L

Faktanya Inilah Kelemahan V-Belt Baru Motor Matic Honda yang Double Cog


Bismillahirrohmanirrohim


V-Belt Double Cog Rusak

Ketika saya mengendarai sepeda motor saya, kok feelnya beda dibandingkan biasanya yang tarikannya enteng, saya merasa tarikan agak berat.

Saya pun memutuskan untuk melakukan DIY maintenance pada sepeda motor saya.

Ketika saya cek semuanya, ada beberapa yang menjadi masalah, jadi saya tidak bisa menyalahkan masalah penurunan performa sepeda motor saya cuma karena masalah V-Belt yang kondisinya seperti pada foto di atas.

Awalnya saya coba bongkar busi dulu, saya melihat warna busi yang hitam tapi kering, bukan Dry Carbon Fouling, saya pun mengira bahwa O2 Sensor yang tempo hari sudah saya ganti rusak lagi, saya pun tidak berani langsung menyimpulkan.

Saya kemudian memeriksa celah kerenggangan klep, dan ternyata klep Ex sudah berubah celahnya, lebih renggang dari seharusnya, oke celah klep sudah disetting ulang.

Selanjutnya saya langsung beralih ke sektor CVT, karena saya curiga Rollernya oblak, tapi saya mendapati kondisi Roller yang perfect banget padahal sudah digunakan lebih hdari 10.000 KM, biasanya dalam jarak pemakaian segitu sudah agak oblak, meski tidak parah minimal ada coakan di rollernya, tapi ini tidak, dan itu saya tau sebabnya, nanti saya share di artikel selanjutnya 😀

Beralih ke V-Belt, saya kaget, kok rontok gitu pada bagian Cog-nya, yakni pada bagian luarnya !

Lucunya, bekas rontokannya tidak saya temukan di dalam ruang CVT 😀

Saya amati lebih seksama lagi, ternyata memang benar gigi luar V-Belt ini agak ringkih juga ketika V-Belt disiksa naik turun di Pulley.

Jadi bagian yang rontok itu terjadi karena gerak turun dari V-Belt ketika deselarasi.

 

Tapi ini saya hanya bilang “Mungkin” saja ini kelemahan V-Belt jenis ini, karena pada bekas yang rontok itu saya melihat ada serat putih yang mungkin saja itu adalah ketidaksempurnaan blending karet pada belt sehingga mudah rontok. Rontoknya itu mungkin karena karet menjadi getas.

 

Apakah Saya Kapok ?

Hmmm baru juga 1x terjadi, kalo begini sih tinggal ganti baru aja, karena jujur saja saya katakan bahwa V-Belt Double Cog ini banyak banget kelebihannya, yakni lebih lentur ketika ditekuk dengan diameter sekecil mungkin di Pulley, sehingga potensi terjadi keretakkan pada sela-sela gigi bagian dalam menjadi lebih kecil, tentu saja V-Belt jadi lebih awet.

Saya tidak bisa menyimpulkan bahwa penurunan performa pada motor saya akibat rontoknya V-Belt ini, saya juga tidak menemukan adanya keausan tidak normal pada permukaan pulley.

Motor saya sudah cukup tua, jadi ada banyak komponen yang sudah menurun performanya, apalagi saat saya lakukan maintenance tadi juga saya mendapati bahwa sealing capability dari ring piston juga sudah mulai menurun, jadi Oli Mesin dengan Viscosity Grade SAE 0W-20 yang biasa saya pakai pun terjadi penguapan/penyusutan yang signifikan banget.

Mengenai masalah oli itu, karena saya posisinya lagi di Desa, susah nyari PCMO SAE 5W-30 sebagai penggantinya (Saya memutuskan naik grade ke 30wt), jadi saya lakukan penggantian oli menggunakan HDEO 15W-40 sekalian melakukan flushing.

Makanya setelah serangkaian maintenance yang saya lakukan tadi, performa motor saya masih agak berat, meski lebih mendingan daripada sebelumnya, kemungkinan karena oli mesinnya, karena dari 0W-20 ke 15W-40 itu jauh banget bedanya, jadi feel berkendara juga lebih berat. Saya masih tidak bisa memastikan apa dampak dari rontoknya V-Belt ini.

Perlu diketahui bahwa pada bagian celah gigi V-Belt bagian dalam tidak terjadi keretakkan, padahal V-Belt ini sudah digunakan cukup lama yakni 15.000 KM, biasanya V-Belt biasa (Single Cog) sudah mulai ada keretakkan, karena CVT saya sudah tidak standard Per CVT-nya.

Hahaha…. ini resiko melakukan maintenance dengan banyak tindakan perbaikan, jadinya rancu 😀

Karena jujur saja, V-Belt ini saya sadari mengalami kerontokan sesaat ketika mau saya pasang kembali, saya tidak menyangka 😀

 

Selanjutnya saya akan mengganti V-Belt dengan yang baru, masih menggunakan Double Cogged, tapi sudah bisa ditebak tentu saja performa motor akan lebih baik karena menggunakan V-Belt baru, jadi masih misteri apa dampaknya ketika gigi luar V-Belt Double Cogged mengalami rontok seperti ini.

 

Semoga bermanfaat 🙂

Ada yang mengalami masalah yang sama seperti ini ?


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified