L

Ganti CVT Grease ?, Jangan Dibersihkan dengan Bensin !


Bismillahirrohmanirrohim


CVT Overhaul

Assalamu’alaikum sob 🙂

Sudah lama ya sepertinya saya tidak update artikel mengenai Otomotif di Blog saya ini, khususnya Motor Matic 😀

Yah, seperti Tagline Blog ini, “Learning by Doing”, maka saya cenderung “Sharing What I Doing” 😀

 

Akhir-akhir ini saya bergelut dengan Development Blog ini sendiri sob, dalam hal ini mengenai “Hunting” Web Hosting, dan tetek bengeknya.

Yah mengingat Blog itu adalah Log/Catatan saya, maka yang seperti itu meski minat pembacanya kurang banyak, tetap saja Passion saya untuk Share/Menulis-nya lebih semangat sob 😀

 

Oke, sebagai informasi saja ya sob, kalau mau ngebersihin CVT Grease saat ingin menggantinya, maka jangan pernah dibersihkan menggunakan Bensin atau Fluida Solvent lainnya yang bisa melarutkan Pelumas/Grease, seperti Penetrant dan Acetone (Carb/TB Cleaner), dsb

Informasi ini khusus untuk DIY Mania dan Teknisi yang menghandle Perawatan CVT sendiri.

 

Kenapa ?

Selain karena di Secondary Sheave terdapat komponen yang terbuat dari Karet (Rubber) yakni Seal-seal dan O-Ring (sudah tau kan Karet benci Solvent ?), juga karena pada Secondary Sheave terdapat Ball Bearing yang terbungkus Rubber Seal bawaan-nya yang mana dibawahnya juga ada Grease bawaan-nya.

Ball Bearing

Ball Bearing

Nah masalahnya, Ball Bearing di Secondary Sheave itu berjenis Single Rubber Seal, hanya bagian yang menghadap ke luar yang dilindungi Rubber Seal, sedangkan bagian dalam tidak. Bagian dalam itulah yang akan terkena Bensin jika Anda membersihkannya dengan Besin.

Bensin kan Fluida/Ciaran ya sob, jadi bisa mengalir ke celah-celah sempit.

Dari sisi yang tidak terproteksi Rubber Seal itu, masuklah Bensin kebagian dalam Ball Bearing yang mengandung Grease bawaan saat perakitan di Pabriknya. Posisi Grease itu tepat di sisi yang dilindungi dengan Rubber Seal. Maka Grease itu akan rusak, dan proses menggantinya tidak mudah.

 

Bukankah Bisa Diolesi Grease Baru Lagi ?

Oh jangan salah sob 😀

Alasan kenapa Grease pada Ball Bearing harus diproteksi Rubber Seal bukan cuma untuk melindungi dari kontaminasi debu, dsb saja. Tapi juga agar Grease tidak muncrat kemana-mana 😀

Buktikan saja deh, olesi Ball Bearing itu dari belakang dengan Grease baru, lalu gunakan motor berkeliling, jalan-jalan ringan, dan bongkar lagi. Pasti Grease-nya akan hilang, keluar dari area Ball Bearing.

 

Apakah Bearing Itu Bisa Diganti ?

Bisa banget sob, baik Ball Bearing maupun Needle Bearing di Secondary Sheave bisa diganti hanya Bearing-nya saja, tidak perlu beli satu set.

Proses menggantinya pun mudah, persis seperti mengganti Bearing pada Velg Roda Depan Motor 😀

Mengganti Grease pada Ball Bearing harus melepaskan Bearing itu dulu, dan mengaplikasikan Grease baru pada sisi yang dilindungi Rubber Seal-nya. Itu pun tidak direkomendasikan, karena proses melepaskan Rubber Seal beresiko merusak Rubber Seal itu sendiri.

 

Perlukah Mengganti CVT Grease Secara Berkala ?

Menurut saya ya sob, kita sebenarnya tidak perlu melakukan yang namanya mengganti CVT Grease secara berkala !

Karena penggunaan Grease itu bukan tanpa alasan, selain memang desainnya seperti itu, juga karena Overhaul CVT itu bisa dikatakan Service Besar sob, baik itu Effort yang mesti dilakukan dan Biaya yang mesti dikeluarkan.

Maka, idealnya penggantian CVT Grease itu dilakukan ketika terjadi kerusakan saja, yang itu lama sekali sob jangka waktunya.

Tidak Percaya ?

Anda akan bisa menghemat uang yang signifikan sob, karena harga Movable Secondary Sheave, Pin Guide, Ball Bearing, Needle Bearing, itu harganya murah. Meski kendalannya di masa yang akan datang memang di ketersediaan Spare Part itu sendiri.

Tapi itu cuma kekhawatiran saja sob, faktanya menurut pengamatan saya, part-part itu akan rusak dalam waktu penggunaan lebih dari 5 Tahun dan itu pun jika penggunanya sembarangan !

 

Saya heran sob, kenapa kok repot banget ganti CVT Grease secara berkala ?, ada yang tiap 5000 KM, ada yang tiap 10.000 KM.

 

Iya memang CVT Grease itu murah, cuma kisaran Rp 15.000 saja untuk sekali pakai yang dijual ATPM, tapi ongkos Overhaul CVT umumnya mahal, akan konyol sekali melakukan Overhaul CVT cuma untuk mengganti CVT Grease itu saja. Pernah ?

 

Coba Anda pikirkan, Komstir dan Bearing di Velg misalnya, itu bukankah kalau Oblak ya ganti baru ?

Nah begitu juga Bearing di Secondary Sheave, begitu juga Movable Sheave dan Pin Guide, diganti jika sudah Oblak saja, dan sekali lagi, dalam penggunaan normal, itu lama banget waktunya.

Sepengalaman saya sih sob, rusaknya itu bisa lebih dari 5 bahkan 8 Tahun loh, meski CVT Grease tidak pernah diganti 😀

 

Perhatian: Dengan catatan tidak terendam/menerabas Banjir !, kalau itu sih kalau Banjir udah reda, langsung ganti CVT Grease 😀

Bencana alam itu memang selalu jadi Disclaimer 😀

 

Dengan Cara Apa Membersihkan CVT Grease yang Benar ?

Caranya cukup dengan disapu/dilap dengan Tissue saja 😀

Kenapa Tissue ?

Karena Grease itu bikin frustasi tersendiri kalau nempel ke Kain Lap, nanti boros air, detergent, effort, waktu, tenaga, dsb lagi deh saat mencuci Kain Lap itu, mending pakai Tissue jadi ketika sudah penuh Grease lama, buang saja ke Tong Sampah 😀

Akan lebih mantap lagi jika Anda punya kain-kain bekas, biasanya bisa kita dapatkan di industri pakaian atau tukang jahit.

 

Bukankah Masih Ada Sisa ?

Come on !, bukankah kita kalau Ganti Oli Mesin juga demikian ?

Ingat sob, mengganti Lubricant itu sejatinya mengurangi Kontaminan pada Grease lama dengan cara membuang sebagian besar Lubricant lama, lalu mengapliasikan/menggantikannya dengan Lubricant baru.

Dan jangan lupa, pengaplikasian Grease harus sesuai SoP, yakni jumlah Grease dalam satuan Gram.

Saya heran, repot banget sampai ngedrain oli semalaman cuma agar memastikan oli mesin yang keluar sampai tetes terakhir kayak iklan susu saja 😀

Sampai-sampai ada yang pengen instant dengan menyemprotnya dengan angin bertekanan tinggi (Kompresor).

Itu namanya “Overkill”, berlebihan 😀

 

Kesimpulan

Membersihkan CVT Grease jangan pakai Bensin, karena lebih banyak efek merusak daripada memperbaiki, lagipula CVT Grease tidak perlu dibersihkan sampai bersih sampai Kinclong sebelum mengaplikasikan Grease baru. Sisa residu bensin juga tidak baik terhadap Grease baru.

Dan sebaiknya pikirkan untuk tidak Overkill dan Wasting Time and Money dalam merawat CVT Motor Matic, jangan mengganti CVT Grease secara berkala. Gantilah ketika ada gejala kerusakan seperti Seal yang Bocor, dan Bearing yang Aus, serta Movable Secondary Sheave dan Pin Guide yang Aus. Karena setiap Lubricant punya yang namanya MTBF (Mean Time Between Failure), CVT Grease umumnya punya MTFB hingga 5 Tahun lebih.

Tentu harus dilakukan pengecekan berkala yang dalam praktiknya seringkali tidak perlu Overhaul, cukup membuka Cover CVT saja untuk memeriksa kebocoran Seal, bisa dilihat dari lelehan Grease yang muncrat kemana-mana di area CVT.

Khusus DIY Mania (punya Special Tools dan Skill), maka jika masih ingin memastikan, lepaskan Secondary Sheave dari Drive Shaft (As-nya), namun tidak perlu dilakukan penggantian CVT Grease jika kondisinya masih bagus, meskipun sudah hitam, pasang lagi saja. Ini kalau di Bengkel, ongkosnya mahal, jangan minta dilakukan seperti ini yah 😀

 

Awet tidaknya Grease di CVT itu berkaitan langsung dengan Habbit/Riding Style, Bencana Alam khususnya Banjir, dan Kerusakan Komponen Seal.

Jangan suka ngegas sambil narik handle Rem, khususnya saat terjebak macet, dan khususnya bagi para Wanita dan terkhusus lagi bagi para Ibu-ibu 🙂

Karena itu dapat menyebabkan Overheat yang dapat merusak Seal-seal di Secondary Sheave dan melelehkan Grease-nya. Cirinya akan ada bekas Overheat di Mangkok Kopling (Outer Clutch) yakni bekas pijar/gosong dengan warna kebiru-biruan.

Selain Bencana Alam khususnya Banjir, mengenai Riding Style salah itu juga masuk Disclaimer juga terhadap Statement saya diatas mengenai “Tidak perlu mengganti CVT Grease secara berkala”, karena itu semua sudah termasuk “Abuse”. Lalu Lintas Macet bukan masalah, yang masalah adalah suka narik Throttle/Gas sambil narik Handle Rem saat Stop and Go di kemacetan.


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified