L

Jangan Tanya Merek !, Inilah Beberapa Ciri-ciri Umum Radiator Coolant Bebas Glycol


Bismillahirrohmanirrohim


Liquid Performance: Glycol Free Racing Coolant

Artikel ini semoga menjadi pelengkap dari artikel sebelumnya yang mensosialisasikan penggunaan coolant tanpa glycol pada kendaraan kita.

Ada banyak saran yang masuk ke saya terkait artikel itu, yakni agar saya mencantumkan daftar merek coolant apa saja yang bebas glycol.

Masalahnya saya tidak bisa melakukan itu karena begitu banyaknya merek yang ada, bukankah memberikan ciri-cirinya lebih baik daripada membuat list yang bisa saja ada produk yang seharusnya masuk daftar malah tidak termasuk ?

Nah karena itulah disini saya mencoba membahas ciri-ciri produk radiator coolant bebas glikol agar tanpa perlu tanya merek ini itu pun Anda sudah tau bahwa produk itu bebas glikol.

 

Perhatikan Labelnya

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melihat labelnya, disitu akan ada berbagai informasi terkait produk, biasanya juga penggunaan istilah-istilah marketiing.

Pada Glycol Free Radiator Coolant, biasanya ada istilah “All Season” dan istilah yang menunjukkan bahwa produk itu diperuntukkan untuk iklim tropis, dan juga tidak adanya penggunaan istilah “Anti-freeze” pada label.

Seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya bahwa Anti-freeze itu adalah istilah marketing dari aditif Glycol baik itu Ethylene Glycol maupun Propylene Glycol pada coolant.

Radiator Coolant tanpa Glycol biasanya hanya disebut Radiator Coolant sesuai namanya produk itu adalah Coolant (Pendingin), bukan Anti-freeze (Anti Beku).

Di luar negri sana yang iklimnya sub-tropis yakni ada musim dingin/salju-nya, penyebutan produk yang satu ini biasanya menggunakan nama atau istilah Anti-freeze ketimbang Radiator Coolant 😀

 

Harganya Beda

Ada kalanya kita tidak bisa menilai kualitas produk dari harga, karena harga yang lebih murah belum tentu berkualitas jelek.

Mengenai harga, tentu saja coolant tanpa glycol lebih murah karena tidak ada biaya produksi untuk penambahan aditif glycol pada coolant.

 

Produksi Lokal

Negara kita ini beriklim tropis, secara teknis tidak membutuhkan Anti-freeze, maka produk-produk lokal seringkali tidak menambahkan glycol pada produknya, selain agar harga jual menjadi lebih murah, juga mengingat Anti-freeze tidak dibutuhkan di Indonesia.

Bahkan, produk bermerek International yang pada target pemasaran di negara beriklim sub-tropis selalu menambahkan aditif Anti-freeze, tapi ketika mereka memproduksi produk yang khusus ditargetkan untuk negara tropis seperti Indonesia apalagi diproduksi secara lokal di Indonesia, mereka membuat varian coolant tanpa aditif glycol.

Saya pernah membaca artikel review berbagai macam merek coolant baik import maupun lokal cuma dengan berpatokan pada konsentrasi kandungan glycol di dalamnya, itu kurang tepat karena yang terpenting dari sebuah coolant adalah aditif inhibitor-nya.

Selama kita menggunakan produk yang jelas dan terdaftar, merek yang jelas dan tedaftar, dan harga yang wajar, maka tidak perlu khawatir.

Asalkan tidak menggunakan produk palsu, Insya Allah aman 😀

 

Tidak Ada Aroma Glycol

Untuk hal ini diperlukan pengalaman, yakni pengalaman menghandle coolant yang mengandung glycol baik itu ethylene glycol maupun propylene glycol, keduanya punya aroma atau bau yang khas yang mana aroma itu tentu saja tidak ada pada coolant tanpa glycol.

Saya kira semua orang tentu pernah mencium aroma coolant yang mengandung glycol, khususnya ethylene glycol, maka saya yakin semua bisa tau bedanya.

Coolant yang mengandung Ethylene Glycol memiliki aroma manis dan katanya rasanya juga manis (Saya tidak pernah coba). Maka pastikan aroma itu tidak ada pada coolant yang Anda beli jika Anda ingin menggunakan coolant yang tidak mengandung glycol.

 

Tekstur Cairan dan Warna yang Berbeda

Ini sebenarnya sama saja dengan tips sebelumnya, dibutuhkan pengalaman juga, karena keduanya berbeda.

Tekstur cairan coolant yang tidak mengandung glycol biasanya lebih encer, dan itu berimbas pada warna cairan yang lebih bening/transparan.

Ingat !, warna ya pewarna, tidak ada hubungannya coolant berwarna biru, hijau, pink, merah, kuning dengan kandungan kimia di dalamnya.

 

Akhir Kata

Saya kira cukup itu saja tips yang bisa saya share disini, semoga tidak ada pertanyaan lagi soal merek, merek, dan merek, soalnya kalau saya nyebut merek ya jadinya saya ikut mempromosikan, sedangkan saya tidak dapat reward dari produsen merek tersebut dan saya tidak berafiliasi pada produsen mana pun, diendorse pun tidak 😀

Harap maklum, karena dulu ketika awal-awal saya mengkampanyekan penggunaan glycol free radiator coolant, saya justru memblow up 2 merek produk radiator coolant yang semula tidak laku, menjadi laku keras karena saya nyebut merek, dan saya tidak dapat apa-apa karena selain saya tidak jualan, saya juga tidak dapat royalti atau semacamnya 😀

Juga kasihan kan merek-merek lain yang sebenarnya bagus juga, glycol free juga, tapi hanya karena saya tidak menggunakannya, maka saya tidak sebutkan mereknya, malah tidak dilirik oleh orang-orang yang berminat menggunakan glycol free radiator coolant.

Hal semacam ini juga pernah terjadi ketika saya mensosialisasikan Penggunaan MTF Gear Oil AP GL pada Gearbox/Gardan Motor Matic 😀

Bahkan saya sempat menuruti permintaan pembaca, sehingga artikel daftar produk MTF Gear Oil yang recommended pun saya buat 😀

Tentu saja dampaknya besar, bahkan merek yang jadi High Recommendation saya sampai memasarkan produk Scooter Gear Oil yang isinya API GL dengan SAE 80W-90 dengan kemasan isi 120 mL dikhususkan untuk pengguna sepeda motor matic, sampai-sampai penjualannya dibundling dengan produk oli mesin khusus motor matic mereka, padahal produsen merek itu awalnya memasarkan oli gear/gardan motor matic yang isinya adalah oli mesin.

Apakah saya dapat sesuatu dari itu semua ?, tidak 😀

Tapi bukan itu tujuan saya membuat artikel sesuai request pembaca itu, tapi karena murni menuruti permintaan pembaca, itu saja.

Maka dari itu, artikel semacam ini yang membahas ciri-ciri secara umumnya saja itu lebih baik, karena membuka kesempatan pada merek produk lain yang sejenis untuk menawarkan produk mereka, dan berpotensi digunakan oleh pembaca yang kebetulan produk tersebut mudah didapatkan oleh pembaca.

 

Semoga bermanfaat 🙂


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified