L

Pengalaman Beralih dari Gas LPG Melon 3 Kg Bersubsidi ke Bright Gas 5.5 Kg Non-subsidi


Bismillahirrohmanirrohim


Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Selama ini saya menggunakan Gas ELPIJI 3 Kg bersubsidi, karena alasan lebih murah/ekonomis.

Tapi lama kelamaan tulisan “Hanya Untuk Masyarakat Miskin” di tabung gas tersebut membuat saya berfikir lagi mengenai penggunaan gas melon bersubsidi tersebut.

Itu menjadi pertanyaan tersendiri buat saya, apakah saya termasuk kategori tersebut ?

Pada awalnya saya pikir saya termasuk, karena saya bukan orang kaya, saya baru membangun keluarga kecil saya.

Tapi, kemudian kaki saya melangkah ke lingkunan yang berbeda dari lingkungan saya, di suatu desa yang jauh disana, ternyata mereka mayoritasnya menggunakan kayu bakar untuk memasak, bahkan wc dan kamar mandi pun posisinya di luar rumah.

Disana memang sudah masuk program pemerintah agar masyarakat beralih ke kompor gas, itu lucu juga, karena mereka mayoritas pakai kayu bakar, bukan minyak tanah.

Benar saja, banyak yang tidak bertahan menggunakan kompor gas, selain karena kompor gratisan itu bermasalah dan tidak memberikan rasa aman dari sisi kualitas, ditambah isu rawan meledak, juga menurut mereka harga gas elpiji bersubsidi pun masih mahal, itu padahal sudah harga standard, bukan harga di eceran. Padahal dengan kayu bakar, mereka bisa menyalakan api tanpa perlu dipicu menggunakan minyak tanah, mereka cukup pakai karet ban dalam bekas saja yang dibakar menggunakan korek api.

Pikir saya, nah seperti merekalah yang mohon maaf, berhak dikatakan masyarakat miskin tersebut, karena jika harga gas elpiji mahal, mereka pakai kayu bakar, bahkan harga gas elpiji yang sudah disubsidi pun masih ada yang menganggapnya mahal, maka mereka tetap pakai kayu bakar.

Menurut saya, jika kita tidak dapat harga normal di pangkalan gas, lantas mampu membeli gas elpiji di eceran berapa pun harganya, itu artinya kita bukan orang miskin !

Ya, kita hanya orang-orang kelas menengah ke atas yang berkamuflase seolah berhak mendapatkan subsidi gas elpiji !

Ketika sudah kehabisan kupon pembelian gas elpiji bersubsidi di pangkalan, kita tidak masalah jika harus membeli di eceran yang harganya lebih mahal, kan ?

Orang-orang mid to high class yang sok miskin itu yang bikin gas elpiji 3 kg bersubsidi selalu langka dipasaran, yang menjerit paling keras tentu saja orang-orang yang beneran miskin !


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



SSL Verified