Standalone Soft Start agak Tricky, intinya cari yang bener-bener Switching, bukan cuma Resistor Batu dicor pakai semen, jadi reduksi beban dilakukan hanya beberapa saat setelah Power Amplifier dihidupkan, bukan selama Power Amplifier dihidupkan (Direduksi Resistor Batu terus menerus).

Toh saya tau betul, rangkaian yang saya nonaktifkan ini cuma sebuah Soft Start saja, jadi untuk rangkaian Protector lainnya masih berfungsi, seperti Speaker Protector, dsb.

 

Bagi Anda yang ingin menggunakan solusi lain yakni agar kembali standard, alias Soft Start Thermistor menjadi normal lagi, maka coba saja ganti Kapasitor MKP X2 yang saya bahas sebelumnya.

Saya pribadi lebih memilih menggunakan Soft Start External saja 😀

Sebenarnya saya menyesal beli Power Amplifier AXL Audion ini, Spare Part-nya susah !, After Sales-nya jelek !

 

Semoga Bermanfaat 🙂

 


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified