Kategori Software

KZ aptX Bluetooth

Salah satu penyebab Audio Wireless Bluetooth Device seperti Headphone, IEM (In-ear Monitor), dan Headset menghasilkan kualitas suara output yang sangat jelek adalah karena teknologi Bluetooth yang digunakan sudah aptX, teknologi milik Qualcomm itu ternyata tidak secara otomatis didukung oleh chipset Bluetooth lainya Intel Dual Band Wireless-AC 3168 yang saya guanakan di PC saya yang juga menggunakan OS Windows 10.

Kalau di smartphone ya jelas saja sudah support, karena smartphone saya menggunakan SOC dari Qualcomm 😀

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sebenarnya Windows 10 sekarang ini sudah mendukung aptX, tapi ya tanpa “Diberitau” secara manual, Windows 10 tiak akan tau bahwa Bluetooth Audio Device yang terhubung melalui Bluetooth Advanced Audio Distribution Profile (A2DP) itu menggunakan teknologi aptX atau SBC (Low Complexity Subband Coding), SBC adalah codec umum yang digunakan pada Audio Bluetooth Device biasa non-aptX, ya iya lah 😀

Sebelumnya saya menyebut kata “Codec”, yupz, itu cara manual kita untuk ngasih tau ke Windows 10 bahwa device yang kita gunakan ini menggunakan teknologi aptX, ya bisa dikatakan juga “Driver” lah ya 😀

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Custom Memory RGB Lighting Controller V-GeN: Desktop Shortcut

Saya termasuk salah satu pengguna memory (RAM) V-Gen sejak dulu, apalagi kalau bukan karena produk varian murah alias “Value”-nya dengan jaminan Limited Lifetime Warranty (Garansi seumur hidup) yang sangat-sangat mudah dalam proses RMA (Return Merchandise Authorization) alias klaim garansi, bahkan kita bisa trade in alias tukar tambah untuk upgrade (tidak bisa untuk downgrade), asiknya harga RAM kita selalu dihargai harga baru, tidak ada hitungan penyusutan karena bekas pakai. Karena memang tidak ada yang namanya “RAM bekas”, mengingat dalam proses manufacturing modul RAM itu sendiri pasti dilakukan testing dan validasi entah itu soal kompatibilitas maupun stabilitas, apalagi untuk RAM high end yang biasanya dilakukan proses burn test, untuk V-Gen Tsunami X ini sendiri dilakukan burn in selama 168 jam atau 24 jam 7 hari penuh, non-stop.

Catatan: Beberapa dealer/service center tertentu mungkin mengenakan tarif untuk trade in, sekitar 50rb, 100rb, 150rb, dsb, khususnya bagi kita yang tidak beli RAM itu ditempat mereka sejak awal.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



ASUS ROG Strix GL503VD: Badge Windows 10 Pro

Pada kebanyakan laptop saat ini, sudah build in dengan OEM Windows 10 original, yang masing-masing manufacturer sudah menyediakan versi OEM mereka sendiri yang disesuaikan untuk tipe laptop/pc yang mereka produksi.

Kenapa demikian ?

Karena dengan menggunakan image OEM Windows 10 khusus itu, kita tidak perlu repot-repot melakukan instalasi driver, patch, dan konfigurasi apa pun lainnya setelah melakukan reset pada Windows 10 kita.

Seperti yang kita ketahui bersama, sejak Windows 8.x, Microsoft sudah membuat Windows OS (Operating System) menjadi seperti firmware Smartphone dimana kita bisa melakukan “Hard Reset” ketimbang “Re-install” (Install Ulang) ketika ingin mengembalikan OS kita menjadi dalam kondisi bersih dan fresh seperti setelah melakukan install ulang.

Kalau di Smartphone yang menggunakan ROM (Read Only Memory ) menggunakan firmware yang diperlukan software khusus untuk memflash firmware jika kita ingin menginstall OS yang include dengan segala macam driver dan kustomisasinya, maka pada komputer kita tidak memerlukan prosedur flashing, karena storage-nya menggunakan Harddisk/SSD, kita bisa dengan mudah menginstall OS apa pun pada komputer kita.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified