L

Membersihkan O2 Sensor dengan Hydrochloric Acid: Nyaris Kembali Baru


Bismillahirrohmanirrohim


O2 Sensor Kembali Normal

Artikel ini saya tulis menggunakan Smartphone, meski layar cukup lega yakni 5.5 Inch tapi Virtual Keyboard ini bikin saya frustasi 😀

Oke saya coba tulis dan semoga bisa bertahan sampai selesai, jika intro di atas masih ada, berarti artikel ini ditulis sampai selesai menggunakan smartphone.

Kali ini saya akan sharing mengenai cara membersihkan O2 Sensor menggunakan Hydrochrolic Acid (HCl), bagi kita yang tidak punya alat Ultrasonic Cleaner, maka menggunakan Hydrochloric Acid bisa menjadi solusi paling ampuh daripada menggunakan Acetone dari TB/Carb Cleaner atau bahkan di rendam dalam bensin yang malah bikin karbon luntur dan menutupi bagian Zirconia Ceramic (ZrO2) yang masih terbuka.

 

Warning: Jika O2 Sensor punya kamu versi lama yg seperti subject experiment saya di artikel ini, Wajib baca dulu artikel cara melepas O2 Sensor disini, karena O2 Sensor jenis ini beresiko rusak cuma karena cop nya dilepas dengan prosedur yang salah !

 

Lucu memang, ada yang membersihkan cuma disemprot angin bertekanan, dan ada yang extreme pakai sikat kawat, gk ngefek !

Bahkan tidak cuma O2 Sensor saja, membersihkan Busi pun bisa nyaris kembali seperti baru. Tapi tidak saya sarankan karana sejatinya busi bisa membersihkan dirinya sendiri pada suhu idealnya.

Bagi kamu yang tidak tau dimana cara mendapatkan Hydrochloric Acid, maka kamu bisa dapatkan dengan mudah di toko-toko seperti mini market yang menjual peralatan dapur dan rumah tangga karena kita bisa dapatkan dengan membeli cairan pembersih porselen seperti Harpic, Prostex, dsb

Warning: Harus gunakan Hydrochloric Acid dari produk pembersih porselen saja karena relatif lebih aman untuk sensor dan manusia, karena HCl itu asam kuat, jangan beli HCl yang di toko kimia !

 

Gejala O2 Sensor Lemah

Gejala O2 Sensor melemah hanyalah AFR menjadi semakin rich saja dari sebelumnya, seiring waktu, makanya motor-motor Close Loop awalnya warna busi akan putih bersih tiap kali ganti busi baru, tapi lama-lama menjadi coklat dan bahkan merah bata tanpa Piggyback di penggantian busi selanjutnya.

Hal itu berdampak pada konsumsi bahan bakar yang semakin boros, karena Stoich bergeser, koreksi ECU pun keliru.

Optimalnya, O2 Sensor yang umum digunakan di sepeda motor, yakni jenis Narrowband, Single/Double Wire, tanpa heater itu diganti tiap 50.000 KM atau 5 Tahun.

Cukup worth it memang, tapi masalahnya ada di ketersediaan part penggantinya yang mesti indent.

O2 Sensor ini sebenernya layak diperlakukan layaknya busi, selalu distock di bengkel, tapi kesadaran masyarakat umum soal efisiensi, environtment friendly, resource saving, dsb masih rendah, jangankan O2 Sensor, busi saja diganti ketika sudah mati saja, kan ?

Lucunya, O2 Sensor melemah bisa jadi kabar baik untuk pengguna Knalpot Free Flow, karena tidak perlu repot pakai O2 Manipulator atau Resistor untuk meningkatkan AFR menjadi lebih rich agar knalpot tidak nembak-nembak.

Banyak unit motor pengguna O2 Manipulator dengan usia 5 tahunan yang pada akhirnya menonaktifkan O2 Manipulator karena tanpa itu pun knalpot free flow nya sudah tidak nembak-nembak lagi.

Kalau O2 Sensor tewas, gejalanya sama seperti ketika kabelnya dilepas dari socket, yakni AFR menjadi sangat rich, bensin boros parah, busi hitam penuh dry carbon fouling.

Kondisi Busi Non-projected Insulator Ketika O2 Sensor Error

 

Caranya

Jika Hydrochloric Acid sudah didapatkan, tinggal tuang ke dalam wadah kaca (Wajib kaca) seperti cangkir misalnya, kemudian masukkan O2 Sensor ke dalamnya dengan posisi vertikal.

Ingat, yang direndam cuma bagian ujungnya saja, jangan kena drat nya.

Karena pada drat itu ada lapisan Anti-seizing dan Anti-corrotion, akan hilang jika terkena HCl.

Perendaman O2 Sensor: Depan

Diamkan beberapa menit bahkan jam, tapi jangan terlalu lama. Sebiknya bertahap tiap 15 menit, angkat, sikat, bilas, kalau kurang bersih, ulangi lagi.

Lakukan juga pada bagian luar jika perlu.

Ini tidak berlaku pada O2 Sensor jenis non-removable wire.

Perendaman O2 Sensor: Belakang

Kalau perlu masukkan Hydrochloric Acid ke dalam Zirconia Tube di O2 Sensor.

Hati-hati HCl jangan mengenai bagian Metal Shell, alasannya sama, di Metal Shell ada lapisan Anti-corrotion dan Anti-seizing.

Finishing bisa disikat menggunakan sikat plastik biasa (Bukan kuas), seperti sikat gigi bekas, jangan gunakan sikat kawat.

Pembilasan cukup menggunakan air mengalir dan sabun sampai kesat, kemudian langsung dikeringkan pakai kain lap bersih (Microfiber) atau tissue.

Prosesnya bisa diulang-ulang sesuai tingkat kebersihan yang diinginkan, sebaiknya jangan overkill/berlebihan, karena O2 Sensor ditakdirkan kotor layaknya busi, pembersihan cuma sebagai refreshing saja tidak perlu dilakukan berkala, O2 Sensor saya ini pertamakali dibersihkan setelah digunakan selama 5 tahun, sejauh 78rb’an KM.

Semakin sering dibersihkan dengan Hydrochrolic Acid, maka permukaan Zirconia Ceramic akan semakin terkikis sedikit demi sedikit, tidak banyak memang.

Untuk mempercepat pengeringan bagian dalam Zirconia Tube, bisa dituangkan Alkohol 70% atau 90% kedalamnya agar Ethanol dari Alkohol tersebut menguap membawa sisa-sisa air di dalamnya.

Jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung atau dipanasi di api kompor agar air menguap dan kering, kalau banyak waktu, angin-anginkan saja.

 

Hasilnya

Dari seperti ini:

O2 Sensor Honda PGM-FI: Depan

O2 Sensor Honda PGM-FI: Samping

Menjadi seperti ini:

O2 Sensor Kembali Bersih: Depan

O2 Sensor Kembali Normal

O2 Sensor Kembali Bersih: Samping

Kemhali putih ya ?, nah itu kemampuan “Sense of Oxygen” nya akan meningkat, sehingga sensor menjadi lebih akurat.

Ini ditandai kondisi warna busi yang lebih bersih tanda AFR menjadi lebih lean dari biasanya. Misal jika awalnya merah bata, maka cuma akan berwarna coklat saja.

Tapi tidak akan bisa seperti baru lagi, resiko stoich geser masih ada, meski kecil.

Bagian protective shield memang tidak bisa kinclong lagi karena sudah terlalu sering terpapar panas hingga di atas 300ºC, lagipula bagian itu bukanlah sensor, hanya pelindung saja agar Zirconia Tube tidak pecah terbentur sesuatu, karena bagian Zirconia di paling ujung itulah yang paling rentan (Fragile).

 

Idealnya, O2 Sensor bukan dibersihkan, tapi diganti secara berkala tiap 50.000 KM atau 5 Tahun.

Jadi, sekali pasang O2 Sensor, selama itulah dia tidak disarankan untuk dibongkar lagi, kecuali untuk penggantian.

Tindakan pembersihan ini cuma solusi sementara saya untuk meminimalkan dampak borosnya bensin karena O2 Sensor melemah seiring penggunaan yang lama.

Itu idealnya, belum tau orang Indonesia aja 😀

Busi standard nickel yang disarankan ganti tiap 8000 KM tanpa menunggu busi tewas/mati pun banyak yang tidak menggangi busi kecuali sudah tewas.

Karena prinsip ekonomisnya begitu, mengingat sisi ekonomis dari fuel saving tidak signifikan menurut sebagian orang, dan masalah environment friendly dan resource saving tidak begitu penting bagi mereka.

Padahal alasan kenapa Busi dan O2 Sensor diganti tidak menunggu tewas dulu itu agar kita selalu mendapatkan performa optimal, baik secara performa mesin maupun konsumsi bensin.

Tapi dalam hal ini O2 Sensor pada sepeda motor, banyak juga yang merasa worth it untuk ganti berkala, ketika mengingat masa pakainya yang lama dan harganya pun worth it juga jika dilihat dari lamanya masa pakai, masalahnya O2 Sensor baru tidak umum dipasaran, haus pesan/indent dulu, dan harganya bisa mahal karena faktor kelangkaan.

Sebagai gambaran, harga O2 Sensor baru untuk sepeda motor itu tidak jauh beda dengan harga sebuah busi iridium, worth it kan ?

Update: Rentang harga Rp 100.000 sampai Rp 250.000.

Kalau O2 Sensor Anda versi lama seperti di artikel ini dan sudah diapakai 5 tahunan, sepertinya cukup sepadan jika diganti ke versi baru ini:

O2 Sensor OEM Honda PGM-FI: Desain Lama VS Baru

Karena relatif lebih aman dibongkar pasang untuk dibersihkan saja.

 

Akhir Kata

Setidaknya, dari tutorial membersihkan O2 Sensor ini, masalah AFR yang menjadi lebih rich dari seharusnya bisa sedikit teratasi tanpa perlu ganti O2 Sensor baru, dan konsumsi bensin sedikit lebih irit dari sebelum dibersihkan.

 

Semoga bermanfaat 🙂

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments



×
SSL Verified