L

Ketika Saya Harus Menggunakan Windows


Bismillahirrohmanirrohim


Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Saat artikel ini saya tulis, saya adalah Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Teknik Informatika di Indonesia, dan kampus saya masih belum Go Open Source, tapi tentu saja secara bertahap ada dong arah ke situ, wajar saja karena memang Closed Source Proprietary Software masih mendominasi “Pasar” pekerjaan di Indonesia, tentu saja lembaga pendidikan mengikuti itu kan ?, saya yakin dan optimis bahwa nanti kampus saya itu akan Go Open Source lebih maksimal lagi suatu saat nanti. Go Open Source buan berarti Anti Closed Source.

Maka penggunaan software bajakan rasanya dimaklumi saja dalam rangka pendidikan, ya kan ?, aplagi itu sangat menguntungkan pihak pengembang software berlisensi tersebut.

Setidaknya ada dua kondisi dimana software bajakan itu diperbolehkan bahkan secara tidak langsung didukung oleh perusahaan besar dibalik software proprietary bersangkutan, yakni dalam rangka untuk Pendidikan dan untuk Penggunaan Pribadi (Personal). Tujuannya agar para lulusan dari lembaga pendidikan dan juga para pengguna personal itu akan ketergantungan dengan software berbayar, harapannya sih ya tentu saja beli lisensi-nya, karena untuk penggunaan komersial jelas dilarang keras, pihak perusahaan tidak main-main untuk memberantas penggunaan software bajakan untuk penggunaan komersial.

Sikap dan tindakan saya ya sebisa mungkin menyeimbangkan antara keahlian menggunakan proprietary dan juga free open source software, agar tidak menjadi ketergantungan yang pada akhirnya juga bermasalah ketika mencari nafkah untuk keluarga saya nantinya.

Alhamdulillah, sejak Android ada dan mendominasi pasar Mobile Devices, masyarakat awam pun sudah tau bahwa OS tidak cuma Microsoft Windows, Office tidak cuma Microsoft Office, Image Manipulation tidak cuma Adobe Photosphop, dsb.

Sampai-sampai, Microsoft Office untuk Android benar-benar gratis, begitu juga versi Online/WebApps-nya 😀

Begitu juga Microsoft Windows saat ini file *.iso-nya sudah bebas didownload di situs resmi Microsoft, dan upgrade dari versi sebelumnya ke Windows 10 yang digratiskan (Biasanya kalau Upgrade harus bayar lagi), serta secara tidak langsung para pencinta bajakan bisa dengan mudah mengaktivasi Windows sejak versi 8.x hingga versi 10 terbaru saat artikel ini saya tulis.

Coba saya bertanya kepada Anda, bukankah saat ini Windows dan Microsoft Office semakin mudah saja dibajak ?, Full Activated, bisa menggunakan fitur Update pula :D, jadi tidak cuma sekedar menghilangkan warning agar melakukan aktivasi saja seperti pada versi Windows terdahulu. Ironisnya, cara aktivasi-nya dengan cara menghubungi Line Telpon Toll-free resmi dari Microsoft, yang biasa disebut “Aktivasi pakai Skype”, menggunakan Skype agar bisa gratis melakukan panggilan ke luar negri, karena nomor yang dihubungi adalah Toll-free yang tidak berlaku untuk negara Indonesia.

Dulu sempat ada “Gifaway” yang memungkinkan Aktivasi Ilegal bisa Permanent yakni dengan menginstall Windows Media Center di Windows 8, tapi saat ini sudah tidak bisa lagi.

Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan atau membuat “Teori Konspirasi” terhadap Microsoft yah :D, itu semua hanya hasil pengamatan saya selama ini sebagai praktisi IT, mungkinkah perusahaan sebesar Microsoft tidak bisa mencegah Pembajakan terjadi yang sekarang bahkan menjadi semakin mudah saja ?

Di Indonesia bahkan ada forum yang termasuk besar yang secara vulgar memiliki Thread yang membagikan Tips dan Trick bagaimana cara membajak produk-produk Microsoft, utamanya Windows dan Office.

Well, menurut pakar IT yang saya kenal, memang pembajakan itu dibutuhkan agar pengguna software tersebut menjadi banyak dan ketergantungan, utamanya adalah pengguna dalam rangka pendidikan dan pengguna pribadi, perusahaan hanya keras terhadap pembajakan untuk penggunaan komersial, karena pengguna itu tentu saja mendapatkan uang dari penggunaan software tersebut. Contoh paling tepat adalah Warnet (Warung Internet) dan Game Center.

Semua kembali ke diri kita masing-masing, apakah ingin menjadi target tersebut yakni menjadi pengguna yang ketergantungan pada software proprietary ?

Awalnya hobi editing foto pakai Adobe Photoshop, bikin Vector pakai CorelDraw, lama-lama hobi itu jadi usaha yang menghasilkan uang. Artinya berawal dari penggunaan pribadi lantas menjadi penggunaan komersial, ditinjau dari sudut pandang hukum dunia dan agama ya salah. Masalahnya para pelaku itu ketika sudah menjadi pengguna komersial biasanya enggan membeli lisensi, enggan memasukkan lisensi sebagai bagian dari anggaran modal usaha. Toh software-software tersebut dibeli cuma sekali saja (Owned), software adalah alat, ibarat ketika kita ingin buka usaha bengkel, tentu kita perlu beli alat-alat-nya kan ?, ingatlah bahwa dalam dunia komputasi itu ada Software dan ada Hardware, keduanya kedudukannya sama, hanya berbeda di wujud-nya saja, yang satu tidak bisa disentuh secara fisik, yang satunya lagi bisa disentuh secara fisik.

Coba dulu sejak awal hobi itu ditekuni, software yang digunakan adalah GIMP untuk editing foto dan InkScape untuk pembuatan grafis vector, maka ketika hobi itu menjadi usaha yang menghasilkan pun akan aman dan selamat dunia dan akhirat 🙂

 

Menurut Hukum Agama

Saya adalah muslim yang berkeyakinan bahwa Software Bajakan dan segala macam yang Bajakan itu hukumnya haram, terlalu banyak dalil dan fatwa ulama robbani yang mendukung kesimpulan itu. Karena ada perbedaan pendapat, maka jatohnya ke hukum syubhat, maka prinsip seorang muslim yang “Cari Aman” adalah menghindari hal-hal yang syubhat, karena kaidahnya semua yang syubhat adalah haram. Artinya pantang bagi seorang Mu’min untuk melakukan sesuatu yang syubhat, dan konsekuensi haram tentu saja berdosa.

Demi Allah, saya tidak mau menafkahi keluarga saya dengan uang yang dihasilkan dari penggunaan software bajakan !, jika toh software berbayar itu harus digunakan, tidak ada alternatif lain, ya saya beli lisensinya, yang namanya bisnis kan perlu modal ?, termasuk modal biaya untuk lisensi, entah itu one time payment/owned ataupun leased (Berlangganan).

 

Itulah kenapa, meskipun kampus saya sangat proprietary software oriented, saya tetap meluangkan waktu saya untuk mempelajari free open source software, dan percaya atau tidak itu justru menguntungkan saya, saya sering “Dipakai” untuk menghandle server ketika client memutuskan untuk migrasi dari Windows Server ke Linux Server.

Ada banyak kisah menarik terkait Skill dan Knowledge saya pada Linux and Free Open Source Software (FOSS), singkat kata: “Ilmunya Mahal !” 😀

Sudah banyak yang tau kok kalau jasa Support dalam menghandle Linux itu mahal ongkosnya, khususnya Linux Server, maka dari itu meski menawarkan Free of Charge Software, kita di Open Source masih bisa mendapatkan keuntungan. Coba lihat Android, itu Google Inc dapat duit dari mana coba ?, well, coba perhatikan di Android Device yang Anda miliki, pasti ada produk google kan ?, uniknya meski pun sudah menggunakan Custom Rom pihak ketiga seperti CyanogenMod dan MIUI sekalipun, para pengguna Android pasti juga akan memasang Addon G-Apps :D, CEO CyanogenMod sampai-sampai mengatakan Google itu “Tirani” bagi Android 😀

Saya hanya ingin sharing bahwa mendapatkan uang tidak melulu soal menjual lisensi saja.

 

Oh ya, tidak melulu software saja, bahkan konten media seperti musik dan video pun ketika sudah bajakan tidak peduli hanya graber/embed saja, tetap saja haram karena menyebarkan konten bajakan, apalagi jika sampai level pembajak dan uploader.

Kan di Indonesia banyak tuh “Peternakan Uang” dengan cara membuat situs download MP3 dan software bajakan yang dipenuhi iklan yang iklan itu kebanyakannya juga ilegal seperti judi, dsb, enak memang beberapa bulan sekali “Panen Uang” jutaan rupiah. Tapi kehalalannya patut dipertanyakan alias syubhat, sudah tau kan kaidah syubhat menurut hukum agama Islam yang sudah saya share di atas ?

Saya lebih memilih menjadi blogger saja yang sembari share informasi bermanfaat juga bisa dimonetize dengan memasang iklan dari Ads Network yang ramah terhadap pengunjung, seperti Google AdSense. Itu yang disebut “Halalan Toyyiban”, yakni tidak hanya halal saja, namun juga baik dan bermanfaat. Agama Islam tidak hanya mengutamakan kehalalan saja, namun juga kebaikan dan manfaat. Kita diwajibkan Sholat 5 Waktu, itu sejatinya adalah kebaikan untuk Fisik dan Jiwa (Ruh yang bersatu dengan Badan) kita juga.

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments



×
SSL Verified