L

Blog Saya Sekarang Menerapkan Auto Readmore yang Lebih Baik


Bismillahirrohmanirrohim


Web Design: Auto Readmore

Gambar diatas adalah Auto Readmore bawaan Theme Blog yang saya gunakan untuk Blog saya ini. Lalu kemudian menurut penelitian saya mengenai Google AdSense, disimpulkan bahwa Google AdSense tidak menyukai Read More yang hanya berisi Excerpt/Kutipan saja seperti gambar diatas.

Untuk melihat secara langsung apa yang saya maksud, buka saya Beranda Blog saya ini 🙂

 

Jadi, Auto Readmore yang saya gunakan itu sama seperti ketika menggunakan Tag Readmore secara manual melalui Editor Blog, yakni Readmore berbasis Paragraf, bukan Excerpt.

Dan paragraf tersebut memuat HTML Tag, Shortcode, dsb persis seperti ketika menggunakan Tag Readmore secara manual melalui Editor Blog.

 

Alasan Saya Menggunakan Auto Readmore

Karena banyak feedback yang masuk ke saya berupa keluhan, yakni datang dari para pembaca setia Blog saya (Users) yang mengunjungi Blog saya secara langsung melalui Domain Utama (Beranda) untuk melihat artikel terbaru. Mengingat sampai artikel ini saya publish, saya masih belum tertarik menerapkan Email Subscription 😀

Jadi, mereka komplain ke saya ketika membuka halaman utama, dan artikelnya tidak ingin dia baca, dia jadi repot untuk scrolling down, karena artikel saya memang panjang-panjang 😀

Bahkan itu juga terjadi pada saat mengakses halaman kategori dan search result !

 

Saya menggunakan plugin tertentu untuk menerapkan Auto Readmore yang lebih baik ini.

Dan semoga navigasi pada Blog saya ini akan lebih mudah, ringkas, dan nyaman bagi pengunjung setia Blog saya ini.

 

Sitemap (Daftar Isi) yang Lebih Baik

Selain itu, saya juga menambahkan fitur yang lebih baik pada halaman Sitemap, sehingga navigasi pada Blog saya ini lebih ringkas dan ringan lagi, silahkan coba sendiri disini 🙂

Saya juga menggunakan Plugin untuk menerapkan itu 🙂

 

Kesimpulan

Auto Readmore yang saya terapkan saat ini lebih baik daripada bawaan Theme yang saya gunakan pada Blog saya ini, karena lebih Natural, tidak terkesan Auto-autoan.

Dan pada halaman Sitemap juga saya sediakan Navigasi yang lebih Humanis, namun tetap memperhatikan Navigasi untuk para Robot Crawler yang merayapi Blog saya ini 😀

Harapan saya, semakin banyak orang yang menjadi pembaca setia Blog saya ini 🙂

Powered by Dewaweb


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai


Disqus Comments

  • Nah, klo sitemap gitu pake plugin apa, bro? Sama Auto Readmore yang di halaman Home gimana caranya?

    • Nanti lama-lama Blog kita mirip dong bro ?

      Saya merasakan indikasi itu nih 😀

      Dimulai sejak keputusan mu untuk pakai Theme Hueman juga, tapi itu gk bisa saya larang karena Theme itu umum, tapi kentara banget itu pas saya melihat Badge Let’s Encrypt Secured Seal, sebelumnya sebelum pakai Hueman, biasa saja 😀

      Bagian footer widget juga sama 🙁

      Yang saya lihat terakhir/terbaru halaman Disclaimer, Contact, mirip banget, sebelumnya isi Notifikasi AdBlock Notifer yang Copy – Paste – Edit 😀

      Dan saya tau persis kamu gk info ke saya kalau mau “Terinspirasi” isi dari halaman itu.

      Saya memodifikasi Theme Blog saya ini baik secara kode maupun plugin itu agar berbeda. Ibarat motor itu saya modifikasi karena motor dengan merk dan tipe yang sama itu diproduksi masal, sama seperti WordPress dan Hueman Theme.

      Masalahnya kita ini udah bisa dikatakan “Teman Sesama Blogger” loh bro 🙂

      Udah saling Blogwalking 😀

      Saya gk keberatan kok, tapi semenjak kamu pakai Hueman Theme, jadi vulgar banget bro, asli dah 😀

      Maaf ya bro, sesama Blogger harus saling nasehat menasehati dalam kebaikan, buktinya kemaren saya ingatkan perihal masalah “Ajakan Mengklik Iklan” kan ?

      • Waduhh, maaf kalo sy gk info in ke kamu, soalnya waktu itu sy lagi gk sempet aja, bro, sampe lupa, dan sekarang saya baru sadar malah, kalau sudah semakin mirip 🙁

        Jujur aja, kalo sy sendiri gk terlalu jago kustomisasi seperti menentukan-kan peletakan widget yang layak atau tidak nya bagi saya, plugin mana yang harus saya install, mana yang saya konfigurasikan untuk blog saya ini, dan tema yang harus saya install, apalagi ngoding, saya ngoding PHP aja masih belajar dari awal 😀

        Makanya saya terinspirasi dengan blog kamu untuk kustomisasi dan konfigurasi nya.

        Saya menanyakan plugin ke kamu karena saya ingin menambahkan fitur di web/blog saya yang masih kurang dengan plugin yang tentunya gratis, tanpa fitur tambahan “Premium” yang ngeliat nya aja bikin ngiler, dan ada fitur “Premium” di dalam fitur plugin Gratis, sehingga saya tidak usah membeli lisensi hanya untuk sebuah plugin. Saat ini saja saya bingung mana plugin yang benar2 ada In-Plugin Purchase (atau kalo di aplikasi mobile disebut IAP) atau tidaknya, soalnya terkadang ada plugin yg gk keliatan ada fitur “Premium” nya di deskripsi, tp pas install malah ada versi “Premium” nya, Demi Allah, itu paling saya gk suka ! Dan, sekaligus bikin saya ngiler mengenai fitur tambahannya.

        Di Google memang banyak, cuman saya belum menemukan mana plugin yang pas buat saya, dan mereka pun tidak menjelaskan bahwa Plugin tersebut tidak sepenuhnya “Free” alias ada In-Plugin Purchase nya dan juga harus berbayar jika ingin mendapatkan fitur tambahannya.

        Kalo mau bayarpun, saya juga males pake CC, udah gitu mahal pula. Tahu sendirikan pembajakan software di Indonesia penyebabnya apa?
        Sekarang udah ada VCC? Iya, memang, awalnya hanya karena saya takut kena penipuan saja, namun saya sadari bahwa sekarang saya hanya mempunyai uang pas-pasan saja, bahkan untuk bayar hosting pun saya hampir gk sanggup 🙁

        Kalo pake Blogger, WordPress dot com, Wix, dsb juga gk enak, soalnya saya gak bisa melakukan kontrol yang lebih terhadap blog saya, terutama pada Editor nya. Di WP dot com yang pasang Plugin sama custom domain hrs beli paket Business nya, itupun saya gk tau apakah ada IPP alias fitur tambahan “Premium” atau tidak nya, sedangkan untuk custom domain saja (gk pasang plugin) saya harus beli Paket Premium nya.

        Bukan hanya plugin saja, namun saya belum bisa menemukan mana tema yang lebih baik dan cocok untuk blog saya hingga saat ini. Saat ini saya terpatok dengan fitur nya yang banyak, seperti Hueman ini (Makanya saya pilih Hueman daripada Sparkling) yang banyak sekali kustomisasi yang bisa saya lakukan meski di versi Gratis nya, yang mana di Sparkling itu gk ada (seperti Copyright Footer, Widget yang banyak, Link Sosial Media, dll)

        Bukan hanya konfigurasi dan kustomisasi blog saja, tapi juga Disclaimer, Contact sama AdBlock Notifier nya, saya gunakan sebagai contoh nya saja, nanti bakal saya ubah itu semua di kemudian hari. Di Google banyak, namun sy blm bisa menemukan kalimat yang cocok buat di blog saya.

        Jujur saja, bahwa saya juga tidak terlalu jago dalam hal membuat sebuah kalimat yang cocok bagi semua orang, itulah kenapa saya jarang membuat post artikel 🙁

        Tujuan saya membuat blog ini, yaitu membagikan ilmu yang saya tahu dan yang berhasil saya jalani, serta membagikan pengalaman pribadi yang saya alami, walaupun pake nama asli pada domain saya, itu saja, tidak ada yang lain, sesuai dengan tagline blog saya “Bukan Sekedar Blog Pribadi” 🙂

        Namun, yang saya takutkan ialah, bahwa nanti pengunjung bilang/berkomentar kalau artikel ini gak nyambung, bias, atau apapun yang tidak saya inginkan 🙁

        Maka dari itulah kenapa saya jarang posting di blog saya. Kalau saya sedang buatpun sampai sebelum diterbitkan, saya juga memikirkan kalimat atau kata apa yang pantas untuk di tulis di artikel dan pengunjung untuk kedepannya. Belum lagi mengenai, apakah artikel yang akan di buat lalu di terbitkan tersebut benar-benar “layak” dimata saya dan pengunjung atau tidak nya.

        Terima kasih atas nasihat kebaikan dari kamu, saya pun sampai tersadar bahwa blog saya dan blog kamu memang mirip, dari segi manapun, itulah kekeliruan yang telah saya lakukan 🙁

        Mohon maaf, apabila selama ini saya menyamakan dengan blog anda, karena terinspirasi dengan konfigurasi dan kustomisasi yang kamu lakukan di blog kamu. Memang ini sangatlah egois, sampai saya pun terlarut ke dalamnya karena hanya ingin puas dalam hidupnya karena keegoisan saya hanya karena melihat kondisi saya saat ini yang serba kurang. Manusia memang tempatnya salah dan lupa, bro 🙂

        Sekali lagi, saya mohon maaf apabila saya menyamakan blog saya dengan blog kamu. Insya Allah, di kemudian hari nanti, saya akan gantikan semuanya jika ada yang cocok bagi saya, termasuk tema nya juga.

        Dan, terima kasih juga atas nasihat kemarin itu. Sebenarnya saya buat blog saya itu awalnya dengan tujuan uang, uang dan uang, saya ingin membanggakan orang tua saya dengan mencari uang sendiri pada awalnya, saya juga di suruh sekolah waktu itu untuk membuat sebuah laporan hasil training saya di sekolah mengenai pemrograman Android.

        Namun, saya juga berpikir bahwa akan lebih baik jika menulis apa yang saya tahu dan berhasil saya jalanin saja, daripada memikirkan uang terus, lebih baik saya utamakan ke ikhlas-an daripada duit, dan iklan saya gunakan untuk hiasan pengunjung dan penghasilan sementara saja, selain itu, untuk menjalankan Android Studio saja, bahkan harus mempunyai RAM 4 GB lebih, sedangkan PC yang saya punya sekarang belum mencukup, ada sih laptop, RAM nya ngepas tapi gampang panas kalo di pake berat terus jadinya. Karena tugasnya gak wajib, jadi saya meniatkan blog ini untuk membagikan ilmu saya dan yang berhasil oleh saya, serta membagikan pengalaman yang saya alami saja.

        Sesama blogger memang harus menasihati jika terjadi sesuatu yang salah terhadap sesama blogger lainnya, bukan hanya blogger saja, namun sesama manusia apalagi kita sebagai muslim harus saling mengingatkan tentang hal nya kebaikan kepada muslim dan muslimah lainnya, agar tidak terjerumus dalam lembah dosa yang sulit sekali jika di hilangkan di dalam hati 🙂

        Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas nasihat dan ajakan kebaikannya, dan mohon maaf apabila saya menyamakan dengan blog kamu, semoga blog kamu sukses selalu dan selalu ada pengunjung setia di blog kamu, selain saya tentunya, hehehe 😀

        • Copasdit (Copy Paste Edit) itu meski tidak sevulgar Copas, tapi tetap saja nyontek/plagiat bro, dan saya ini idealis, paling anti dengan itu 😀

          Dan kalau saja izin dulu, saya tidak keberatan asalkan itu dijadikan dasar saja, kemudian diubah semaksimal mungkin.

          Maksudnya bukan dicopas, lalu edit/diubah kata per kata, kalimat, dsb tapi secara garis besar sama retorika bahasanya.

          Caranya pahami konsep dan keyword dari tulisan orang, lalu tulis kata-kata dan kalimat, serta paragraf yang 100% berbeda, tapi intinya sama. Itulah seni-nya bro, seni retorika bahasa, dan saya akui belajarnya gk mudah 😀

          100% gk bakalan dideteksi sebagai copas.

          Saya hanya mengijinkan copas untuk keperluan diluar Blog/Web, termasuk Forum, dsb. Misalnya Makalah, Tugas Kuliah/Sekolah, itu pun harus menyertakan Link di Daftar Pustaka/Sumber.

          Kalau untuk Blog/Web, saya izinkan asalkan hanya berupa Quote/Kutipan yang kemudian disertakan Link/Backlink Dofollow baik dibawah Quote itu maupun di Footnote/Bagian khusus untuk Link-link Sumber.

          Yang kamu lakukan itu termasuk Quote, dan jelas akan aneh kan jika menyertakan Link Sumber ke Blog saya ?, makanya jangan, bikin sendiri saja dari hati. Masa bikin halaman Disclaimer, Donate, Contact nyontek punya orang ?, padahal halaman-halaman itu harusnya ditulis dengan hati.

          Kalau copasdit secara keseluruhan, mesti kembali ke aturan diatas (pahami konsep, keyword, lalu reproduksi dengan retorika bahasa sendiri). Kalau seperti itu, tidak perlu ngasih Link Sumber juga tidak masalah.

          Saya tidak lebay sampai pasang script agar gk bisa select text dan klik kanan, karena saya dilindungi UU No. 19 Tahun 2002, dan DMCA pun menjadi pihak yang keras membantu kita dalam hal Copyright, bahkan sampai memaksa pihak Data Center melakukan shutdown pada sebuah Server yang didalamnya cuma ada satu website yang melanggar hak cipta.

          Dan untuk melacak plagiator, saya menggunakan Copyscape Premium (Bayar).

          Saya kenal dunia Blogging sudah lama sob, dan pernah “Main Kotor” juga, makanya saya gk sok suci mengenai ini, dan itulah kenapa saya tabayyun dulu. Saya serius ngeblog “bener” itu ya kali ini, di Blog ini saja.

          Saya tidak mempermasalahkan kamu pakai Hueman Theme, yang saya permasalahkan adalah saya merasa ada upaya menyamai Blog saya, bukan terpengaruh/terinspirasi lagi, tapi benar-benar plagiatism.

          Mohon maaf jika ada kesalahan dalam bertutur kata, saya ini orang peduli, empati saya tinggi, makanya saya lebih memilih menasehati, meluruskan, daripada mencaci maki.

          Percayalah saya tidaklah sempurna, meskipun saya perfectionis 😀

          Mengenai Plugin, kamu sih enak tinggal tanya “Kamu pakai plugin apa untuk ini itu ?”, lah saya ?, nyoba satu per satu plugin, sampai harus bersih-bersih record dan table sampah dari plugin yang saya nonaktifkan karena gk cocok dengan selera saya. Itu gk mudah bro.

          Dan mengenai Premium pada Plugin Free, itu juga saya benci 😀

          Makanya daripada saya pakai Plugin WP Fastest Cache, saya lebih suka pakai LiteSpeed Cache + Fast Felocity Minify. Karena fitur Premium di WP Fastest Cache itu lebih baik Fast Felocity Minify, dan akan sayang jika LiteSpeed Cache tidak digunakan padahal Provider Hosting menyediakan fitur itu, dan LiteSpeed itu berbayar loh dari sisi Server (Modul LSCache).

          Saya lebih suka Plugins yang berdiri sendiri dengan fitur yang minim, bahkan satu plugin cuma satu fungsi, daripada All In One, tapi banyak fitur premium yang sebenernya ada versi gratisnya hanya saja tidak All In One, bahkan lebih baik versi gratisnya.

          Kenapa Plugin All In One seringkali ada fitur Premium ?, padahal fitur itu bisa kita dapatkan secara gratis dengan plugin khusus yang berdiri sendiri.

          Itulah cara Developer nyari duit !, dan hargailah itu.

          Banyak kok Plugin Gratisan yang saya gunakan terdapat Opsi Premium, tapi gk saya aktifkan, biarkan saja, toh saya gk perlu, jika pun perlu saya akan bayar/beli. Selama tidak ada opsi/alternatif lain pada plugin lain yang berdiri sendiri (Standalone). Meski harus ribet, tidak All In One.

          Soal Blog Gratisan, saya sepakat, saya juga gitu kok, lebih Worth It pakai Self Hosted. Saya sejak dulu bisa ngeblog dengan serius dan bagus itu kalau pakai WordPress Self Hosted, gk bisa yang lain.

          Mengenai Orientasi Ngeblog untuk Duit, saya juga begitu, dan gk dapat apa-apa !

          Sesaat setelah saya ubah niat saya ikhlas untuk berbagi, Allah kasih saya segalanya !

          Bahkan Donasi dengan ikhlas diberikan oleh pengunjung Blog saya 🙂

          Terakhir, ketika ngeblog, yang perlu dipelajari seorang Blogger adalah Etika Ngeblog, saya pun belajar itu sob 🙂

          • Untuk plagiatism, makanya saya bilang td
            “Memang ini sangatlah egois, sampai saya pun terlarut ke dalamnya karena hanya ingin puas dalam hidupnya karena keegoisan saya hanya karena melihat kondisi saya saat ini yang serba kurang.”
            Seseorang yang merasa dirinya kurang, bahkan yang awalnya terinspirasi/terpengaruh karena kelebihannya, bisa menjadi iri, yang akhirnya menjadi plagiator, jika terlarut ke dalamnya. Itulah akibat dari sikap egois manusia, dan saya memiliki nya. Mohon maaf apabila saya bersikap egois, bahkan sampai memplagiati blog kamu.

            Mengenai Plugin, maaf kalo saya terlalu ngerepotin kamu juga (ini bagian dari keegoisan juga), saya ngerti kalau saya juga senasib dengan kamu yang harus mencoba satu per satu plugin, lalu membersihkan semua record pada table database sebelum saya bertanya “Kamu pakai plugin untuk apa untuk ini untuk itu?”

            Saya juga menghargai bagaimana developer membuat software, jangan salah kira, yah 🙂
            Cuman yang saya gk suka yaitu, terkadang di deskripsi pada suatu plugin gak ada dan tidak di jelaskan fitur “Premium” nya, namun saat di install, malah ada versi “Premium” nya.
            Dan, saya gak punya kartu kredit untuk membelinya, serta uang saya yg pas-pasan, itu saja.

            Saya gak bicara mengenai masalah Plugin All-in-One saja, lho.
            Saya berbicara mengenai plugin keseluruhan baik All-in-One ataupun gk nya. Dan, itu bukan hanya Plugin saja, tapi berlaku Tema, dan bahkan Aplikasi/Software apapun itu 🙂

            Mengenai Plugin Premium di Free memang sudah biasa kok bagi saya, bukan hanya plugin, bahkan di aplikasi manapun dan OS manapun juga ada versi dan fitur “Premium” nya, cuman yaitu tadi yang saya benci cuman 2 di atas.
            Tp, kalo saya gk mampu, saya gk beli 😀 (Maaf kalo saya salah kira juga 😀 )
            Mohon maaf, kalau saya tidak mempunyai contoh plugin nya 😀

            Mengenai UU No. 19 Tahun 2002, kalau tidak salah, UU tersebut sudah tidak berlaku, yang berlaku sekarang ialah UU No. 28 Tahun 2014, coba liat ini https : // id . wikipedia . org / wiki / Hak_cipta_di_Indonesia

            Atau download Dokumen nya: http : // lppa-hki . unair . ac . id / images / uu_hc_%2028_2014 . pdf
            (Soalnya di wikipedia udah gk bisa link nya)

            Terakhir, untuk Etika Ngeblog, saya juga mempelajari itu, tapi pada dasarnya manusia, jika merasa kurang, maka akan berusaha menutupi kekurangannya tersebut dengan cara apapun, termasuk saya. Padahal Keegoisan bisa di berantas dengan mengendalikan diri kita, namun saya rasa itu sulit, kecuali dengan pertolongan Allah dan juga bantuan dari orang lain untuk menyadarkannya.

            Saya akan mempelajari lagi tentang Etika Ngeblog itu seperti apa dan mungkin juga saya akan mempelajari seni retorika bahasa yang dianggap tidak mudah itu untuk menyusun sebuah kalimat, dan terima kasih juga untuk menyadarkan kepada saya agar tidak menjadi orang yang seperti itu, tanpa kamu, mungkin berikutnya saya menjadi seperti ini terus, alangkah baiknya saya berubah untuk menjadi yang lebih baik lagi. Insya Allah 🙂

          • Ok, skrg masalah nya udah fix, kan? Atau ada masalah lain lagi? 🙂

          • Dari kemaren udh saya maafkan sebenarnya, tapi saya tunggu tindakan nyata-nya ya 🙂

            So’al menggunakan theme dan plugins yang sama itu sah-sah saja, dan saya tidak ada hak untuk melarang.

            Tapi yang saya sangat keberatan adalah pagiatism pada konten berbasis teks saya, di bagian apa pun, termasuk halaman, notifikasi, widget, dsb

            Kalau memang pengen sama dengan saya secara layout dan rancangan navigasi (bukan teks), ya saya minta untuk pakai theme lain saja, karena bisa dipastikan jatohnya sama saja dengan Blog saya.

            Ada banyaaaak banget Blog yang menggunakan Hueman Theme, tapi tolong, buatlah originalitas Blog mu, ciri khas Blog mu, keunikan Blog mu.

            Hueman Theme sangat Customizable kok, sangat-sangat Customizable. Saya sudah surfey banyak Blog yang menggunakan Hueman Theme, tidak ada yang sama dengan Blog saya.

            Masing-masing punya “Signature” sendiri. Dan tiap pemilik signature pasti tau kalau signature-nya sudah dicontek/diplagiat, meskipun sudah disamarkan dengan cara copasdit, dsb

            Saya sudah kasih Let’s Encrypt Secured Seal, minimal ganti gambar badge-nya agar tidak sama.

          • Saya lihat kamu ganti Theme ya ?

            Saya gk ngelarang kamu pakai Hueman Theme kok, itu hak semua orang 😀

            Saya hanya minta agar modifikasinya, kontennya itu genuine/original, tidak plagiat, apalagi dari Blog saya, dan khususnya konten teks, itu saja 🙂

            Bukankah di Twitter kamu sudah bilang ke saya kalau pakai Hueman Theme ?, meski gk perlu minta izin, tapi itu sudah termasuk minta izin, dan sah-sah saja, saya bolehkan, saya gk ada hak melarang.

            Beda dengan konten atau apa pun yang benar-benar buatan saya, itu perlu izin dulu, seandainya kamu minta izin dulu sebelum copas, pasti saya izinkan, dan boleh copasdit, selama ada credit berupa pernyataan “Tulisan ini terinspirasi dari halaman (nama halaman dan link berupa anchor) di Blog lukmanulhakim.id (berupa anchor)”.

            Contoh: Tulisan ini terinspirasi dari halaman Sanggahan di Blog lukmanulhakim.id

            Jika keberatan, ya bikin sendiri dari nol, apalagi halaman-halaman seperti sanggahan, donasi, kontak, tentang (about) kebijakan privasi, kritik dan saran, dsb itu harusnya murni langsung dari hati 🙂

            Itu salah satu etika ngeblog, kalau di artikel, di akhir artikel dibikin list sumber yang berisi link-link ke artikel asli yang menjadi sumber data, informasi dan inspirasi. Bisa juga langsung ditulis Link Sumber dibawah Quot/Kutipan tertentu dari artikel orang lain yang dimuat di artikel itu.

          • Iya, tadi saya ganti Theme, selain karena di anggap “sama”, trus lambat pula dan nilai di Pagespeed turun.

            Saya tadinya ganti tema jadi seperti dulu, karena selain cepat, konten artikel yang tampil di halaman pun juga konten penuh, jadi gk Excerpt. Trus kalo mau di Full Content, saya tinggal hapus saja Read more tag nya.

            Tidak seperti di Hueman, kalo Full Content Artikel, maka Gambar Illustrasi nya tidak di tengah-tengah dan di atas Judul, melainkan di sebelah kiri Judul, kecil pula, tidak seperti di Sparkling. Mungkin harusnya gambar Illustrasi nya di taro di tengah Artikel dan di bawah Judul kali (jadi gabung sama isi Artikel), yah.

            Setelah itu, muncul masalah kalo saya tidak bisa Add Widget, contohnya saat saya simpan Widget Text nya, setelah klik “Simpan” malah hilang judul sama Isi teks nya alias kosong, dan gk kesimpan pula, awalnya saya kira itu gara2 tema Sparkling.
            Trus, tema Sparkling kyknya gk sempurna untuk jarak Widget satu dengan yang lainnya, terutama pada Footer, contohnya Judul Widget Kategori berdempetan dengan Dropdown Widget Arsip (Widget Arsip berada di atas Widget Kategori). Selain itu, di Sparkling juga sepertinya gk ada Link Sosial Media, dan tampilan nya agak kurang premium jika di bandingkan dengan Hueman.

            Jadi, saya memutuskan untuk pake Tema Hueman lagi, dan balik lagi deh 😀

            Saya pikir semua masalah teratasi, tapi masalah dalam menambah widget masih tetep ada.

            Yang jadi pertanyaan, pernah ngalamin gini gak? Biasanya karena apa yah? Server kah? Plugin kah? Saya juga gk tahu, atau sekarang lagi ngalamin gk, bro?

            Trus, untuk sumber artikel atau Page, rel link pada Anchor nya yang sebaiknya di pake apa, bro? dofollow, nofollow, noreferrer, dns-prefetch, atau lainnya?

            EDIT: Masalah yang di Widget sudah Solved, ternyata karena saya menginstall KVCodes TinyMCE biar ada Google Font di WordPress Editor, soalnya gak ada Google Fonts di Editor WordPress nya, sedangkan Hueman Themes Font Defaultnya kan “Source Sans Pro” yang mana font tersebut dari Google Font.
            Yah, solusinya tetep aktifin terus KVCodes nya sampai ada solusi lain 😀

            Ohh, iya, nanti saya berencana buat dua Sidebar, tapi di kanan semua, karena saya yakin manusia kebanyakan pasti mengklik salah satu dengan menggeserkan mouse nya ke arah kanan terlebih dahulu 😀

          • Sama-sama, saya gk sempurna kok, tuh saya salah tentang UU Hak Cipta yang ternyata sudah direvisi 😀

            Terimakasih koreksinya 🙂

            Mengenai plugins atau software, sebaiknya jika benci di hal-hal tertentu, tidak usah juga diumbar ke publik, apalagi jika itu plugins/software gratisan, maka wajar saja ada free dan pro version, itu udah dari jaman dulu ada, dengan atau tanpa keterangan di deskripsi. Dan lagi-lagi gk etis kalau membenci sesuatu yang dapat menjadi “sumber penhidupan” dari produk/layanan gratisan.

            Kalau kita butuh fiturnya, dan gk ada plugins lain yg free yg menyediakan, ya beli saja, jika tidak ada uang, ya jangan koar-koar juga, apa adanya saja.

            Kalau alasannya “tergiur” dengan fitur pro itu, ya itulah tujuannya memasang fitur-fitur premium di versi free, biasanya dilock, baru bisa unlock kalau sudah beli versi premiumnya.

            Cobalah memaklumi sesuatu yang memang dari dulu memang wajar, toh juga hanya sebagai pengguna.

            Sikap seperti diatas itu masuk dalam tindakan tidak menghargai developer software, termasuk plugins.

            Jengkel itu pasti ada, tapi jangan juga koar-koar, kasihan.

            Manusia gk ada yg luput dari salah, yang biasanya karena khilaf.

            Saya pemaaf kok orangnya, jadikan ini pelajaran 🙂



×
SSL Verified