L

Cara Ampuh Memperbaiki Masalah Burn-in atau Shadow pada Layar Smartphone


Bismillahirrohmanirrohim


Xiaomi Mi A1: Stock Recovery

 

Masalah Burin-in ini atau yang biasa disebut Shadow, dulu saya kira cuma terjadi pada layar berteknologi LED seperti OLED dan khususnya AMOLED, karena dulu saya pernah mengalaminya juga.

Mohon maaf saya tidak bisa memberikan contoh bagaimana sebenernya burn-in pada layar tersebut, soalnya ketika saya capture fotonya, pantulan cahaya lampu di plafon kamar saya jadi ada di layar, takutnya itu yang dikira burn-in, padahal bukan, burn-in ini kalau saya deskripsikan sih berupa bekas tampilan gambar statis tertentu yang akan tampil di layar secara permanen, biasanya terjadi ketika kita lama membuka aplikasi tertentu, jadi meskipun aplikasi itu sudah ditutup, bekasnya akan tetap ada di layar, akan terlihat ketika kita membuka warna tertentu pada layar.

Dulu saya sempat bolak-balik service center untuk ganti layar smartphone high end mahal saya waktu itu yang dinobatkan sebagai smartphone android terbaik di dunia pada tahun 2011 karena masalah burn-in ini 😀

Sampai endingnya pihak vendor smartphone tersebut menyerah, dan mereka memilih melakukan refund/mengembalikan uang saya full sesuai di kwitansi pembelian baru, padahal smartphone itu sudah saya gunakan selama 6 bulan ?, apakah itu worth it ?, jelas tidak, karena saya rugi waktu, tenaga, pikiran, dan uang juga selama proses klaim garansi berulang-ulang tersebut.

Saya perhatikan sekarang ini banyak pengguna smartphone yang seperti itu juga ketika mengalami masalah burn-in ini, padahal mau bagaimanapun, yang namanya kekurangan sebuah teknologi, mau diganti part baru pun akan kembali terjadi lagi masalah burn-in ini.

Nah setelah itu, saya tidak pernah lagi membeli smartphone yang menggunakan layar berbasis LED, tidak cuma smartphone, bahkan semua gadget yang menggunakan layar yang menampilkan banyak warna, kalau untuk menampilkan warna hitam putih saja seperti pada MOD Vapor, tidak masalah bagi saya jika menggunakan layar OLED.

Saya puas saja menggunakan layar LCD biasa yang dulu kebetulan saya belum kesampaian menggunakan layar IPS.

Tapi pada akhirnya saya penasaran juga dengan layar IPS yang memang lebih baik dari LCD biasa, dan keinginan saya itu pun terpenuhi, saya Alhamdulillah bisa membeli smartphone berlayar IPS.

Masalahnya, ternyata layar IPS itu juga bisa mengalami masalah burn-in atau istilah lainnya adalah shadow itu.

Mengingat saya sudah pengalaman, sadar kalau saya tidak bisa perfectionist soal layar ini, saya pun biasa saja dan menerima kekurangan itu, meski pada awaalnya shock juga ternyata IPS juga bisa mengalami masalah burn-in. Benar-benar Expectation VS Reality banget yah, tidak sesuai ekspektasi 😀

Kendati sudah menerima apa adanya, dan saya biasa saja meski ada bercak di layar ketika menampilkan warna tertentu, tapi saya tetap mencoba mencari solusi.

 

Alhamdulillah saya berhasil menemukan solusi tersebut, dan ternyata bukan hal baru, bahkan sudah ada aplikasi semacam itu tersedia di Google Play Store, dan saya menggunakan aplikasi berbayar bernama Display Tester Pro, namun jangan khawatir, masih ada versi gratisannya, hanya saja untuk fitur burn-in repair tidak lengkap, dilock karena versi gratisan, pada versi gratisan kita tidak bisa memperbaiki RGB Burn-in, dan metode yang diberikan kurang efektif yakni White and Black Scrolling Bars.

Tapi jangan khawatir, konsep atau inti dari proses perbaikan masalah burn-in tersebut sejatinya adalah menampilkan Color Noise pada layar dalam durasi yang lama.

Pernah nonton TV ?, dan ketika antenanya kita cabut, maka di layar akan muncul gambar seperti semut yang sangat banyak ?, nah itu namanya Color Noise. Pada beberapa tipe TV saat ini sudah menggantikan Color Noise menjadi warna statis saja, misalnya warna biru yang tampil di seluruh layar TV.

Ada banyak jenis sesuai warnanya, ada Grey Noise, Black Noise, White Noise, Black and White Noise, Red Noise, Blue Noise, dan Green Noise.

Pemilihan warna noise itu disesuaikan dengan pada spektrum warna apa terjadi burn-in pada layar.

Dan untuk mengetahuinya kita bisa melihatnya dengan cara menampikan warna secara penuh di layar, yang biasanya digunakan untuk memeriksa ada atau tidak adanya dead pixel. Untuk melihat burn-in, biasanya ada pada warna Dark Grey.

Sedangkan untuk memutuskan warna apa yang burn-in, kita lihat bekas burn-in nya itu di mana atau karena aplikasi apa ?

Misalnya bercak di layar (Burn-in) terlihat seperti aplikasi Facebook, dan aplikasi itu didominasi oleh warna biru, warna yang paling sering menyebabkan burn-in, maka untuk memperbaiki masalah burn-in yang terjadi, jalankan Blue Noise selama kurang lebih 30 menit sampai 60 menit non-stop dengan tingkat kecerahan layar (Brightness) 100%.

Color Noise: Blue

Maka masalah burn-in tersebut akan hilang !

Tapi karena memang pada dasarnya burn-in adalah kekurangan dari layar tersebut, maka masalah burn-in akan terjadi lagi dan lagi, maka kita harus memperbaiki burn-in tersebut apabila terjadi lagi.

Oh ya, Color Noise ini tidak bisa kita dapatkan juga di YouTube, karena untuk istilah Noise seperti ini biasanya diperuntukkan untuk Audio, seperti Pink Noise yang biasanya digunakan pada TV ketika signal lost (Padal color noise yang digunakan justru Black and White Noise), dsb dengan karakter sound tertentu sesuai klasifikasinya.

Kalau mau mencari di YouTube, gunakan saja keyword: “Burn-in Repair”.

Tapi percayalah, yang paling efektif adalah menggunakan aplikasi di smartphone itu sendiri, dan saya merekomendasikan aplikasi Display Tester Pro. Soalnya saya belum menemukan aplikasi sejenis yang gratisan yang memiliki fitur Color Noise seperti pada aplikasi Display Tester Pro.

 

Oh ya, metode ini belum bisa saya konfirmasi apakah juga bisa diterapkan pada layar berbasis LED seperti OLED/AMOLED, karena saat artikel ini saya tulis, saya sudah tidak memiliki smartphone yang menggunakan teknologi layar tersebut.

 

Selamat mencoba 🙂


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified