L

Ternyata Inilah Arti dari Nama Bensin Pertamax dari Pertamina yang Sebenarnya !


Bismillahirrohmanirrohim


Pertamina EcoSave Technology

Sudah lama eksis, apakah sobat sudah tau apa arti dari Nama Pertamax yang merupakan salah satu produk varian Bensin dari Pertamina ?

Saking populernya, brand ini sampai dijadikan istilah penomoran di salah satu forum online di Indonesia 😀

Pertamax gangan, Keduax gan, Ketigax gan 😀

Makanya di judul artikel ini saya tegaskan bahwa Pertamax yang saya maksud adalah yang dari Pertamina !

Pertamax bukanlah kata “Pertama” ditambah akhiran huruf “X”, kalau begitu kenapa Pertalite tidak dibranding jadi Keduax saja ?, tentu bukan karena Pertalite tidak ingin dijadikan yang kedua 😀

Seperti yang kita ketahui bahwa varian Bensin dari Pertamina itu hanya dua yang utama, yakni Premium yang merupakan bensin berbasis Naphtha (Bukan Naphthalene) yang dicampur dengan sedikit HOMC (High Octane Mogas Component) sehingga mencapai minimum RON 88. Dan Pertamax yang merupakan varian bensin yang murni HOMC (Juga sedikit Ethanol).

HOMC (High Octane Mogas Component) ini sendiri adalah istilah dari Pertamina yg diklaim dari lahir sudah RON/MON tinggi dari proses refinery.

Kemudian muncul Pertamax Plus yang merupakan varian bensin dengan kadar RON yang lebih tinggi, yang mana RON yang tinggi hingga 95 itu didapatkan juga murni dari HOMC, lalu khusus untuk Racing Purpose dihadirkan varian bensin dengan RON 100 yakni Pertamax Racing, hingga yang terbaru yakni Pertamax Turbo dengan RON 98.

Perlu sobat ketahui, RON (Research Octane Number) pada varian Pertamax itu adalah murni dari HOMC yang merupakan komponen MoGas (Motor Gas) atau Gasoline beroktan tinggi dari hasil pengolahan Crude Oil (Minyak Mentah) yang lebih canggih. Lebih tepatnya adalah Naphtha yang merupakan Low Octane Mogas Component diproses lagi sehingga menghasilkan High Octane Mogas Component (HOMC).

Pernah mendengar statment bahwa “Minyak kita dijual ke luar negri untuk diolah, kemudian kita beli lagi dalam bentuk sudah jadi”, nah itulah Naphtha yang diexport ke luar negri yang mana negara importir tersebut mampu mengolah Naphtha menjadi HOMC, salah satunya Jepang.

Lucunya sempat ada juga statement yang mengatakan “Premium harus import dari luar negri lalu kemudian di Indonesia dikurangi kadar oktannya dengan dicampur dengan napthalene”. Aduh …. Maksudnya Pertamax dicampur dengan Kapur Barus ?, Ada-ada saja 😀

 

Tapi Indonesia sudah bisa mengolah Naphtha menjadi HOMC, bahkan HOMC buatan Indonesia memiliki minimum ON (Octane Number) 98.

 

Arti Nama Pertamax

Sekali lagi, Pertamax bukanlah kata “Pertama” yang diakhiri atau ditambahkan dengan huruf “X”, itu Bahasa Slang dari forum sejuta umat saja sih bro 😀

Memang logat dari member forum tersebut  sering menuai kontroversi, bahkan penggunaan kata Agan/Gan, Ente, Ane sudah dibanned di beberapa forum terkenal di Indonesia !

Saya pribadi sempat terbiasa dan menjadi kebiasaan menggunakan logat slang seperti itu, bahkan di Blog ini, dulu di awal-awal artikel yang saya buat, itu pakai “ane/ente”, sampai saya ganti menggunakan fitur Find and Replace jadi “saya/Anda”. Di bagian komentar masih ada tuh sisa-sisanya yang malas saya edit 😀

Bukan SARA, hanya saja penggunaan Bahasa Slang seperti itu tidak Professional dan tidak beridentitas sebagai Orang Indonesia. Rakyat Indonesia ya menggunakan Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar dong ya ?, minimal semampunya meski tidak sempurna, saya pun begitu 🙂

Kalau saya ingin pakai bahasa daerah, tentu saya pakai kata “Unda/Nyawa” atau “Unda/Ikam” yang mana saya orang Banjar, bukan orang Betawi :D, maaf, untuk kata “Ane/Ente” saya lebih baik “Ana/Anta” yang notabeme bahasa aslinya (Arab) !

 

Kembali ke Pertamax ….

“Pertamax” adalah sebuah Brand atau Trademark milik Pertamina yang merupakan perpaduan dari nama “Pertamina” sendiri dan kata pamungkas yakni “Max” (Maxiumum), maka digabung menjadi satu, dan jadilah “PertaMax”.

Dulu, Pertamax bernama Premix 92, dan Pertamax Plus dulu bernama Super TT 98 (Tebak berapa RON-nya ?).

Itulah kenapa, ada Brand lain dari Pertamina untuk produk Bensin (Gasoline) mereka yakni “PertaLite” yang merupakan gabungan dari nama “Pertamina” dan kata “Lite”.

Sesuai namanya, Pertalite adalah varian Bensin versi DownSpec dari Pertamax (Dari sudut pandang Pertamax, kalau dari sudut pandang Premium ya UpSpec), yakni Premium yang kadar HOMC-nya lebih banyak daripada Naphtha-nya, sehingga mampu mencapai RON 90. Jadi, Naphtha yang awalnya cuma RON 65 – 75 dinaikkan menjadi RON 88 dengan HOMC, lalu dinaikkan lagi jadi 90 dengan HOMC lagi.

Mudahnya, Pertalite itu adalah Premium yang dicampur dengan Pertamax (HOMC 92) dan kemudian ditambahkan lagi campuran EcoSave Concentrate untuk menutupi kekurangan kadar EcoSave Fuel Additive yang kurang karena Premium tidak mengandung EcoSave. Teknik itu disebut Post-mixed. Umumnya dilakukan di Depo Pertamina.

Warna Hijau dari Pertalite sendiri adalah perpaduan Solvent Dye warna Kuning dan Biru dari Premium dan Pertamax.

 

Pada akhirnya, cuma di Indonesia terjadi dimana istilah “Premium” itu justru diperuntukkan untuk produk Low Quality Gasoline dari semua varian produk Gasoline produksi Pertamina 😀

Ada sejarahnya sebenarnya sob, dulu Bensin Premium itu sesuai namanya, karena memiliki RON  yang tinggi tapi tanpa aditif Octane Booster yg berbahaya, penggunaan Fuel Treatment belum populer hingga tidak mempengaruhi status sosial Bensin Premium kala itu, Penggunaan Pre-mixed Fuel Treatment dipopulerkan oleh Chevron.

Sampai penggunaan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether) dan Pb (Timbal atau Lead) dilarang, Premium pun kehilangan kejayaannya, karena Basic-nya dia hanyalah Naphtha dengan RON “Bawaan” cuma antara 65 – 75 saja.

Munculah HOMC yang merupakan pengolahan lebih lanjut dari Naphtha, sehingga RON “Bawaan” HOMC adalah minimum 91, yang oleh Pertamina diberi nama “Pertamax” atau “Pertamax 92”.

Sejak saat itu, Pertamax berhasil menggantikan posisi Premium sebagai produk High Quality Gasoline.

Pasca diharamkannya MTBE dan Pb, maka HOMC 91 itulah yang membantu Premium yang merupakan Naphtha berOktan 65 – 75 mampu mencapai RON 88 seperti yang kita kenal selama ini, tidak hanya itu, HOMC juga membantu mengurangi sedikit Sulphur Content dari Premium hingga kurang dari 500 ppm (Tergantung kilang dan kualitas Crude Oil). Memang saat itu, HOMC masihlah produk import. Naphtha kita melimpah ruah, sebagian besar dijual ke luar negri yang tentu saja mengolah Naphtha tersebut menjadi HOMC, kemudian HOMC itu diimport lagi ke Indonesia sebagai “Octane Booster” untuk Premium (Naphtha) agar memenuhi spesifikasi Unleaded Gasoline dengan RON 88.

 

Semoga bermanfaat 😀


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified