L

Faktanya Sepeda Motor Matic Baru Memang Akan Bunyi dan Getar Aneh !


Bismillahirrohmanirrohim


Old Vario 125i: Riwayatmu Kini

Anda dan bahkan saya pastinya akan risih ketika mendapati bunyi dan getar aneh yang terjadi pada motor matic kesayangan, apalagi mengingat kondisi motor itu masih baru.

Karena itulah saya coba renungi dan melakukan experiment, yakni saya punya motor baru yang sejak baru tidak saya apa-apain, cuma ganti oli rutin saja sesuai intervalnya.

Honda Vario: Old 125 dan New 150 PGM-FIOld Vario 125i (Tahun 2012) adalah motor yang sejak baru sudah banyak bebunyian dan gegetaran aneh yang tentu saja langsung saya riset untuk troubleshootingnya.

New Vario 150i (Tahun 2017) adalah motor yang sejak baru tidak saya ubah sedikit pun, perawatan cuma ganti oli saja secara teratur sesuai intervalnya.

Hasilnya ?

Hmmm …

New Vario 150i itu memang awalnya muncul bebunyian dan getaran aneh, tapi bunyi dan getar itu pada akhirnya hilang sengan sendirinya !

Padahal sampai artikel ini saya terbitkan, CVT-nya pun bahkan belum diservice sama sekali !

 

Dari eksperimen yang saya lakukan ini, maka saya bisa menyimpulkan bahwa, bisa saja gejala bunyi dan getar aneh yang bikin risih itu sebenarnya cuma terjadi dalam masa penyesuaian atau biasa kita sebut break-in atau inreyen.

Dalam hal ini adalah break-in CVT !

Nanti, pada akhirnya, ketika V-Belt sudah saatnya diganti ketika odometer mencapai jarak kurang lebih 24.000 KM , itulah saat CVT perlu overhaul/dibongkar total untuk pembersihan total sekaligus memeriksa kondisi part-part lainnya pada CVT, seperti Roller, Slide Piece, dsb

Dengan catatan: Dilakukan sesuai SOP (Standard Operation Procedure), salah satunya adalah jangan dicuci pakai bensin !

Saat artikel ini saya publish, Vario 150i itu belum waktunya service besar CVT alias overhaul CVT, tapi masalah getar dan bebunyian aneh sudah hilang total, padahal sebelumnya muncul loh gejala khas itu, gregel-gregel, gret-gret, dsb.

Bunyi dan Getar aneh itu adalah yang umum dikeluhkan pengguna motor matic, yakni biasa dideskripsikan seperti “gregel,, gregel”, dsb

Tentu ini sifatnya relatif sekali ya sob 😀

Sudah menjadi respon alami kita untuk segera memperbaiki motor kita ketika ada gejala bunyi dan getar abnormal tersebut.

Pada akhirnya, kita jadi mengeluarkan uang yang relatif cukup banyak untuk bolak balik ke bengkel, ke berbagai bengkel, untuk menghilangkan bunyi dan/atau getar aneh tersebut yang biasanya gejalanya akan balik lagi setelah sementara hilang.

 

Hal ini juga relatif sekali tergantung sensitivitas penggunanya, ada yang hyper sensitif sampai-sampai mekanik bengkel pun tidak paham bunyi atau getar yang dimaksud pelanggan tersebut ketika test drive 😀

Atau bisa juga paham, bisa mendengar bunyi atau merasakan getar yang dimaksud, tapi mekanik tersebut menganggap itu wajar, itu normal, yang dia tidak paham bagaimana cara menyembuhkannya, atau paham tapi tau bahwa masalah itu bakalan balik lagi, yang akan membuat pelanggan komplain dikemudian hari.

Perbedaan pendapat soal apakah itu normal atau abnormal memang jadi dilema tersendiri.

Kadang, pelanggan tidak terima ketika diberi jawaban: “Itu wajar”, “Itu normal”.

Alhasil, pelanggan alias pemilik motor itu akan mencoba berbagai bengkel, namun ketika masih tidak puas, dia akan riset sendiri melalui internet (forum, group, dsb), sampai pada titik dia akan beli alat-alat bengkel, dan ngebengkel sendiri.

 

Akhir kata,

Sebaiknya sabar saja, selama sepeda motor masih bisa dikendarai dengan normal, toh tujuan menggunakan motor kan untuk transportasi, ketika motor itu sudah berhasil mengantarkan kita sampai ke tujuan dengan selamat, maka fungsi dari diciptakannya motor itu menjadi terpenuhi.

Saya sering naik angkutan umum yang kondisi kendaraannya reot, ada bebunyian dan getar-getar aneh, tapi saya biasa saja, pada akhirnya saya sampai ke tujuan saya dengan selamat, kok.

Saran saya, simpan uang Anda, hemat waktu Anda, pikiran Anda, dan tenaga Anda untuk hal yang lebih penting ketimbang masalah bunyi dan getar aneh pada sepeda motor.

 

Terkadang, jadi “rider mati rasa” itu baik, asal tidak keterlaluan saja 😀

 

Percayalah, saya adalah salah satu rider yang hyper sensitif terhadap feel berkendara pada sepeda motor saya !

Dan itu menghabiskan uang saya cukup banyak, bikin pikiran saya pusing, dan menyita waktu serta tenaga saya !

Sebagai kompensasinya, saya jadi dapat pengalaman dan ilmu, serta keahlian.

Tapi tetap saja capek 😀

 

Tidak ada yang sempurna !

Ketika kita mencoba menyempurnakan sepeda motor, maka kita akan rugi !

Misalnya ketika saya menyempurnakan sepeda motor saya keluaran tahun 2012, eh tahun berikut dan berikutnya lagi sudah keluar lagi versi baru yang merupakan revisi dari produksi tahun sebelumnya.

Pada akhirnya motor tahun 2012 itu sayang untuk dijual, karena terlalu banyak pengorbanan yang saya berikan untuk motor tersebut hingga menjadi final and perfect !

Ketika produsen motor itu saja dalam memproduksi motor tersebut sudah melakukan berbagai cost reduction, cost efficiency, masa kita sebagi pengguna akhir mau-maunya riset lagi yang artinya menambah cost lagi ?

 

Yah, memang akhir-akhir ini pandangan saya sudah berubah, apalagi setelah menikah dan apalagi setelah mendapatkan hasil experimen saya pada Vario 150i itu 😀

Sekarang, saya punya project yang lebih penting, yakni mendidik anak saya menjadi manusia yang baik, taat, jenius, religius, dan berguna untuk agama dan negara.

 

Motor kesayangan saya dulu, kini sudah jadi budak saya, lihat saja pada foto pertama di artikel ini 😀

“Dulu kau manja, sekarang kau harus kerja !”

 

Saya akui bahwa statement saya ini relatif, karena saya tau diluar sana masih banyak yang memperlakukan motor harian seperti motor racing, memperlakukan jalan raya umum seperti sirkuit racing, memperlakukan motor harian seperti motor kontes modifikasi.

Itu hak masing-masing individu maunya gimana, kalau saya sekarang ini sudah tobat 😀

Penyebabnya apa lagi kalau bukan karena saya sudah menikah dan punya anak 😀

Saya memang tidak sampai ke level tipikal rider salah kaprah di atas, saya cuma sebatas menyempurnakan motor saya, mengatasi semua masalahnya, meningkatkan fiturnya dan performanya, masih dalam batas elegan.

Tapi itu tidak sia-sia, karena berkat itulah saya bisa belajar, dan sebagian bisa saya share di blog ini, kan ?, yah meski tidak bisa saya share semuanya juga sih karena berbagai sebab dan alasan 😀

 

Jadi, next time, kalau saya beli motor lalu bermasalah, tinggal saya jual saja, lalu beli motor lain !

Saya sudah tidak punya waktu lagi untuk itu semua, setelah menikah, saya harus fokus menghasilkan uang, bukan menghabiskan uang.

 

Ini adalah pengalaman saya 😀

Semoga bermanfaat 🙂


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



SSL Verified