L

Ternyata Beginilah Cara Manual Mengaktifkan Dual BIOS Recovery pada Motherboard Gigabyte


Bismillahirrohmanirrohim


Tentu saja yang muncul di pikiran saya adalah bagaimana cara memicu atau mentrigger fitur Dual BIOS itu agar melakukan overwrite/re-flashing main BIOS menggunakan backup BIOS.

Tapi metode seperti itu sangat jarang terdokumentasikan, bahkan oleh pihak Gigabyte sendiri !

Justru saya menemukan tutorialnya di forum luar dengan judul “[GUIDE] Forcing backup BIOS on Gigabyte motherboards“.

 

Berikut saya kutip step by step-nya:

Ran into some problems today so I’ve decided to make a guide on how to kick-start the backup BIOS.

Method #1:
1. Shut your PC down (if you’re reading this guide, than your PC isn’t working anyways)
2. Hold the power button until the PC starts and shuts down again
3. Press the power button again, your backup BIOS should kick in now and should re-flash the main BIOS if there’s anything wrong with it.

Method #2:
1. Shut your PC down
2. Hold the power AND the reset button for about 10 sec, than release.
3. Backup BIOS should kick in anytime soon now.

Method #3:
Had to use this one in order to get my 990FXA-D3 working again. Backup BIOS kicked in using method #2, but I was back to the good ol’ no signal state once the procedure finished..
1. Short out pins 1 and 6 on the main BIOS chip (pin #1 should be marked with a red dot or whatever)
2. Tell a friend (or a relative) of yours to press the power on button
3. Remove the ghetto-like jumper you’re holding between pins 1 and 6 as soon as you hear a beep.
4. Backup BIOS should kick in again and everything will (hopefully) be fine.

Uhm yeah, that’s about it, I guess.
P.S Please bare in mind that the 3rd method should only be used if you have the following options:
Option #1 Follow my dumb advices.
Option #2 RMA the board.

Pada kasus saya, di motherboard yang saya gunakan, saya berhasil memaksa BIOS recovery menggunakan Method #2.

Setelah BIOS berhasil direcovery, saya langsung melakukan flashing ulang menggunakan @BIOS dan EC FW Update Tool, karena jika tidak diflashing ulang, ketika PC saya matikan dan kemudian saya hidupkan lagi, BIOS tetap rusak, harus dilakukan metode force recovery itu lagi.

 

Akhir kata,

Memang apa pun itu, jika sudah pakai cara auto-atuto’an, maka pasti ada manual override-nya alias manual triggering-nya 😀

Itu diperlukan, karena fungsi otomatisasi seringkali gagal mendeteksi, lalu gagal menjalankan tugasnya secara otomatis.

Tapi, kadang auto recovery dari Dual BIOS ini tertrigger bahkan ketika saya melakukan memory overclocking, ketika saya mengkonfigurasi timing terlalu ketat, eh Dual BIOS-nya tertrigger untuk auto recovery 😀

Sampai-sampai ada yang bilang kalau BIOS punya Gigabyte ini mudah corrupt/crash, termasuk saya juga bilang begitu, sampai saya renungkan lagi, mungkin memang auto recovery-nya saja yang bisa terpicu ketika BIOS fail akibat setting timing saat memory overcloking yg terlalu ketat.

Dalam kasus saya ini, BIOS/Firmware benar-benar rusak/corrupt akibat fTPM lupa saya disable dan saya clear sebelum melakukan tindakan BIOS Flashing 😀

Anehnya, fungsi dasar diagnosis dari mobo dan VGA malah false alarm !

Debug LED di mobo menyala di bagian VGA seolah-olah VGA-nya rusak, Power Input Status di VGA berkedip-kedip yang artinya Power Input tidak stabil, padahal tidak demikian.

Dengan hasil diagnosis seperti itu, praktis saja saya memvonis bahwa PSU-nya rusak, lalu ikut merusak VGA saya, dan ikut merusak Motherboard saya.

Tapi, karena saya ingat bahwa Motherboard ini memiliki fitur Dual BIOS dan sebelumnya saya melakukan Flashing BIOS, maka saya terselamatkan oleh fitur Dual BIOS, saya tidak perlu bongkar pasang lagi untuk klaim garansi/RMA Motherboard, PSU, dan VGA. Saya hanya cukup mentrigger BIOS recovery-nya saja, problem solved.

Dari pengalaman saya ini membuktikan bahwa fitur auto-auto’an bisa gagal, sehingga mengharuskan kita melakukan manual recovery, dan juga membuktikan bahwa fitur diagnosis seperti Debug LED, Beep/Buzzer, dan lainnya bisa saja salah dalam mendiagnosa.

Betapa ribetnya kan troubleshooting itu 😀

Itulah pentingnya sharing, karena sharing is caring, berbagi itu artinya peduli, maka saya berharap pengalaman saya ini bisa menyelamatkan orang lain yang kasusnya sama, sehingga tidak perlu bongkar komponen/hardware di PC untuk kemudian dilakukan RMA, sungguh menguras waktu, tenaga, pikiran, dan uang. Kerugian makin besar ketika dalam proses RMA itu, PC tidak bisa digunakan untuk menghandle pekerjaan.

Semoga Bermanfaat 🙂

Dewaweb - Cloud Hosting Terbaik !

Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



WordPress Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *