L

Fakta dan Alasan Kenapa Bensin Eceran Biasanya Menggunakan Botol Kaca


Bismillahirrohmanirrohim


Property of Lukmanul Hakim Watermark V2

Sudah menjadi sangat umum bahwa bensin eceran di pinggir jalan hampir semuanya menggunakan botol kaca, kenapa bisa begitu ?

Alasan hal itu dilakukan setidaknya ada 2 faktor, yakni Estetika dan Kualitas.

 

Estetika

Botol kaca yang bening membuat warna dari bensin menjadi jernih, tidak seperti pada botol plastik yang agak buram.

Memang ada yang menggunakan botol air mineral atau botol minyak goreng yang bening agar bisa mendapatkan benefit yg sama dengan botol kaca, tapi itu tidak disarankan karena bahan plastik yang digunakan tidak aman jika diisi bensin.

Bensin eceran tentu dipasang di etalase agar menarik perhatian pengguna jalan, khususnya pengguna sepeda motor, percaya atau tidak, pengguna motor akan melakukan seleksi dulu mengenai kualitas bensin eceran yang hendak dia beli. Maka dari itu botol kaca memberi nilai lebih karena kualitas bensin jadi terkesan bagus dan bersih jika dibandingkan botol plastik.

 

Kualitas

Kaca tidak bereaksi dengan bahan kimia, termasuk bensin.

Itulah kenapa kebanyakan bahan-bahan kimia cair biasanya dimasukkan ke dalam botol kaca.

Bagi Anda yang seorang Vapers (Pengguna Rokok Elektrik) pasti tau betul kalau E Liquid lebih enak rasanya dan lebih stabil rasanya jika menggunakan botol kaca, nah ini juga berlaku pada bensin, hanya saja bukan rasa, tapi kualitas bensin itu sendiri.

Saya sering melihat bensin yang warnanya menjadi butek, agak gelap ketika lama disimpan dalam botol plastik bekas air mineral, nah masalah itu jarang terjadi atau bahkan tidak terjadi sama sekali pada botol kaca. Potensi “Bensin Basi” lebih minimal jika disimpan dalam botol kaca.

Botol kaca juga menjamin penyusutan volume bensin akibat penguapan lebih sedikit, karena sealing capability dari tutup botolnya lebih baik daripada botol plastik.

Botol kaca yang biasanya digunakan pedagang bensin eceran adalah bekas botol minunan keras yang mengandung alkohol, jika tidak tertutup sangat rapat, kandungan alkohol pada minuman akan hilang karena menguap.

Nah perlu Anda ketahui bahwa Bensin juga mengandung alkohol, lebih tepatnya adalah Ethanol, atau Bio-ethanol, khususnya pada bensin Pertamax Series, bahkan Pertalite.

Jika tutupnya tidak rapat, maka yang duluan menguap adalah kandungan ethanolnya, dan itu dalam menurunkan angka RON/MON (Oktan) pada bensin tersebut.

Jadi, kalau menggunakan botol kaca, volume bensin di dalamnya lebih konsisten 1 Liter per botolnya.

Umumnya konsumen lebih menyukai bensin yang dijual dalam botol kaca daripada plastik.

Selain karena konsumen bisa tau dan menilai kualitas bensin yang dia beli, juga karena volume bensin yang dibeli lebih terjamin pasti pas 1 Liter per botol.

Selain itu, botol kaca lebih tahan panas dan kuat menahan tekanan cukup tinggi dari gas yang dihasilkan bensin di dalamnya, sehingga tidak masalah jika tergoncang selama proses menyusun, dan tidak masalah ketika etalase bensin eceran terpapar sinar matahari langsung.

 

Akurasi

Nah ini mirip-mirip seperti soal kualitas di atas, tapi ini lebih krusial, yakni akurasi bensin yang dijual oleh pengecer bensin apakah benar isinya 1 Liter atau kurang dari itu ?, kalau lebih dari itu sepertinya tidak mungkin 😀

Jadi sob, botol kaca standard yakni bekas botol minuman keras “Topi Miring” sejenis Whisky itu jika diisi cairan sebanyak 1 Liter maka posisi cairannya akan berada di atas lengkungan “Bahu” botol, yakni mendekati “Leher” botol, tapi masih dibawah “Leher” botol.

Jika bensin posisinya dibawah “Bahu” botol, maka isinya kurang dari 1 Liter.

Saya tau itu karena saya juga punya toko kelontong yang tentu saja menjual bensin eceran di botol kaca 😀

Banyak pengecer yang malas menakar bensin menggunakan takaran 1 Liter, mereka lebih memilih menyamaratakan bensin di dalam botol secara kira-kira, yakni beberapa botol kosong dijejerkan disamping satu botol yang sudah diisi bensin sebanyak 1 Liter (Atau kurang), selanjutnya botol yang kosong itu akan diisi bensin langsung dari selang sampai levelnya berada sama seperti satu botol yang sudah diukur sebelumnya.

Saya pribadi tidak mau main seperti itu, karena soal takaran dan timbangan itu tanggungjawabnya berat sob bagi seorang pedagang 😀

Idealnya, per botol itu diisi dengan bensin yang benar-benar diukur pakai takaran 1 Liter, memang prosesnya lambat dan membutuhkan ketelatenan, tapi lebih berkah 🙂

Ada alasaan sebenarnya kenapa banyak sebagian pengecer bermain curang dengan mengurangi volume bensin kurang dari 1 Liter, karena ketika pengecer membeli bensin di SPBU dalam tangki atau pun jerigen, maka dalam proses penakaran/memasukkan bensin ke botol itu akan terjadi penyusutan akibat penguapan maupun karena tumbah/rembes. Lumayan juga sih menurut pengalaman saya totalnya bisa sampai 200 – 500 mL, ya mau gimana lagi, itu resiko.

Sebenarnya ada tips untuk meminimalisir penyusutan tersebut, tapi tidak akan saya bahas disini, karena akan melenceng dari topik artikel ini.

Kembali ke topik mengenai akurasi, jika kita sudah tau bensin 1 Liter pada botol kaca standard itu seperti apa kelihatannya, maka kita bisa menilai, penjual bensin eceran yang akan kita datangi itu jujur atau tidak, beneran 1 Liter atau tidak cukup dengan melihat posisi bensin di dalam botolnya.

 

Kekurangan Botol Kaca

Mungkin Anda sudah sering mendengar pepatah mengatakan “Tidak ada gading yang tak retak”.

Nah dalam hal ini, tidak ada kaca yang tidak bisa pecah, saya serius, bahkan kaca anti pelu pun akan pecah juga 😀

Yupz, kekurangan botol kaca adalah resiko retak/pecah, dan itu cukup berbahaya karena isinya adalah bensin yang merupakan bahan bakar yang mudah terbakar.

Bahkan bisa saja pecahnya saat menyimpan bensin-bensin dalam botol kaca itu ketika tidak berjualan (Tutup), proses penyusunan yang kasar bisa terjadi benturan yang menyebabkan botol kaca retak.

Selain itu, karena botol kaca yang digunakan tidak memiliki tangkai handle, maka riskan sekali jatuh dari genggaman tangan karena slip/licin, ingat, bensin itu minyak.

Soal kerapatan tutupnya juga relatif tergantung penutup botolnya, biasanya botol kaca bekas minuman keras itu dijual tanpa tutupnya, sehingga banyak pedagang bensin eceran yang menggunakan tutuo botol air mineral, kayu, bahkan plastik kresek yang diikat pakai karet gelang, tentu saja benefit yg sebelumnya saya sampaikan menjadi tidak ada.

Dan soal kejernihan botol kaca juga lama-lama akan berkurang, botol kaca lama-lama akan menjadi buram/butek juga, umumnya berwarna agak kecoklatan.

 


Protected by DMCA ! Protected by Premium Copyscape !

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?


Jadilah Pembaca yang Baik dengan cara meninggalkan Komentar pada setiap Artikel Bermanfaat yang sudah dibaca (•‿•)


Komentar adalah salah satu Faktor Penyemangat bagi seorang Blogger, termasuk juga saya. Sebagai bukti bahwa saya tidak sendirian disini, mengingat ada banyak sekali Viewer (Pembaca) Artikel di Blog saya ini. Tolong, jangan pergi begitu saja.


Tinggalkan Komentar Anda disini meskipun hanya sekedar menyapa saya, mari kita bangun Forum Diskusi di Kolom Komentar pada setiap Artikel di Blog ini.


Oleh karena itu, saya sudah menyediakan Fasilitas Comment System terbaik saat ini yakni Disqus Comments System untuk membangun Komunitas Komentator yang lebih Advanced lagi, tidak diperlukan Account Disqus untuk bisa berkomentar disini, Anda cukup memasukkan Nama dan Email saja, tapi saya sarankan untuk memiliki Account Disqus jika Anda sering berkomentar di banyak Blog yang menggunakan Disqus Comment System.

Mungkin Anda juga menyukai



Facebook Comments



Disqus Comments



×
SSL Verified