L

4 Tahun Pakai Komstir Laher Bambu, Beginilah Kondisinya !


Bismillahirrohmanirrohim


Komstir Bearing Bambu: Bagian Bawah

Saya menggunakan komstir bearing bambu ini sudah lebih dari 4 tahun pada motor Old Vario 125i saya, karena saya kecewa dengan komstir bawaan/standard yang cepat oblak itu.

Saking seringnya oblak, komstir sering disetting di bengkel (saat saya masih belum bisa handle sendiri), dengan cara digetok pakai pahat, sampai baut-bautnya rusak semua, saya sampai order satu set baut-baut komstir ketika saya bisa handle sendiri urusan komstir, dengan teknik dan alat yang tepat, kerusakan baut komstir bisa diminimalisir.

Baut-baut Komstir

Baut Komstir Baru

Saya heran, motor udh bongsor-bongsor kayak Vario 125i, pihak pabrikan masih menggunakan komstir yang notabene adalah common part yg juga digunakan oleh motor jadul imut-imut macam Honda Grand 😀

Saya cuma 1x saja mengganti satu set komstir standard, dan masalah komstir oblak pun masih terjadi dalam waktu singkat. Makanya saya maklumi saja, yah komstir Honda Grand dipasang di Vario 125i, emang udah segitu umurnya 😀

Kemudian berdasarkan logika saya itu, saya pun mencari solusi komstir lain yang lebih heavy duty, dan ketemulah dengan komstir bearing/laher bambu (Needle Bearing) ini yang umum digunakan pada sepeda motor offroad.

Oh ya, sebenernya istilah “Needle Bearing” agak kurang tepat, karena bentuknya kerucut, needle bearing bentuknya lurus, nah saya lupa istilah yang benar untuk bearing bambu berbentuk kerucut ini, ada yang tau ?

Sebenarnya saat itu saya disuguhkan dua pilihan, yakni bearing bambu, atau apa lah namanya yang masih seperti standard yakni pakai ball bearing, namun ada bagian warna birunya yang saya tidak tau itu apa, produk yang saya maksud adalah komstir Enduro dari SKF.

Dan pilihan saya jatuh pada bearing bambu, padahal merek-nya agak tidak familiar yakni merek Kawa, saat ini saya lihat sudah ada merek lain dan bahkan tanpa packaging, entah merek apa bearingnya.

 

Alasan saya memilih bearing bambu adalah konstuksinya yang lebih kokoh, dan sudah terbukti heavy duty menurut banyak review pengguna yang sudah menggunakannya.

Ketika saya awal-awal ingin menggunakan bearing bambu, saya sudah membekali diri saya dengan beberapa informasi penting, yakni teknik pengaplikasian grease pada bearing bambu (Cari aja di YouTube), dan juga tips dari teman di group/forum kalau pakai komstir jenis bearing bambu ini kalau ada terasa oblak seiring pemakaian, maka itu bukan karena aus, tapi karena grease yang kering, solusinya tinggal bongkar komstir, tambahkan/ganti grease baru lagi, komstir pun kembali normal.

Pada pemakaian 2 tahun, gejala oblak terasa, kalau sebelumnya saya tidak dapat tips soal grease yang kering, mungkin saja saya akan paksa mengencangkan settingan komstir 😀

Lalu saya lakukan pembongkaran, dan benar saja, grease memang tipis sekali dan sudah hitam parah, hebatnya tidak ada keausan sedikit pun.

Kemudian grease lama itu saya bersihkan pakai bensin, lalu saya bilas pakai aceton/TB cleaner, lalu saya ganti grease baru dengan teknik pengaplikasian yang tepat, komstir bearing bambu pun kembali normal.

Seiring waktu berlalu, saya yang 2 tahun lalu masih punya banyak waktu luang untuk bongkar komstir, sekarang udh sulit nyari waktunya, apalagi saat ngurusin urusan nikah dan resepsi kawinan, komstir yang terasa oblak pun saya biarkan, padahal sudah tau itu indikator grease sudah kering dan berpotensi keausan, kalau dulu begitu terasa oblak langsung saya bongkar dan re-greasing, kalo sekarang tidak, saya biarkan saja 😀

Lama-lama, yang awalnya cuma terasa oblak/longgar, khususnya ketika melakukan pengereman menggunakan rem depan, kemudian muncul gejala aneh yakni stang menjadi liar, liarnya itu karena terjadi delay ketika bermanuver.

Ngeri kan stang ada delay pas bermanuver gitu ? 😀

Saya sudah yakin komstir aus karena saya biarkan dalam kondisi grease kering/minim pelumasan.

 

Ketika saya bongkar, benar saja, kondisinya seperti ini:

Komstir Bearing Bambu: Steering Race Bagian Bawah

Itulah yang menyebabkan handling stang motor ada delay/jeda-nya, jadi pada lintasan bearing itu ada slot/celah yang ketika bearing berputar, perputarannya menjadi tidak halus, tapi mengisi slot di depannya. Bisa dibayangkan kan yah maksudnya gimana ?

Tapi lucunya, bagian bearingnya tidak ada aus yang signifikan, bahkan bisa dikatakan tidak ada aus.

Komstir Bearing Bambu: Bagian Bawah

Pada gambar diatas terkesan ada keausan, tapi itu cuma noda bekas grease aja kok.

Keausan yang parah hanya terjadi pada lintasan bearing bagian bawah saja, sedangkan bagian atas aman, mulus, sayangnya saya lupa mengambil foto bagian lintasan bagian atas itu, hanya bearing bagian atas saja yang pastinya tidak ada aus.

Komstir Bearing Bambu: Bagian Atas

Perhatian: Foto-foto diatas itu saya ambil setelah dibersihkan, karena saya fokus menyoroti soal tingkat keausannya, bukan kondisi grease-nya.

Dari situ saya paham, kalau beban terberat pada komstir adalah pada bagian bawah.

Dan dari pengalaman ini, bisa saja ketika terjadi keausan, yang diganti cuma lintasan bearing bambunya saja.

 

Pada saat itu saya sekaligus melakukan experiment, yakni apakah dengan kondisi keausan seperti itu, dan hanya dilakukan penggantian grease, handling stang menjadi normal kembali ?

Hahaha alasan aja sih, experiment kepepet, padahal saya cuma merasa ngeri aja kalau harus nunggu 3 hari proses pengiriman paket ketika saya order komstir bearing bambu baru penggantinya 😀

Ingat bro, handling stang ada delay dan jadinya liar 😀

Hasilnya, ternyata dengan kondisi keausan separah itu, cuma dengan mengganti grease baru, handling stang motor menjadi normal lagi, dan ini sudah lebih dari 2 bulan sampai artikel ini saya tulis, hanndling masih normal !

Sepertinya celah/slot dari keausan itu masih masuk toleransi yang bisa diisi oleh grease, sehingga pergerakan/perputaran bearing kembali smooth atau lancar, asik banget 😀

 

Mungkin, kalau saja saya tidak melakukan pembiaran ketika gejala oblak sudah terasa, keausan seperti itu bisa dicegah.

Memang untuk urusan bongkar komstir mesti mengalokasikan waktu lumayan banyak, tenaga, dan kesiapan menghadapi ribetnya urusan bongkar komstir. Komstir bearing bambu oblak disaat yang tidak tepat sih 😀

Andai saja urusan grease untuk komstir bearing bambu ini seperti di bearing di mobil yakni bisa pakai metode “Kocok Gemuk” yah, pasti lebih simple, soalnya untuk mengaplikasikan grease pada bearing jenis ini tidak bisa sembarangan asal oles, mesti masuk ke celah-celah di dalamnya.

Oh ya, ada yang menyalahkan kelemahan komstir bearing bambu adalah tidak sempurnanya dudukan karet seal yang notabene diperuntukkan untuk komstir standard, tapi menurut saya itu tidak tepat, karena karet seal itu cuma dust seal, untuk mencegah debu masuk ke dalam bearing, bukan menahan agar grease tidak turun.

Berkurangnya grease pada bearing bambu memang jelas terlihat karena grease-nya turun/jatuh ke bawah, tapi itu karena memang grease-nya sudah rusak akibat pemakaian, menjadi encer, tidak kuat lagi menempel di permukaan komponen.

 

Semoga bermanfaat 🙂


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified