L

Jangan Anggap Remeh saat Kalibrasi TDS dan pH Meter !


Bismillahirrohmanirrohim


Whole House Water Filtering: Cartridge

Tak terasa lumayan lama juga saya tidak publish artikel baru di blog ini yah, yang saya lakukan hanya update engine, plugin, theme, dsb dari blog ini saja dan passion saya ngeblog tidak seperti saat saya dalam tahap pembangunan blog ini 😀

Hilangnya saya dari peredaran Social Media juga secara otomatis membuat saya jarang online, kecuali jika memang diperlukan saja.

Kali ini saya ingin sharing sesuatu yang bikin saya kesal juga ketika saya mempelajari segala sesuatu tentang Water Treatment, yakni TDS Meter dan pH Meter.

 

Kenapa Saya Kesal ?

Well, ada banyak sebenarnya yang membuat saya kesal, khususnya beredarnya TDS Meter Fake/Palsu/KW di pasaran yang dijual layaknya produk Ori dan sedikit yang kritis mengenai itu.

Tapi yang ingin saya soroti di artikel ini adalah mengenai tutorial dan informasi menyesatkan dari para penjual dan pengguna alat ini di YouTube ketika saya searching video review-nya, rata-rata saya menemukan video bagaimana cara mengkalibrasi TDS Meter dan/atau pH Meter.

Dan semuanya SALAH TOTAL prosedurnya !

Pertama, prosedur kalibrasi tidak dilakukan pada suhu cairan dan ruangan 25°C. Ini faktor vital karena TDS dan pH sangat dipengaruhi oleh suhu.

Meskipun TDS Meter yang masih baru Anda kalibrasi ulang dengan larutan 342 ppm, hasil bacaannya bisa beda karena dilakukan tidak di suhu 25°C, begitu juga pH Meter yang masih baru meski Anda kalibrasi ulang dengan larutan pH Buffer 6.8, hasil bacaannya bisa beda, karena dilakukan tidak pada suhu 25°C.

 

Kedua, Kenapa sih alat TDS/pH Meter yang masih baru selalu disarankan untuk dilakukan kalibrasi ulang yang caranya pun salah ?, padahal alat itu sudah dikalibrasi oleh produsen/pabriknya saat proses pembuatan (Pre-calibrated) yang tentunya dilakukan dengan Standard Procedure Operation (SOP) yang benar.

Misalnya TDS Meter, di pabriknya sudah dikalibrasi dengan pendekatan 342 ppm pada suhu 25°C, dan pH Meter sudah dikalibrasi di pabriknya dengan pendekatan pH 6.8 pada suhu 25°C.

Itu adalah Default Setting dari kedua alat tersebut. Karena diasumsikan alat tersebut digunakan untuk General Purpose Water Measurment, yakni Tap Water (Air di Rumah), Water Treatment (Air yang diolah lagi misal dilakukan proses filtrasi), Drinking Water (Misal Reverse Osmosis).

Alat ini baik itu TDS maupun pH Meter adalah Single Point Measurment, meskipun TDS Meter memiliki range pengukuran 0 – 9999 ppm dan pH Meter memiliki range pengukuran pH 0 – 14. Tapi jika sudah masuk kategori “Wide Range” maka hasil bacaannya bisa beda.

Banyak kok yang mengalami, alat TDS Meter baru dicelupkan pada larutan kalibrasi 1382 ppm hasil bacaannya berbeda, selain karena dilakukan tidak pada suhu 25°C, juga karena TDS Meter tersebut terkalibrasi dengan larutan 342 ppm pada suhu 25°C di pabriknya.

Begitu juga pH Meter, meski dicelupkan pada larutan kalibrasi pH 6.8, hasil bacaannya akan berbeda, padahal di pabriknya sama-sama dikalibrasi dengan cairan pH 6.8, itu terjadi karena pH Buffer yang dijadikan patokan adalah berupa serbuk yang dicampur ke dalam air, nah ini sangat terpengaruh dengan pH asal air yang digunakan dan juga volume air yang digunakan, selain tentu saja juga faktor suhu yang tidak berada di 25°C.

Itulah yang membuat saya kesal, karena saya tidak nyaman melihat sesuatu yang salah beredar luas di masyarakat !

Akibat kesalahan itu, larutan/cairan kalibrasi TDS Meter dengan spesifikasi 342 ppm sangat sulit didapatkan di pasaran Indonesia, khususnya secara online, jika pun ada, harganya jadi sangat mahal, lebih mahal daripada alat TDS Meter-nya, yang ada cuma 1382 ppm yang lucunya hanya bisa diset jadi 1380 yakni jadi 138 x10, karena TDS Meter-nya cuma 3 Digit nomor di display-nya 😀

Seharusnya larutan kalibrasi yang ideal itu adalah 1000 ppm, bukan 1382 ppm. Karena TDS Meter umumnya memiliki display 3 digit yang mana jika menggunakan larutan kalibrasi 1000 ppm kita bisa atur menjadi 100 x10, sedangkan jika menggunakan larutan kalibrasi 1382 ppm maka tidak bisa presisi karena diatur hanya menjadi 1380 ppm yakni 138 x10 saja.

Ada lagi larutan kalibrasi 90 ppm yang ideal digunakan untuk TDS Meter yang akan digunakan untuk mengukur air hasil Reverse Osmosis dan Demineral.

Tapi saya kecewa karena di pasaran saat ini yang tersedia cuma larutan kalibrasi TDS dengan spesifikasi 1382 ppm, 342 ppm sudah ada sih, tapi mahal banget karena Import USA.

Saya bisa saja sih membuatnya sendiri dengan mengkalibrasi larutan NaCl (Natrium Klorida) atau Garam Ikan/Garam Murni (Bukan garam masak) ke dalam Destilated Water yang jumlah NaCl saya sesuaikan dengan TDS Meter yang sudah dikalibrasi di pabriknya yakni 342 ppm, tentu saja pada suhu cairan 25°C.

Anggap saja sebagai “Restore Default” untuk mengantisipasi kejadian tidak disengaja yakni tidak sengaja memutar skrup kalibrasi pada alat TDS Meter atau terjadi pergeseran trimer kalibrasi karena alat sering digunakan.

Tutorial cara membuatnya mungkin lebih baik saya tulis pada artikel berbeda saja ya, intinya sih jika umumnya alat TDS Meter dikalibrasi dengan larutan NaCl, maka dalam membuat larutan kalibrasi ya sebaliknya, larutan NaCl yang dikalibrasi dengan TDS Meter di suhu 25°C 😀

Bisa jadi bisnis nih jual larutan kalibrasi TDS 342 ppm 😀

 

Lalu Apa yang Harus Dilakukan ?

Pertama, jangan pernah lakukan kalibrasi ulang (Re-calibration) pada unit TDS dan/atau pH Meter yang masih baru karena sudah dikalibrasi di pabriknya, kecuali beli Second.

Kondisi dimana harus dilakukan kalibrasi ulang adalah jika alat itu dilakukan tidak standard/default, misalnya TDS Meter akan digunakan pada cairan dengan TDS > 500 ppm bahkan > 1000 ppm. Atau pH Meter yang akan digunakan untuk mengukur cairan dengan pH < 4 atau > 9.

Jika digunakan untuk mengukur air minum, tidak usah dikalibrasi 😀

TDS Meter dan pH Meter adalah Single Point Measurment meski kemampuannya secara teknis bisa mencakup semua range yang ada, namun akurasi menjadi tidak akurat jika range-nya terlalu jauh/lebar dari point kalibrasi.

 

Kedua, Jika kondisi yang mengharuskan kalibrasi ulang Anda alami, maka lakukan kalibrasi pada suhu cairan 25°C. Meskipun suhu ruangan/lingkungan di atas itu, misal 30°C.

Bagaimana caranya ?

Caranya adalah dengan mendinginkan cairan terlebih dahulu dalam kulkas, jangan sampai beku yah 😀

Lalu siapkan wadah yang berisi es batu atau air es, rendam wadah yang berisi larutan kalibrasi di dalam wadah berisi es tersebut dan ukur suhu larutan kalibrasi dan harus 25°C, jika sudah mendapatkan suhu 25°C maka proses kalibrasi bisa dilakukan.

Cara paling mudah adalah melakukan kalibrasi pada ruangan berAC dan atur suhu AC sedemikian rupa agar mencapai suhu 25°C, tapi bukan suhu ruangan yang penting disini, tapi suhu cairan kalibrasi tersebut.

Selanjutnya jika kalibrasi sudah dilakukan dengan benar, maka cairan apa pun yang nanti kita ukur tidak perlu pada suhu 25°C, apalagi jika alat TDS Meter dan pH Meter sudah mengadopsi teknologi ATC (Automatic Temprature Compensation).

Oh ya, ATC inilah yang menyebabkan hasil pengukuran bisa berbeda-beda pada cairan yang sama jika suhu cairan tersebut berbeda.

Karena ATC menjadikan suhu cairan sebagai variabel tambahan agar akurasi pengukuran lebih akurat, karena secara teknis suhu pada cairan mempengaruhi TDS dan pH pada air.

 

Kesimpulan

Alat pengukur seperti ini tidak bisa sembarangan dalam prosedur kalibrasi, apalagi hasil pengukuran disajikan dalam bentuk angka digital yang akurat dan apalagi jika sudah menggunakan teknologi ATC. Semua alat ukur apa pun pasti sudah dikalibrasi di pabriknya saat proses pembuatan dengan standard default untuk general purpose/umum.

Maka dari itu, jika TDS Meter dan/atau pH Meter digunakan untuk mengukur air secara umum seperti air minum, air sumur, air sungai, air hasil treatment seperti filtrasi, reverse osmosis, dsb, maka alat TDS Meter dan pH Meter tidak perlu dikalibrasi sejak saat masih baru.

Alat TDS Meter dan pH Meter adalah Single Point Measurment yang akan mengurangi akurasi jika digunakan pada cairan dengan range yang jauh dari titik kalibrasi dilakukan.

Kalibrasi ulang = Mengubah titik pengukuran dilakukan jika ingin memastikan akurasi pada pekerjaan tertentu saja, jika tidak krusial, penggunaan titik pengukuran menengah sudah cukup akurat pada semua range yang ada, misal TDS Meter dikalibrasi dengan larutan 342 ppm sudah cukup baik mengukur range 0 – 1000 ppm, kecuali jika digunakan untuk mengukur TDS > 1000 ppm barulah dilakukan kalibrasi ulang dengan larutan 1000 ppm atau yang umum di pasaran adalah 1382 ppm. Begitu juga pH Meter, kalibrasi pada pH 6.8 sudah cukup baik menghandle pH 4 – 9, kecuali jika ingin mengukur pH 0 – 4 barulah dikalibrasi dengan larutan pH 4.0, atau jika ingin mengukur air alkali dengan pH 9 – 14 maka perlu dikalibrasi ulang dengan larutan pH 9.1.

Suhu cairan adalah faktor yang paling sering diabaikan oleh banyak orang dalam melakukan kalibrasi ulang.

Tutorial Kalibrasi TDS Meter dan pH Meter yang beredar di YouTube, dsb itu sepertinya ditujukan pada penggiat Hidroponik dan Aquarium/Aquaponik, bukan Water Treatment. Saya pribadi kurang tau TDS atau pH berapa rata-rata yang mereka handle untuk penggunan tersebut. Kalau untuk Water Treatment sudah jelas tentu saja TDS < 500 ppm dan pH 6 – 7 sesuai standard kesehatan yang berlaku. Kecuali penggiat Alkaline Water perlu kalibrasi ulang pH Meternya agar lebih akurat mengukur pH Alkali/Basa > 9. Terlepas dari kontroversi khasiat air alkali bagi tubuh manusia 😀


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified