L

Faktanya Bendix Itu Kampas Rem Daur Ulang ?


Bismillahirrohmanirrohim


Update

Ternyata informasi di artikel ini keliru, maka sudah kewajiban saya untuk meluruskan kesalahan informasi pada artikel ini.

Jadi sob, ternyata Kampas Rem Bendix 100% Brand New Product, bukan Recycle Product.

Berikut kutipan statement dari om Temmy Hartadi yang mewakili Bendix di Indonesia:

Siang bro Hakim. Apa kabar udah lama ga ngobrol kita. Oh iya ini info aja soal artikel ini, karena ini ada kekeliruan. Bendix bukan barang refurbish atau memakai bekas dari rem original. Bendix bekerja sama dengan perusahaan rem di Taiwan untuk memproduksi kampas rem Tromol, produk rem dari Taiwan tersebut logo nya ada embos merk mereka di rangka rem nya, jadi di haluskan lah bagian tersebut dengan mesin cnc dan di cetak merk Bendix. Proses ini kita sebut dengan rebranding. Sama seperti Chevrolet memakai produk Wuling sebagai Captiva mereka. Jadi semua kampas rem Bendix diolah dari 0 sampai jadi, tidak ada pemakaian barang bekas original yang diperbaiki dan dibersihkan. Semoga informasi ini menjadi dasar perbaikan artikel ini. Karena saya yakin bro Hakim sangat menjunjung tinggi kebenaran dari sebuah informasi agar pembaca blog ini juga yakin dengan kredibilitas bro Hakim. Thank you dan Sukses selalu.

Jadi, Bendix adalah produk yang benar-benar baru, bukan daur ulang, adanya penghapusan brand/merek pada Kampas Rem itu ya untuk menghapus brand pembuat Kampas Rem pertama untuk kemudian direbranding oleh pihak Bendix menggunakan brand Bendix.

Mohon maaf jika ada kesalahan informasi akibat kelalaian saya yang tidak tabayun dulu ke pihak produsen terkait artikel yang saya buat mengenai produknya. Ini adalah kekurangan saya dulu saat awal-awal mengelola blog ini.

Saya mengambil kesimpulan bahwa Bendix adalah kampas rem daur ulang ketika melihat bagian embossed brand yang dihapus menggunakan CNC dan juga melihat video ini:

[arve url=”https://www.youtube.com/watch?v=4toOrqXT3k0″ title=”Bendix Remanufactured Brake Shoes with PermaGuard™ Coating” description=”For the best line of defense against rust jacking and cracked friction, choose Bendix brake shoes. To build a better brake shoe, we start with coining, to return the shoe to OE geometry. Next, we apply our premier PermaGuard™ coating. The final ingredient is Bendix friction with high flexural strength, to resist cracking. Choose from a wide range of friction offerings, from economy to OE, including the industry’s first RSD-certified aftermarket offering. It all adds up to reliable, durable performance, reduced downtime, and lower total cost of ownership. Now, you know better.” upload_date=”11 Jan 2017″ duration=”4:04″ /]

Sungguh, saya tidak masalah dengan produk Recycle, karena itu lebih ramah lingkungan (Environment Friendly), apalagi jika menggunakan bagian logam dari part OEM/Original dari pabrikan motor saya 🙂

Apalagi setiap saya mengganti Kampas Rem, saya merasa sayang jika bagian logam-nya itu tidak dimanfaatkan.

Itulah sebabnya sejak awal, saya sangat senang ketika tau brand Kampas Rem favorite saya ini melakukannya, tapi saya salah, maafkan saya.

Jadi sudah jelas ya sob, Bendix untuk bagian logam di Kampas Rem-nya menggunakan produk Rebranding, bukan Recycling 🙂

Ini bagus, artinya semua bagian dari Kampas Rem Bendix adalah benar-benar baru untuk menjamin performa dan durabilitas terbaik, fresh from the oven !

Yah mengingat banyak sekali kasus dimana pengguna motor di Indonesia menggunakan Kampas Rem yang liner-nya sudah tipis namun tetap digunakan sampai akhirnya menggerus bagian logam pada Kampas Rem 😀

Himbauan: Ketika kita mengganti Kampas Rem lama dengan yang baru, sebaiknya Kamaps Rem lama dibuang ke tempat pembuangan sampah yang dikelola oleh pemerintah, harapannya agar dilakukan daur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat, jangan dibuang ke lingkungan secara sembarangan apalagi dibakar bersama sampah-sampah yang lain (Bagi yang suka bakar sampah, hentikanlah), karena tidak akan memusnahkan bagian logam pada Kampas Rem jika dibakar biasa begitu saja 😀

 

Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Dewaweb - Cloud Hosting Terbaik !

Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



WordPress Comments

15 Respon

  1. Djuned Djuned berkata:

    Mas Lukman jg ganti kampus rem depan & belakang utk vario dan seluruh motor matic nya ….??? Pakai bendix kah??? Hehheheee

    • Lukmanul Hakim berkata:

      Hehe iya, pakai bendix 😀

      • Djuned Djuned berkata:

        Hehheheee….mantap mas….saya baru mau pesan bulan dpn…UD masuk dlm wish list…sekalian mau ganti busi iridium ke NGK CPR8EAIX-9 or denso IU24…xixixixi

        • Lukmanul Hakim berkata:

          Denso IU24 beda desain tapi om, dia Non-projected Insulator, kalau NGK CPR8EAIX-9 dia Projected Insulator.

          • Djuned Djuned berkata:

            Standar pabrik Yamaha utk Aerox 155 sebenarnya denso businya (U24EPR9),, saya seehh LBH prefer Denso Yaaa Krn referensi yg saya dpt mata nya LBH kecil (0,4) scr NGK 0,6 Jd LBH fokus pembakarannya …kalo Saia salah mohon di betulkan mas…oh ya Saia agak bingung mas antara protected insulator dgn NON Protected insulator (huruf P pada busi NGK),, mohon pencerahannya mas Lukman…CR7EIX saya pakai skrg tdk ada gejala knocking sama sekali, malahan enteng n bertenaga yg saya rasakan di bandingkan dgn dulu msh pakai busi standar pabrik (Denso U24EPR9),, slh nya Saia ganti busi bersamaan dgn ganti olie mesin dan olie gear jg bensin RON95 Jd ga bisa mendeteksi gejala knocking (sblm penggantian) n tenaga drop kalo sdh panas mesin nya disebabkan oleh penggantian yg mana di atas…hehehheee

          • Lukmanul Hakim berkata:

            Nah itu Denso U24EPR9, berarti desain insulator-nya Projected.

            Sedangkan Denso Iridium IU24 itu Non-projected Insulator.

            Sebenarnya, saya lebih suka 0,6 mm daripada 0,4 mm, karena sudah saya bahas juga di artikel tersendiri bahwa 0,4 mm itu masa pakai normalnya cuma 15rb KM saja, sedangkan 0,6 mm bisa sampai 40rb KM lebih.

            Saya sudah coba semua jenis Denso Iridium Power soalnya di motor yg standard-nya pakai Projected Insulator (merk Denso atau NGK) 😀

            Bedanya Projected dan Non-Projected Insulator itu dia lebih bersih Projected Insulator pembakarannya, dan kemampuan Self Cleaning juga lebih baik di RPM dan Suhu rendah (Membersihkan sendiri permukaan busi), kalau Non-Projected Insulator itu dia mesti sering dibawa kecepatan tinggi agar bersih.

            Gejala di performa, dsb gk bakalan terasa signifikan, dan karena kamu pakai RON95 jadi gk bakalan knocking 😀

            Sayang banget ya pakai NGK CR7EIX, padahal idealnya NGK CPR*EAIX-9. Simbol * maksudnya angka heat range, terserah mau pakai 7, 8, 9 dengan karakter masing-masing.

          • Djuned Djuned berkata:

            Hehehheee..nah dpt lg ilmunya neehh dr mas Lukman (Denso vs NGK)…mnrt mas saya LBH baik pakai heat range brp?? Saia akan coba balik ke pilihan ideal nya jg seehh NGK CPR*EAIX-9 spt yg mas Lukman bilang,, pemakaian Saia PP 70-100km sekali jalan dgn kondisi jalan variasi Dr macet, padat sampai lancar ngas pooll…hheehhehee…kadang bisa LBH jaraknya kalo sdh jalan Dr Bekasi ke Tangerang Serpong PP ….pertanyaan saya apa LBH bagus pakai busi panas or busi dingin?? Sori Jd panjang n salah lapak nehh…mohon pencerahannya …xixixixxi

          • Lukmanul Hakim berkata:

            Kalau kondisinya seperti itu lebih baik pakai NGK CPR8EAIX-9 om, tidak masalah kok diskusi dimana saja di blog saya ini 😀

            Busi dengan heat range lebih panas itu cocok untuk jarak pendek dan durasi yang cepat juga, misal dari rumah ke warung aja naik motor, atau riding dalam kota jarak pendek.

            Intinya jika ingin performa optimal mesin diraih lebih cepat karena suhu ideal mesin lebih cepat dicapai.

            Kalau mau pakai NGK CPR7EAIX-9 juga tidak masalah, karena sudah pakai RON 95 dan motor om kan sudah menggunakan teknologi water cooling system (Radiator).

          • Djuned Djuned berkata:

            Heheheheeee….makasih atas pencerahannya mas Lukman..

  2. Andi ldic berkata:

    Gan Lukman.. bendix gk ngerusak piringan kan y

    • Lukmanul Hakim berkata:

      Masalah itu masih kontroversial, tapi sejauh pemantauan saya, itu kembali ke kualitas logam alloy yang digunakan pada piringan yang digunakan, biasanya yang variasi aftermarket lebih cepat rusak ketika pakai high performance brake pad seperti bendix ini.

      Tapi piringan “Racing” juga punya alasan kenapa cepat terkikis, karena untuk meningkatkan kemampuan pengereman. Sudah umum terjadi part-part racing cepat aus, seperti misalnya: roller racing.

      Bendix seperti yang kita tau, memang meningkatkan kemampuan pengereman jadi lebih pakem, nah itu konsekuensinya adalah meningkatnya friksi/gesekan.

      Kalau disk brake/piringan yang digunakan mau oem/ori atau aftermarket/racing tidak bisa mengimbangi friksi yang terjadi, maka akan kalah duluan.

      Di komunitas otomotif yang saya ikuti, ini jadi perdebatan,,, ada yang tidak masalah piringan cepat habis, yang penting kualitas pengereman pakem,,, ada yang sebaliknya.

      Saya pribadi masih menganggap harga piringan rem cakram/disk brake itu murah ketimbang keselamatan saya, cukup sering bendix “menyelamatkan” nyawa saya ketika panic brake.

      Pernah dalam kecepatan cukup tinggi, mobil di depan saya ngerem mendadak, saya reflek ngerem dan Alhamdulillah selamat, bagian belakang motor saya sampai jumping/standing/ngangkat 😀

      Alhasil yang rusak cuma moncong mika headlamp motor saya saja yang penggantian mika headlam-nya pernah saya ulas di artikel ini: https://www.lukmanulhakim.id/mika-headlamp-kw-vario-125/

  3. Temmy Hartadi berkata:

    Siang bro Hakim. Apa kabar udah lama ga ngobrol kita. Oh iya ini info aja soal artikel ini, karena ini ada kekeliruan. Bendix bukan barang refurbish atau memakai bekas dari rem original. Bendix bekerja sama dengan perusahaan rem di Taiwan untuk memproduksi kampas rem Tromol, produk rem dari Taiwan tersebut logo nya ada embos merk mereka di rangka rem nya, jadi di haluskan lah bagian tersebut dengan mesin cnc dan di cetak merk Bendix. Proses ini kita sebut dengan rebranding. Sama seperti Chevrolet memakai produk Wuling sebagai Captiva mereka. Jadi semua kampas rem Bendix diolah dari 0 sampai jadi, tidak ada pemakaian barang bekas original yang diperbaiki dan dibersihkan. Semoga informasi ini menjadi dasar perbaikan artikel ini. Karena saya yakin bro Hakim sangat menjunjung tinggi kebenaran dari sebuah informasi agar pembaca blog ini juga yakin dengan kredibilitas bro Hakim. Thank you dan Sukses selalu.

    • Lukmanul Hakim berkata:

      Mohon maaf jika ada kesalahan informasi, terimakasih sudah bantu meralat informasi di artikel ini sehingga menjadi lebih akurat, artikel sudah saya update 🙂

      • Temmy Hartadi berkata:

        Terima kasih untuk Bro Lukmanul Hakim yang telah update beritanya. Untuk kendaraan Passengger Car dan Motorcycle produk kampas rem semua baru, sedangkan untuk Truck memang dibuatkan Lining baru, jadi hanya kampas rem nya saja yang diganti sedangkan rangka tidak. Hal tersebut terjadi karena produksi rangka lining nya truck akan mahal dan tidak memungkinkan di sisi operational cost. Karena itu yang diganti hanya Lining nya saja, dan benar bahwa di Truck di belahan bumi mana saja semua merk rem hanya menyediakan Lining nya saja, krn rangka rem memakai original part nya. Hal ini lumrah seperti hal nya ban Truck bila sudah botak maka akan diganti lapisan luarnya saja yang namanya disebut Vulkanisir, tujuannya sama yaitu menekan Cost. Demikian infonya yang bisa saya berikan. Thank you dan sukses selalu bro Lukmanul Hakim.

        • Lukmanul Hakim berkata:

          Wah iya benar, saya sering menyaksikan penggantian liner kampas rem truck yang dipasang pakai sejenis paku rivet yang dipukul agar mengunci. Bahkan saya terlibat dalam proses itu,,, tapi pengalaman saya itu terjadi jauh setelah artikel ini saya publish dan rupanya saya lupa untuk revisi artikel ini, terimakasih sudah mengingatkan saya dan mengkoreksi saya 🙂

          Saya baru tau kalau itu berlaku sama di seluruh dunia karena alasan cost reduction, maklum saja truck memang untuk operasional.

          Saya bahkan bangga ketika bendix melakukan relining seperti itu dengan kualitas yang sangat baik sehingga tentunya lebih safety.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *