Kategori Oprekan

Honda Vario: Old 125 dan New 150 PGM-FI

Pada Sepeda Motor, tentu untuk urusan Speedometer selalu menggunakan kabel, ada Kabel Analog yang fungsinya untuk menyalurkan putaran roda ke speedometer, ada juga Kabel Digital yang menyalurkan sinyal listrik dari Speed Sensor.

Analog dan Digital disini bukan jenis panel speedometer-nya yah, tapi kabelnya yang tentu saya systemnya, bukan tampilannya 😀

Dan yang namanya kabel, pasti bisa rusak, entah itu “Luka” atau bahkan Putus !

Nah pada sepeda motor injeksi, ternyata kabel speedometer juga bisa putus, tidak hanya pada motor karbu yang notabene masih analog dalam urusan pengukuran kecepatan.

Bedanya jika pada kabel speedometer analog yang rusak rusak, maka speedometer langsung tidak berfungsi lagi, maka pada kabel speedometer digital (Speed Sensor) itu rusaknya bisa bertahap, kendati speedometer masih terkesan berfungsi normal, tapi akurasinya memburuk.

Jadi, rusaknya kabel speed sensor itu bisa bertahap, sedikit demi sedikit. Helai demi helai serabut kabelnya putus sehingga mengurangi daya hantar kabel, hingga pada akhirnya tewas.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Perbandingan Busi Projected dan Non-projected Insulator

Kali ini saya mau membahas tentang perbedaan desain insulator keramik pada busi yang secara umum terbagi dua, yakni Projected dan Non-projected Insulator.

Sebenarnya masih banyak lagi variasinya, ada yang Projected Shell, Projected Electrode, Recessed, Extra Projected, dsb

Tapi saya disini akan fokus membahas desain Insulator saja, karena paling umum di pasaran Indonesia sesuai OEM (Original Equipment Manufacturer) Sepeda Motor dan Mobil di Indonesia.

Perbedaan secara fisik sudah pada tau kan yah ?, kalau belum silahkan lihat gambar di atas 😀

Di Indonesia, Non-projected Insulator itu biasanya digunakan Yamaha, dan Projected Insulator biasanya digunakan oleh Honda.

Dalam kode busi, Projected Insulator diwakili kode “P”, misalnya NGK CPR7EAIX-9. Sedangkan jika Non-projected Insulator maka kode huruf “P” itu tidak digunakan, misalnya NGK CR7EA-9.

Keduanya bisa saling subtitusi baik itu di motor yang sama maupun berbeda, pengalaman saya Yamaha bisa-bisa saja pakai Projected Insulator, begitu juga Honda bisa-bisa saja pakai Non-projected Insulator.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Scooter Matic Motorcycle: CVT Overhaul

Pada sepeda motor scooter matic, ada system yang memerlukan tindakan atau penanganan yang tidak bisa asal-asalan, yakni CVT (Continuously Variable Transmission). Sebenarnya semuanya tidak boleh asal-asalan 😀

Karena, jika salah dalam membersihkan, bukannya awet bersihnya malah cepat kotor lagi dan lebih parah dari sebelumnya, dan niatnya agar komponen awet malah cepat rusak.

Satu hal yang pasti, jangan menggunakan Bensin atau Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis apa pun untuk membersihkan komponen/part CVT.

Karena selain tidak ramah lingkungan, tidak ramah kesehatan, dan tidak ramah dompet, juga penggunaan Solvent semisal Bensin tidak diperlukan sama sekali.

 

Landasan Teori

Waduh kayak jurnal ilmiah saja 😀

Tapi bener loh, bagian ini saya buat agar kita sama-sama berfikir, kenapa artikel ini saya buat 😀

Coba kita pikirkan, CVT pada sepeda motor matic posisinya di samping bawah motor, kalau hujan dan kita menerabas genangan air, maka tentu saja air akan mudah masuk ke dalam CVT.

Karena CVT memiliki mekanisme “Air Blowing” yakni menghembuskan angin dari perputaran kipas variator, maka air yang ada di CVT akan keluar, ditambah panas dari mesin dan CVT itu sendiri membuat air menjadi cepat kering lagi.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



SSL Verified